Fashion

Fashion Show Desainer Lokal Di Bali Fashion Trend 2019

  by: Astriana Gemiati       15/5/2018
  • Bangga memiliki keanekaragam budaya, kultur dan keindahan Indonesia, yang menjadi daya tarik bagi pasar lokal ataupun internasional, khususnya garmen, Indonesian Fashion Chamber (IFC) kembali menghadirkan Bali Fashion Trend 2019 yang berlangsung pada tanggal 11 – 13 Mei 2018, Di TS Suites, Seminyak, Bali.

    Pulau dewata dipilih sebagai lokasi yang paling tepat, karena Bali tak hanya memiliki potensi bisnis yang sangat besar untuk pariwisata namun juga dalam industri fashion. Sebut saja kain tradisional seperti tenun, ikat, songket hingga batik, yang kini diproduksi menjadi busana kekinian kian banyak diburu tak hanya masyarakat lokal namun hingga ke mancanegara. Hal ini seolah menjadi aset penting yang perlu dilestarikan.





    Bali Fashion Trend 2019 mengambil tema “Look to The East”, National Chairman of IFC, Ali Kharisma mengatakan “Saya berharap bahwa desainer lokal mampu menciptakan tren dan bangga serta cinta dengan budaya ketimuran, bukan terbawa pengaruh dari budaya barat.” Tegasnya, pada saat menggelar press conference (11/5/2018) lalu di TS Suites, Seminyak, Bali. Jadi diharapkan melalui event Bali Fashion Trend 2019 ini, desainer lokal mampu memperkenalkan budaya Indonesia yang dihadirkan dalam koleksi busananya untuk naik ke level kancah internasional.


    Lebih dari 63 desainer yang berpartisipasi dan 737 busana yang ditampilkan dengan sentuhan budaya Indonesia, baik lini untuk laki-laki, kebaya, hingga ready to wear, melalui warna elektrik, oversized, gaun, hingga berpotongan sporty semua sangat apik ditampilkan oleh para desainer Indonesia.


    2Madison Avenue


    Koleksi “Blisslosophy” Summer 2018, 2Madison Avenue menampilkan sosok wanita, Frida Kahlo pada detail busananya dengan warna-warna playful. Sosok Frida juga dihadirkan melalui blazer, formal tops, dress hingga balutan chic-casual jacket dan bootleg pants.


    Syukriah


    Dominasi rona biru jeans yang light serta diimbangi dengan warna biru tua dan putih, Syukriah hadirkan busana ready to wear yang terlihat sangat nyaman, melalui long dress, loose pants, dan balutan outer.


    Angelica Wu




    Mengambil tema Fantasy Journey, Angeliqa Wu menggunakan bahan ringan, transparan, serta sistem patchwork dan beberapa cutting baju dengan detail layering, serta drapping tak beraturan melalui warna natural, pastel, dan dusty.


    Berry Mirsha


    Tema Kece, ditampilkan oleh Berry Misha melalui lini busana laki-laki melalui sentuhan motif batik parang kencana serta tambahan detail bunga dan stripes pada kemeja dan celana.


    Love & O2


    Misi untuk melestarikan dan melindungi hutan hujan Indonesia dan bermimpi dapat memberikan inspirasi kepada orang banyak,  Delia von Rueti menggerakan label Love & O2 dengan konsep alam melalui desain gambar pepohonan, air terjun, hingga aneka satwa penghuni hutan. Dengan harga terjangkau melalui ready to wear seperti T-shirt, sampai kain, semua profit akan disumbangkan untuk beberapa hutan yang sudah didirikan Delia di beberapa pulau di Indonesia, salah satunya Bali dan Kalimantan.



    Di hari ke tiga, Bali Fashion Trend 2019 pun ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para insan Mode Bali, dalam Bali Fashion Trend Awarding Night. The Icon for Sarong is My New Denim oleh Nandie Amidarmo, The Stylist of The Year oleh Anggie Anggoro dan Diaz, Textile Committed Partner Bintang Harapan Kurnia oleh Bpk. Mico, Living for Style oleh Elice Simoore, dan Forever Model oleh Melat. Congratulations!


    ( Image: Dok. Indonesian Fashion Chamber )