Beauty

4 Mitos Mewarnai Rambut Yang Jangan Kamu Percaya

  by: Silvya Winny       29/5/2018
  • Memperlihatkan bentuk sayang kamu pada rambut tidak selalu berarti melakukan perubahan padanya, lho. Melakukan perubahan yang ekstrem pada rambut saat baru putus cinta atau ketika memulai tantangan baru memang membuat kamu jadi seperti manusia baru. LOL. Umumnya, rata-rata perubahan yang dilakukan hanya sebatas mengganti potongan rambut, bukan mengganti warna yang beda. Mengapa demikian? Ada anggapan kalau mewarnai rambut hanya akan merusak batang rambut dan membuatnya jadi rapuh. Sebelum kamu berprasangka lebih jauh, baca 4 mitos mewarnai rambut berikut ini. 


    Mitos #1: Mewarnai rambut hanya akan merusaknya



    Fakta: Ya dan tidak. Itu semua tergantung pada bagaimana proses pewarnaan, jenis produk apa yang digunakan dan kondisi rambut kamu sebelumnya. Jika rambut tergolong lemah dan rapuh kamu harus sebaiknya menghindari cat rambut yang berbahan kimia terlalu keras. Tapi jika rambut kamu tergolong yang sehat, kamu tak perlu melalui proses bleaching, helaian rambut kamu tak akan terlalu tereksploitasi bahan kimia tinggi. Apabila rambut kamu berwarna terang dan ingin lebih gelap, cari cat rambut yang memiliki teknologi penghambat kerusakan. Atau cara terbaik lagi, minta solusi dari seorang hairstylist yang secara pengalaman tahu bagaimana memperlakukan rambut kamu.



    Mitos #2: Mewarnai rambut tidak setimpal karena warnanya cepat pudar

    Fakta: Ada dua jenis pewarna - permanen dan semi permanen. Cat permanen akan menetap seiring dengan pertumbuhan rambut dan semi permanen akan memudar setelah beberapa waktu namun masih akan meninggalkan beberapa sisa warna di helaian rambut. Semi-permanen akan pudar secara bertahap tiap kali keramas, namun ada trik untuk “menunda”nya dengan mencampur sedikit cat yang tersisa ke dalam sampo dan kondisioner. Atau aplikasikan produk perawatan rambut yang bebas sulfat untuk mencegah pengupasan warna.



    Mitos #3: Anda tidak bisa menggunakan styling tool usai mengecat rambut



    Fakta: Jika kamu baru saja mengecat rambut, terutama jika melalui proses bleaching, ini dapat membuat rambut kamu lebih rapuh untuk sementara waktu. Namun, ini tidak berarti kamu jadi menelantarkan alat styling rambut sama sekali. Maksudnya, kamu tetap bisa meluruskan atau mengeringkan dengan suhu sedang dan sebisa mungkin menggunakan hair-oil untuk melindungi rambut dari panas.



    Mitos # 4: Jika mengecat rambut, rambut akan tidak bervolume

    Fakta: Mengecat rambut sebenarnya memiliki efek sebaliknya lho, terutama jika kamu mengubah ke warna yang lebih terang. Ini disebabkan karena bleach yang digunakan membuat kutikula rambut mengembang sehingga helaian rambut akan terlihat lebih tebal dan penuh. Itulah mengapa mewarnai rambut membuat rambut jadi lebih bervolume dibandingkan proses peremajaan rambut. Batang rambut yang bengkak memudahkan proses pemasukan warna. Yes, darling kamu tidak akan lagi mengalami lepek (kecuali jika tak keramas berhari-hari ya).


    (Image: dok. Instagram @arianagrande, @cosmopolitan)