Love & Sex

Yes Ladies, Kamu Boleh Berbohong Soal Ini ke Pasangan

  by: Hana A. Devarianti       9/5/2018
  • Rasa percaya, saling jujur, dan bersikap terbuka satu sama lain adalah hal penting agar kamu dan si dia bisa awet. Tapiiiiii, terkadang kamu suka tak tahan untuk melakukan kebohongan-kebohongan kecil. Seperti misalnya, mengatakan kamu memahami musik metal favoritnya padahal kamu selalu bingung mengapa dia bisa mendengarkan musik macam itu. Atau ketika kamu bilang kalau hadiah kejutan berupa sarapan yang dia buat sendiri rasanya enak, meskipun sebenarnya roti yang dia panggang terlalu gosong.


    No worries, ladies. Kebohongan kecil yang harmless seperti itu tidak apa-apa kok kamu lakukan. Malah, terkadang dapat mencegah pertengkaran yang tak penting. Hmmm, tapi sebenarnya bagaimana cara membedakan antara kebohongan yang tidak akan membawa masalah besar, dan kebohongan yang bisa bikin hubungan retak? Di sini, Cosmo menemukan 8 situasi di mana kamu boleh berbohong ke pasangan:




    1. Membuat si dia merasa lebih baik untuk sesuatu yang jangka pendek dan tidak signifikan

    Misalnya saja begini, si dia baru saja potong rambut dan kini dia terlihat seperti vokalis band Pop yang dia benci. Atau, dia baru saja membeli kemeja yang ummmh... Membuatnya terlihat bak anak SMA. Ini tentu dapat membuatnya jadi tak percaya diri. Dan, untuk membuat dirinya sendiri merasa lebih baik, dia pasti bertanya pendapat kamu dan berharap kalau kamu suka dengan penampilannya.

    "Berkata jujur memang adalah hal yang paling baik. Tapi kalau kejujuran kamu dapat menyakiti perasaannya, tidak masalah untuk sedikit berbohong. Tentunya, dengan niat kalau itu akan membawa manfaat yang baik," kata Dr. Suzanne Degges-White,Chair and Professor of Counselling and Counsellor Education di Northern Illinois University.

    Hal penting yang perlu kamu ingat, menurut Dr. Degges-White, adalah "Pertimbangkan motivasi kamu, serta konsekuensinya jika kamu ketahuan berbohong." Tak masalah kamu bilang si dia terlihat cute, walaupun kamu sebenarnya tak suka si dia memakai celana yang potongannya terlalu besar buat dia. Namun, dia tentu akan merasa kecewa ketika kamu tidak jujur mengatakan kalau penampilannya sebenarnya tak terlihat sempurna untuk interview penting atau saat akan bertemu orangtua kamu.




    2. Saat menerima hadiah yang gak kamu banget, tapi dia bermaksud untuk jadi romantis ke kamu

    Bukan hal mudah buat dia saat mengetahui kalau ternyata kamu tak suka dengan hadiah (yang maksudnya) romantis. Terutama saat masih di masa awal hubungan, saat kamu dan si dia masih berusaha untuk mengenal satu sama lain. Memang sih hadiah boneka teddy bear yang dia berikan itu terlalu cheesy, tapi bukan berarti kamu harus menolak hadiah itu kan? Tidak suka hadiah tersebut bukan berarti kamu boleh tidak menghargai usahanya untuk memberikan sesuatu.

    "Yang paling baik adalah mengatakan, 'Terima kasih telah memikirkan saya dan memberikan hadiah ini'," tutur Dr. Randi Gunther, seorang psikolog klinis dan marriage counsellor. Seiring dengan berjalannya hubungan, si dia pasti akan tahu apa yang kamu suka dan apa yang kamu tidak suka. Termasuk untuk soal memberikan kamu hadiah.


    3. Ketika harus bersikap sopan, meskipun kamu tidak merasa nyaman

    Terkadang, memiliki pasangan memaksa kamu untuk melakukan hal yang sebenarnya tidak nyaman buat kamu. Misalnya saja, datang ke office party si dia yang sangat canggung atau "terjebak" di diskusi 50 menit tentang pure-breed anjing poodle bersama sepupunya. Namun, terang-terangan menunjukkan rasa kesal ke pasangan padahal dia telah meminta maaf harus menempatkan kamu di situasi tersebut, bukanlah langkah yang baik.

    "Kamu boleh berbohong ketika itu jadi satu-satunya solusi terbaik di tengah situasi yang tak begitu baik," kata Dr. Degges-White. "Ini adalah salah satu jenis kebohongan yang sama seperti ketika ibu kamu menyuruh kamu untuk bersikap baik ke tamu yang datang ke rumah, meskipun kamu tidak menyukai mereka."




    4. Menyembunyikan sesuatu yang memalukan di masa awal hubungan

    Misalnya, katakanlah, kamu punya kebiasaan mengorok dan sangat grogi kalau hal itu akan membuat dia ilfeel. Tak masalah kok untuk tidak jujur soal hal itu. "Hingga kamu merasa telah yakin mengenal dia, kamu boleh untuk menyembunyikan hal-hal tertentu yang akan menyakiti perasaan kamu jika kamu tidak tahu bagaimana respons dari dia," ujar Dr. Gunther.

    Intinya, kamu dan pasangan memang harus bersikap terbuka satu sama lain. Tapi, tidak perlu memaksakan diri untuk mengatakan sesuatu yang buat kamu terasa sangat personal di awal hubungan. Terlebih kalau hubungan tersebut masih tidak jelas karena si dia tiba-tiba menghilang setelah kencan ketiga. Ugh, no thanks.

    Baca juga: Menurut Ahli, Ini Tanda Pria Jatuh Cinta Sama Kamu!




    5. Pura-pura fokus di tengah seks

    Entah seberapa hebat seks kamu dan si dia, harus diakui kalau terkadang pikiran kamu dapat "melayang" ke mana-mana. Ummmh, memikirkan ingin makan apa setelah aksi panas dengan si dia misalnya. Itu adalah hal yang lumrah terjadi. Namun, hal ini terkadang membuat si dia merasa kalau dia membuat kamu merasa bosan di ranjang.

    Denial adalah cara pertama yang bisa kamu lakukan. Dr.Degges-White menyarankan untuk menggunakan kebohongan untuk membuat dia jadi bergairah lagi. Katakan saja, "Oh, maaf, saya tiba-tiba jadi teringat salah satu fantasi seks yang superhot dengan kamu saat kita..." lalu lanjutkan dengan kalimat seksi yang bisa membuat si dia makin turn on!


    6. Mengirim pesan kamu sedang memakai lingerie seksi, padahal sebenarnya kamu pakai piama

    Terkadang suasana chat jadi memanas saat kamu sedang memakai piama favorit dan menonton reality TV show favorit (ehm, maksud Cosmo, Keeping Up with the Kardasians). Sehingga, terpaksa kamu berbohong dengan mengirim chat kamu sedang memakai lingerie yang sangat seksi.

    Hey, tak perlu merasa berdosa telah mengirimkan chat seperti itu. "Berbohong tentang apa yang kamu kenakan ketika mengirimkan chat seksi tidak hanya untuk keuntungan kamu seorang—itu dapat digunakan untuk 'bermain' dengan fantasi seksi yang kamu dan si dia ciptakan," kata Dr. Degges-White. Tak usah khawatir, you're fine gurl.

    Baca juga: Ini Alasan Mengapa Pria Tidak Membalas Pesan Kamu


    7. Tidak mengatakan kalau kamu baru saja bermimpi si mantan

    Bukannya kamu tidak boleh cerita kalau ada seorang pria yang menggoda kamu saat kamu hangout dengan the girls. Atau ada seorang rekan kerja yang tertarik dengan kamu tapi tak pernah melakukan pendekatan serius. Atau kamu mimpi balikan dengan si mantan. Hanya saja, kamu harus bertanya mengapa kamu memilih untuk mengatakan hal itu kepada pasangan. Kalau memang itu hal yang penting, si dia punya hak untuk merasa cemburu atau terancam. Tapi kalau tidak, pasangan dapat merasa bingung mengapa kamu bercerita soal hal ini kepadanya.
    "Ada satu golden rule yang bisa jadi pegangan kamu: apakah kamu ingin si dia mengatakan hal yang sama ke kamu?" kata Dr. Gunther. Kalau jawabannya adalah tidak, kamu mungkin bisa berpikir dulu apakah perlu untuk berkata jujur soal hal ini.




    8. Berlagak kamu belum menonton episode berikutnya serial TV favorit kalian berdua

    "Berpikirlah seperti ini: apa kemungkinan reaksi pasangan ketika dia tahu kebohongan yang kamu lakukan," kata Dr. Degges-White. Jika mereka tahu kamu bersedia nonton ulang episode dari serial TV favorit meskipun kamu diam-diam sudah menontonnya duluan, dia mungkin akan merasa sedikit kecewa tapi tak sampai bikin dia sakit hati.

    Sebagai catatan: ini boleh dilakukan sekali atau dua kali. Jujur saja, berlagak kamu belum menonton episode terakhir dari Game of Thrones dan pura-pura kaget di adegan yang mengejutkan adalah hal yang kejam lho.

    Baca juga: Yes! 21 Bahasa Tubuh Ini Jadi Tanda Gebetan Suka Anda


    Well, secara keseluruhan, sedikit berbohong kepada pasangan itu tidak apa-apa. Namun, ketika hubungan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih serius, kamu harus mengurangi berkata tak jujur kepada si dia. Karena pada tahap ini, dia semakin menunjukkan siapa dirinya pada kamu dan tentu saja mengharapkan kamu melakukan hal yang sama. "Jangan biarkan diri kamu membuat janji palsu atau menyetujui hal-hal yang tidak bisa kamu tepati di masa depan."


    (Artikel disadur dari: cosmopolitan.com/uk. Alih bahasa: Hana Devarianti. Image: Image: DOK. Anton Estrada©123RF.com. Perubahan telah dilakukan oleh editor)