Love & Sex

6 Hal Yang Tak Boleh Kamu Korbankan Demi Cinta Pasangan

  by: Silvya Winny       30/5/2018
  • Mempertahankan hubungan supaya berjalan minus drama sering kali membuat kamu dan si dia harus kompromi akan sesuatu. Amirite?? Ketika sedang jatuh cinta, tidak artinya kamu harus merelakan kebahagiaan yang sudah ada untuk menentukan hubungan kamu. Kamu tak seharusnya menyesali sesuatu yang kamu sukai demi si dia kan?  Sedalamnya cinta kamu dengan seseorang, ada beberapa hal yang jangan sampai kamu korbankan hanya karena esensi membuat hubungan tahan lama. Karena Cosmo ingin kamu bahagia dalam hubungan dan tetap “damai” dalam hati, berikut enam hal yang sebaiknya jangan kamu korbankan:

    1.    Tujuan hidup kamu
    Begini: Jika kamu tengah menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak mendukung dalam mengejar mimpi kamu dan bantu kamu mencapai tujuan tersebut, darling,  (sorry not sorry) kamu ada di dalam hubungan yang salah. Cosmo tak menyarankan kamu untuk menjalin hubungan tersebut lebih lama lagi. Tidak seorang pun bisa membuat kamu merasa perlu untuk melepaskan karier atau tujuan yang dimiliki untuk mencapai masa depan. Satu-satunya orang yang dapat membuat keputusan tentang tujuan dalam hidup adalah kamu sendiri, bukan si dia.
    Hal yang sama pun berlaku ketika kamu dan si dia memiliki tujuan berbeda, karena di sinilah kalian berdua dituntut untuk saling kompromi dan menentukan keputusan untuk membuat hubungan ini berhasil.

    2.    Kebebasan kamu
    Tidak masalah berapa lama kamu sudah berpacaran dengan seseorang, jika hubungan tersebut pada akhirnya mempersoalkan kebebasan diri. Relationship bukan lagi soal seberapa sayang kamu dengan pasangan saja, tapi juga bagaimana soal seberapa besar kamu memiliki kebebasan memilih apapun serta menyatukan perbedaan dengan cara kompromi. Hubungan yang sehat adalah ketika kamu tidak dihinggapi perasaan bersalah dalam memutuskan sesuatu hanya karena si dia tak suka, karena itu yang Cosmo maksud dengan mengorbankan kebahagiaan.

    3.    Sahabat kamu
    Okay karena terbatasnya jumlah jam dalam sehari, pasti jadi tantangan tersendiri untuk membaginya dengan pekerjaan, me-time, si dia, keluarga, dan sahabat! Kadang ketika mulai pacaran akan ada sebuah masa kamu sedikit menjauh dengan sahabat dan lebih memproritaskan si dia. Jika menghabiskan waktu bersama sahabat pada akhirnya membuat si dia geram dan merasa tersaingi, ada baiknya kamu membahas masalah ini dengan si dia lebih serius lagi. Hubungan yang sehat bukan diukur darimana kamu memprioritaskan sahabat atau si dia lagi, tapi bagaimana membangun rasa cinta, saling percaya tanpa perlu mengorbankan kebahagiaan. Terlebih jika menyangkut sahabat. Hellooo!!


    4.    Jati Diri
    Tentu, perubahan itu normal - terutama seiring bertambahnya usia dan ketika mengalami banyak hal dalam hidup. Duh, tak bisa disangkal lagi kalau “identitas” kamu pasti akan berevolusi sedikit demi sedikit saat kamu bersama dengan si dia beberapa waktu. Itu normal kok. Yang tidak sehat adalah ketika kamu kehilangan cara kamu menilai diri sendiri dalam suatu hubungan. Kamu seharusnya tak harus menumbuhkan rasa percaya diri dalam hubungan, dan jika kamu berada dalam hubungan yang membuat kamu lupa siapa diri kamu, well, ini mungkin bukan hubungan yang sehat bagi kamu. Tidak peduli siapa yang Anda kencani, peganglah hal-hal yang menjadikan kamu ada adanya., dan jangan tukar “identitas” kamu tersebut untuk siapa pun.

    5.    Hobi kamu
    Cukup masuk akal jika waktu luang kamu yang tadinya untuk mengasah hobi dialihkan ke malam-malam kencan. Yang harus kamu waspadai adalah ketika si dia mulai menuntut lebih banyak waktu sehingga kamu tidak lagi memiliki ruang dalam jadwal untuk melakukan hobi dan keahlian kamu. Tidak hanya itu, jika si dia membuat kamu memaksa kamu untuk meninggalkan hobi kamu, Cosmo tak melihat hubungan ini akan membawa hal baik ke depannya, darling. Kamu sangat layak untuk bersama seseorang yang mendukung sepenuhnya dan ingin kamu melakukan hal-hal yang kamu sukai – biarpun ia tidak tertarik dengan hobi tersebut. That’s love honey!


    6.    Kesehatan dan kebahagiaan kamu
    Tidak ada hubungan yang seharusnya membahayakan kesehatan atau kebahagiaan. Dimana-mana rasa cinta itu menyehatkan. *wink. Jika pasangan atau hubungan kamu mulai membahayakan kesehatan mental, menyakiti kamu dengan cara apa pun, atau membimbing kamu untuk percaya bahwa kamu tidak pantas untuk bahagia, itu bukan hubungan yang seharusnya kamu jalani. Tidak masalah bagaimana besar cinta kamu pada seseorang, atau berapa lama kamu telah menjalani hubungan asmara tersebut, tapi jika ini membahayakan kesehatan dan bikin tak bahagia, lupakan! Kamu tidak perlu mengorbankan kebahagiaan bagi siapa pun, dan sejujurnya, pasangan yang penuh cinta tidak akan banyak menuntut kamu.


    Tidak peduli apa pun, kamu berhak jatuh cinta dengan seseorang yang memotivasi, bukan orang yang merusak diri dan mengharapkan kamu mengorbankan kepentingan dan kebebasan kamu untuk mereka. Penting untuk kamu tahu dan ingat, meminta kamu untuk memberikan hal-hal itu bukanlah cinta.





    (Image: dok. outnow.ch)