Lifestyle

Wanita Saling Menginspirasi di Resonation 2017

  by: Sky Drupadi       4/5/2017
  • Pada hari Sabtu, 29 April lalu, ruangan The Kasablanka Hall penuh dengan wanita yang memiliki tujuan sama: menghadiri Resonation 2017 dan mencari inspirasi. Resonation merupakan sebuah konferensi satu hari yang mendukung dan mendorong wanita Indonesia dalam mengejar impian mereka. Dengan tema “What's Stopping You,” acara yang baru diadakan pertama kalinya ini mengundang pemimpin wanita baik dari dalam maupun luar negeri.

     

    Demi mendengarkan salah satu pembicara utama, Sophia Amoruso, para pengunjung jelas tidak keberatan untuk bangun pagi di weekend. Jauh dari Amerika, pendiri perusahaan Nasty Gal ini menyiapkan segelas kopi disampingnya untuk melawan jetlag. Namun, ia tetap semangat menjawab para wanita yang mengantre di depan panggung untuk bertanya, mulai dari masalah bisnis hingga ke percintaan.



     

    Girlboss Sophia Amoruso menjadi pembicara utama Resonation 2017.

     

    Penulis buku #GIRLBOSS dan Nasty Galaxy ini terbuka menceritakan mengenai kebangkrutan Nasty Gal tahun lalu. Dari sana, ia belajar untuk menghindari kritik dan media sosial. Semuanya ia anggap berlebihan, termasuk komentar yang bagus sekali pun. Selain itu, setelah 10 tahun bekerja sebagai entrepreneur, ia mengaku masih belajar tanpa henti.

     

     

    “Entrepreneurship dilihat sebagai hal yang mewah dan berderajat tinggi. Namun, rasanya hebat ketika mengetahui batas kemampuan Anda dan berusaha untuk beranjak dari situ,” tuturnya.

     

    Selain Sophia, pendiri Resonation sendiri mengambil alih panggung untuk sharing kisahnya. Untuk pertama kalinya, Nina Moran berbagi mengenai bisnisnya yang sempat terjerat utang dan terpaksa ia jual. Menurutnya, masyarakat terlalu mengagungkan kesuksesan, padahal pembelajaran didapatkan dari kegagalan. “Akan ada banyak orang yang ingin menjatuhkan Anda,” ujarnya. “Hal itu karena impian Anda bukanlah untuk mereka. Your dreams are for YOU. Dan hanya Anda yang bisa mencapainya.” TRUTH!

     

    Nina Moran, seorang entrepreneur dan pendiri Resonation.

     

    Selain kegiatan panel, Resonation juga mengadakan Reflection Session, di mana para pengunjung dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan minatnya dan diberikan fasilitator. Bertotal 15 kelompok, tiap orang meluapkan impian dan apa yang menjadi penghalang mereka. Setelah sesi yang berlangsung selama satu setengah jam ini berakhir, tiap grup tidak lupa mengabadikan momen dengan selfie.



     

    Reflection Session berikan kesempatan untuk sharing pengalaman.

     

    Panel terakhir untuk mengakhiri konferensi ini cukup spesial. Setelah bertemu dengan wanita powerful selama satu hari penuh, saatnya para pria mengutarakan pendapat mereka. Pembicara kali ini adalah Johan Ekengard, Ashraf Sinclair, dan Henry Manampiring. Johan merupakan seorang insinyur asal Swedia yang mendorong para pria untuk mengambil hak cutinya demi menghabiskan waktu dengan anak-anaknya. Proyek fotonya, Swedish Dads, dipajang dalam lokasi Resonation untuk menginspirasi para ayah.

     

    Proyek foto Swedish Dads oleh Johan Ekengard.

     

    Ashraf, yang merupakan suami dari Bunga Citra Lestari, menyampaikan passion-nya dalam menjunjung kesetaraan gender. “Feminisme bukan berarti wanita mau lebih besar dari pria, tapi wanita ingin kesempatan yang sama,” ujarnya. Duduk disebelahnya adalah Henry, penulis buku The Alpha Girl's Guide. Walaupun anaknya laki-laki, pria berkacamata ini terdorong menulis buku untuk wanita muda. “Saya menyadari bahwa akar permasalahan dari tiap wanita muda dimulai dengan huruf I, Ignorance dan Insecurity.” Melihat dukungan para pria tersebut, Desy B, yang merupakan salah satu pendiri Catalyst Strategy dan moderator, melontarkan lelucon yang diikuti dengan tawa hangat para pengunjung, "di mana para wanita dapat menemukan pria seperti Anda?"

     

    Panel terakhir dari Resonation terdiri dari tiga pria powerful.

     

    Resonation merupakan wadah yang dibutuhkan para wanita Indonesia dengan impian besar. Konferensi ini tidak hanya penuh inspirasi, tapi juga menciptakan perspektif dan persahabatan baru. Will there be a next year? Semoga saja! (Sky Drupadi / SW / Image: Doc. Cosmopolitan Indonesia)