Celebrity

Ini Dia Politikus Muda Malaysia Yang Bikin Salah Fokus

  by: Alexander Kusumapradja       12/5/2018
  • Ladies, kalau kamu termasuk yang up to date soal berita internasional, pasti kamu tahu kalau Malaysia saat ini sedang ramai dibicarakan karena baru saja menggelar pemilihan umum dengan hasil yang mencatatkan sejarah baru di Negeri Jiran tersebut. Untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, koalisi Barisan Nasional (BN) kalah dalam pemilu secara mengejutkan oleh koalisi oposisi yang dipimpin oleh politikus gaek Mahathir Mohamad.

    Pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia terlama dari 1981 – 2003 dan sempat pensiun dari dunia politik, kembalinya Mahathir Mohamad di umurnya yang telah menginjak 92 tahun membuatnya menjadi pemimpin negara yang paling tua di dunia saat ini. Namun, meskipun sudah berusia mendekati satu abad, sosoknya memang masih terlihat bugar dan bersemangat. Hal itu tak lepas dari dukungan kader-kader muda di sekelilingnya. Dalam berbagai konferensi pers, beliau seringkali ditemani politikus muda pendukungnya. Salah satunya adalah Syed Saddiq yang bikin netizen Indonesia salah fokus ketika ia menemani Mahathir Mohamad dalam konferensi pers pengumuman menteri kabinet hari ini (12/5/2018).

    Well, dengan tatapan mata tajam dan penampilan yang charming, tak heran banyak yang salah fokus dan bertanya tentang dirinya. Cosmo yakin kamu pun penasaran, so let’s find out!




    Bernama lengkap Syed Saddiq bin Syed Abdul Rahman, ia lahir tanggal 6 Desember 1992 di Pulai, Johor Bahru, Malaysia. Anak bungsu dari 4 bersaudara ini berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah pekerja konstruksi dan ibunya adalah guru Bahasa Inggris yang harus memberi les tambahan sampai larut malam untuk membesarkan anak-anaknya.


    Dalam sebuah wawancara, sebagai anak bungsu ia mengaku sangat dekat dengan ibunya. Namun bukan berarti ia bisa seenaknya bermanja-manja karena ibunya juga bisa galak kalau soal pendidikan. Hal itu juga yang mendorong Saddiq untuk serius belajar di sekolah


    Ia berkuliah di jurusan Hukum di International Islamic University Malaysia, salah satu universitas negeri paling top di Malaysia. Di masa kuliahnya, ia aktif mengikuti lomba debat dan berhasil meraih penghargaan Asia’s Best Speaker Award di ajang Asian British Parliamentary Debating Championship. Tak cuma sekali lho ladies, tapi tiga kali!


    Namanya mencuat di politik ketika di tahun 2016 ia dan 24 politikus muda lainnya di bawah nama Change Led by the Young Generation (Challenger) menulis statement penolakan terhadap kepimpinan Perdana Menteri Najib Razak yang tersandung skandal korupsi.


    Di tahun yang sama ia bergabung di Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang dibentuk oleh sosok idola yang kemudian menjadi mentornya di politik, Mahathir Mohamad. Di partai ini ia menjadi ketua kelompok pemuda dan menjadi salah satu anggota paling penting bagi partai tersebut.


    Sosoknya yang idealis pun berhasil menarik simpati banyak anak muda generasi millennial Malaysia agar lebih peduli soal politik dan anti golput. Suara dari anak muda sendiri diyakini menjadi kunci kemenangan partai tersebut di pemilu terbaru Malaysia.



    Di sebuah wawancara ia sempat menceritakan masa remajanya dan bagaimana ia dulu punya pandangan sempit. “Saya dulu sempat menjadi radikal dan hanya mau bergaul dengan orang yang seiman. Namun semakin bertambah umur dan bertemu banyak orang, pandangan saya berubah. Orang sering bilang kalau orang rasis atau radikal itu harus dijauhi karena mereka tidak bisa berubah. Saya tidak setuju, karena saya sendiri adalah bukti nyata kalau orang bisa berubah,” ungkapnya.




    Keberaniannya di dunia politik, khususnya karena berada di partai oposisi yang sering kontra dengan pemerintah, membuatnya sering mendapat ancaman dan sempat dilarang untuk mengisi pidato di beberapa universitas. Ia pun kabarnya sempat diiming-imingi uang sebesar 5 juta Ringgit (sekitar 17 miliar Rupiah) agar mau mundur dari politik. Namun dengan tegas ia bilang lebih baik mati dibanding menerima suap atau takut pada teror.


    Tahun lalu ia mendapat tawaran beasiswa untuk melanjutkan kuliah tingkat master jurusan Kebijakan Publik di Universitas Oxford, Inggris. Namun, atas berbagai pertimbangan dan restu dari keluarganya, ia memilih melewatkan tawaran tersebut dan tetap di Malaysia untuk fokus di politik.


    Salah satu pencapaian politiknya tahun ini adalah menjadi Member of Parliament (MP) yang mewakili daerah Muar di Dewan Rakyat Malaysia. Di usia yang baru 26 tahun ia berhasil mengalahkan banyak calon lainnya yang lebih tua. Kebijakannya sebagai wakil rakyat untuk daerahnya pun tak lepas dari hal-hal kekinian untuk generasi muda tanpa melupakan tradisi lokal dengan gencar mempromosikan wisata, kuliner, dan kebudayaan lokal.



    So, what’s next from him? Mahathir Mohamad sendiri baru mengumumkan tiga nama menteri yang akan bergabung di kabinetnya. Namun, melihat kedekatannya dengan Perdana Menteri yang baru terpilih, banyak yang memperkirakan kalau Saddiq pun akan memegang jabatan penting di pemerintahan baru ini. Yang jelas, sosok Syed Saddiq memang terbukti tak hanya mengalihkan perhatian karena wajah tampan dan penampilan atraktif saja tapi juga idealisme dan kemampuan politiknya. Kira-kira, kalau dari Indonesia ada juga tidak ya politikus muda yang secemerlang dia?


    (Image: Doc. Instagram @syedsaddiq)