Career

11 Tips Cari Kerja Untuk Kamu yang Baru Lulus Kuliah

  by: Alvin Yoga       3/5/2018
  • Congratulations and welcome to the jungle, dear! Selamat untuk kamu yang baru lulus kuliah. Pasti senang ya, bisa mengucapkan selamat tinggal pada skripsi yang begitu melelahkan. Nah, tahap berikutnya yang harus kamu lakukan sekarang adalah mulai mencari kerja. Mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang dipelajari saat kuliah pastinya merupakan impian semua orang. Tapi, pada kenyataannya tidak sedikit orang yang justru mendapatkan pekerjaan yang berbeda dari jurusan yang diambil saat kuliah.

    Tak jadi masalah sebenarnya, yang penting kamu suka dengan jobdesk yang diberikan. Apalagi proses mencari pekerjaan sendiri bukanlah hal yang mudah, terutama bagi fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja. Tak cuma itu, tingginya jumlah lulusan baru juga membuat persaingan menjadi semakin ketat.

    Nah, bagi kamu yang ingin mencari pekerjaan, jangan khawatir, Cosmo sudah punya tipsnya. Simak sampai habis, dan semoga tips ini bisa membantu kamu mendapat pekerjaan. Simak!




    Cari Tahu Apa Pekerjaan yang Cocok Untuk Kamu

    Tanyakan pada dirimu sendiri: Apa hal yang saya gemari? Apakah kegemaran tersebut bisa menjadi sebuah pekerjaan? Farai Chideya, penulis buku The Episodic Career, menyarankan kamu untuk menuliskan semua kemampuan tersebut di atas kertas (tuliskan saja semuanya; mulai dari pintar mengatur acara pesta, mengorganisir meja belajar, pandai menebak judul film, dan sebagainya). Kemudian, lingkari kemampuan yang bisa menghasilkan uang. Nah, dari semua itu, mana yang INGIN kamu lakukan demi mendapatkan uang? Selain itu, pikirkan juga soal gajinya, kamu tidak perlu malu untuk mengakui jika kamu lebih termotivasi dari jumlah gaji. Menurut Farai, orang yang money-motivated lebih bahagia dalam pekerjaan mereka.


    Baca juga: Survei: Ini Yang Wanita Milenial Cari Dalam Karir


    Bedakan CV yang Dibutuhkan

    CV dan surat lamaran kerja merupakan salah satu hal yang terpenting saat melamar kerja. Nah, untuk kamu yang bingung bagaimana cara membuat CV yang baik, langkah pertama adalah perhatikan dulu posisi pekerjaan yang ingin kamu ajukan. Jika pekerjaan tersebut terkesan formal, maka kamu tak perlu membuat CV yang terlalu kreatif. Buatlah CV yang profesional, dan pastikan bahwa informasi mengenai diri kamu lengkap dalam CV tersebut. Gunakan kalimat yang formal namun menarik agar bisa menarik perhatian.

    Beda halnya jika kamu ingin melamar pekerjaan di bidang kreatif. Buatlah CV sekreatif mungkin, mulai dari desain yang unik, hingga susunan biodata yang menarik. Di luar itu, pastikan bahwa kamu menuliskan biodata diri secara lengkap. Hal-hal yang wajib kamu tuliskan adalah riwayat pendidikan, biodata diri singkat, soft skill, serta prestasi (yang relevan dengan pekerjaan yang ingin kamu ambil, ya). Pernah mengikuti kegiatan organisasi atau seminar? Atau kamu pernah mengikuti magang? Cantumkan dalam CV beserta dengan deskripsi singkat mengenai peran kamu saat magang, serta tanggung jawab apa saja yang kamu kerjakan. Ini akan jadi nilai plus, lho!


    Pastikan Alamat Email Kamu Profesional

    Jika alamat email kamu masih [email protected], well, ada baiknya kamu segera membuat alamat email baru yang lebih profesional. Cara terbaik adalah menggunakan nama asli kamu sebagai alamat email agar lebih mudah dikenali. Psst, menurut Farai, banyak perusahaan yang akan berpikir ulang jika kamu masih menggunakan Yahoo atau AOL sebagai e-mail pribadi. It’s too last year. Gmail adalah opsi akun e-mail terbaik yang harus kamu miliki. Tentu dengan nama akun profesional, ya!


    Jangan Terlalu Picky

    Pastikan kamu membaca poin ini baik-baik! Ada baiknya kamu mengirimkan CV ke beberapa perusahaan sekaligus, mulai dari perusahaan yang memang kamu idam-idamkan hingga perusahaan yang bisa menjadi cadangan jika hal terburuk terjadi nantinya. Kebanyakan orang hanya mengirimkan CV ke perusahaan yang memang mereka inginkan saja – meski mereka tahu bahwa posisi tersebut sulit didapatkan. Idealis boleh saja, namun akan lebih pintar jika kamu punya rencana cadangan, kan? Setuju?


    Baca juga: 8 Pekerjaan Bergaji Besar Yang Tak Butuh Gelar Tinggi


    Tak Perlu Ikuti Seluruh Persyaratan yang Dibutuhkan

    Menurut Kathryn Minshew dan Alexandra Cavoulacos, cofounder dari website pencarian karier TheMuse.com serta penulis The New Rules of Work, kebanyakan wanita tidak berani mengirimkan CV jika mereka tidak memenuhi sepuluh dari sepuluh syarat yang dibutuhkan perusahaan. Truth is, kamu tak perlu memenuhi kesepuluh syarat tersebut, cukup 70% saja. Semisal, kamu hanya memenuhi empat dari lima kriteria yang diperlukan perusahaan, atau kamu sebenarnya bukan lulusan IT namun mengerti banyak hal soal IT dan memenuhi 70% syaratnya, then go for it! Namun lihat kembali, jika salah satu syaratnya menyebutkan bahwa mereka membutuhkan orang yang memiliki tujuh tahun pengalaman namun pengalaman kamu baru dua tahun, well, mungkin kamu memang harus mencari posisi lain.




    Saatnya Gunakan Aplikasi Pencari Kerja Dengan Maksimal

    ...seperti LinkedIn atau Jobstreet. Nah, supaya CV kamu lebih cepat dilirik, lihat bagian Featured Skills & Endorsement di akun LinkedIn kamu. Sebuah perusahaan besar biasanya akan menyortir CV lewat software dan tidak banyak mengandalkan pihak HRD untuk melakukannya. That’s why, keywords are important. Gunakan kata yang tepat, dan masukan skill yang tepat serta mudah dicari (semisal: writing, photographer, video editor, dan sebagainya). Kamu akan terkejut mengetahui seberapa besar hal ini memengaruhi kesempatan kamu untuk ditelepon oleh sebuah perusahaan.


    Perbesar Kemungkinan Dengan Memperluas Jaringan

    Masih belum mendapatkan pekerjaan padahal kamu sudah mengirim puluhan CV? Tenang dulu. Kamu masih bisa mencoba mencari pekerjaan berdasarkan rekomendasi teman. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh LinkedIn, 85% pekerjaan di Amerika Serikat ternyata masih didapatkan dengan cara networking, lho. That's why, membangun hubungan dengan banyak orang itu penting, terutama jika kamu ingin segera mendapatkan pekerjaan.

    Nah, supaya bisa membangun hubungan networking yang sukses, kamu perlu sikap yang terbuka dan mau berteman dengan siapapun setiap waktu. Semisal, kamu diajak sang pacar untuk brunch bersama dengan teman-teman semasa kuliahnya. Jangan dulu menolak ajakan tersebut, anggap saja hal tersebut kesempatan untuk bertemu orang baru. Anggaplah saat ini kamu dan pacar sedang makan bersama, dan kebetulan kamu duduk bersebelahan dengan seseorang yang pekerjaannya memang kamu idam-idamkan – atau ia bekerja di kantor yang memang kamu inginkan. Maka temukan waktu yang tepat untuk bisa bercakap-cakap soal pengalaman kariernya di kantor, dan jika memungkinkan, bertanyalah apa ada posisi yang kosong di kantornya.

    Namun ingat: tidak semua orang ingin mengobrol soal pekerjaan di luar jam kerjanya, apalagi dengan orang yang baru dikenal. Ajaklah ia berbicara dengan topik ringan soal karier. Jika kamu merasa orang tersebut tidak masalah mengobrol dengan topik yang kalian bicarakan, maka lanjutkan. Namun, jika orang tersebut menjawab dengan nada kurang bersemangat, then pump the breaks. Akan lebih baik jika kamu meminta alamat email atau nomor teleponnya untuk mengobrol di lain waktu.

    Selain itu, jangan pernah malu untuk selalu bertanya mengenai lowongan pekerjaan kepada saudara dan teman dekat kamu. Semakin banyak orang yang berani kamu tanya, semakin banyak informasi yang bisa didapat. Hal ini akan memperbesar peluang kamu untuk mendapatkan panggilan kerja.


    Asah Keahlian Sambil Menunggu Panggilan

    Dibanding meluangkan waktu untuk galau karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, gunakan waktu luang tersebut untuk mengasah keahlian baru. Semisal mempelajari cara menggunakan Photoshop dari YouTube, mengikuti les bahasa, atau mengasah kemampuan menulis yang sudah kamu miliki. Dengan begitu, saat mendapat panggilan kerja, kamu bisa memberikan skill baru yang positif.


    Baca juga: Cari Kerja? Coba Unduh 12 Aplikasi Lowongan Kerja Ini!


    Utamakan Pengalaman Kerja, Bukan Gaji

    Karena masih fresh graduate, ada baiknya kamu tidak mengincar gaji yang besar. Utamakan dua hal: pengalaman kerja, serta jaringan yang luas. Kedua hal ini akan memperkaya pengalaman serta koneksimu ketika akan mencari pekerjaan baru nanti. Tapi bukan berarti gaji juga tidak penting, ya. Cari tahu berapa gaji rata-rata yang bisa didapatkan untuk posisi yang kamu incar, dan gunakan nominal tersebut setiap kali kamu melakukan wawancara kerja.


    Cek Lokasi Kerja dan Akses Menuju Ke Sana

    Sebelum mengirim CV, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu lokasi tempat kerja tersebut. Cari tahu juga bagaimana akses menuju ke sana dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa ke lokasi tersebut. Jika pekerjaan yang kamu inginkan ternyata lokasinya jauh dari tempat tinggal, memakan waktu yang lama dan aksesnya agak sulit, lebih baik pikir dua kali sebelum mengirim CV. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari ketika sudah mendapatkan panggilan wawancara.


    Hindari Kalimat "Mencari Pengalaman"

    Percayalah, selain kamu, ada ribuan kandidat lain yang juga mengatakan alasan yang sama ketika sedang wawancara kerja. Ugh, bosan! Ada baiknya pada saat wawancara kerja, kamu "menjual" diri lebih baik agar mereka merasa tertarik untuk memilih kamu. Alih-alih berkata ingin mencari pengalaman, katakan, "Saya punya passion yang kuat di bidang tersebut." Atau katakan, "Pekerjaan ini sesuai dengan apa yang saya pelajari ketika kuliah dulu." Dengan begitu, kamu punya nilai plus di mata sang pewawancara. Good luck on finding your new job, dear!

    (Alvin Yoga / SW / Image: Dok. Outnow.ch)