Better You

Makan Tengah Malam Bikin Gendut, Mitos atau Fakta?

  by: Silvya Winny       8/5/2017
  • Pasti Anda pernah mengalami ini deh: lapar tengah malam dan berakhir “ngunyah” makanan yang bisa Anda temukan di lemari es. Bahkan, tidak jarang bikin mie instan lengkap dengan telur setengah matang (duh!).

    Padahal, makan tengah malam itu bikin gendut lho. Yup, itu bukan mitos, darling. Makan tengah malam betul-betul bisa bikin angka timbangan “jebol”! Hasil studi mengungkapkan kalau makan setelah jam makan malam atau saat tubuh seharusnya tidur membuat tubuh menyimpan kalori yang dikonsumsi sebagai lemak bukan energi. Uh-oh!

    Lho, Kok Bisa Sih?




    Tubuh memiliki “waktu” internal yang disebut dengan circadian rhythm. Sistem inilah yang menjadi panduan bagi tubuh untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk pula soal kapan Anda harus makan. Ketika Anda melanggar “waktu” makan tersebut, tentu hal tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh.

     

    [ Baca Juga: Manfaat Tidak Menghitung Kalori Saat Diet ]

     

    Soal makan tengah malam, kebiasaan ini dapat menganggu sistem “waktu” tersebut. Hal ini karena organ yang seharusnya istirahat akan bangun dan bekerja kembali, sehingga “waktu” kerja organ pun akan terproses ulang. Dan, efek buruk yang ditimbulkan tidak main-main. Bukan cuma membuat berat badan meningkat dan menganggu metabolisme tubuh saja, makan tengah malam bisa membuat Anda semakin dekat terkena risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Oh, no!



    Jadi, Pukul Berapa Anda Boleh Makan Malam?


    Tidak ada rumus pastinya, karena tubuh setiap orang berbeda-beda. Beberapa peneliti mengatakan Anda tidak boleh makan dua jam sebelum tidur. Ada juga yang bilang kalau tidak makan setelah pukul enam sore dapat memberikan manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh.

     

    [ Baca Juga: Tip Agar Berat Badan Tidak “Yo-yo” ]

     

    Namun, penelitian yang lain menyarankan Anda untuk makan malam sedini yang Anda bisa dan memajukan waktu sarapan Anda. Jadi “puasa” alias jarak antara makan malam dan sarapan berlangsung setidaknya 12 jam. Ini dianggap jadi cara yang paling tepat untuk menjaga berat badan. Lagipula, penelitian juga menunjukkan kalau mereka yang rutin sarapan memiliki berat badan yang lebih rendah serta punya risiko yang lebih kecil terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang sering skip sarapan. YAS to double benefit! ( Hana Devarianti / SW / Image: )