Lifestyle

Lazada Women’s Festival Hadirkan 7 Perempuan Hebat Indonesia

  by: Kezia Calesta       2/5/2019
  • Sebagai perusahaan berbasis teknologi dan pemimpin e-commerce di Asia Tenggara, Lazada Indonesia menghadirkan program khusus perempuan hebat Indonesia. Memasuki bulan Mei ini, Lazada menghadirkan sebuah program bertajuk Women’s Festival yang berlangsung pada 2 – 4 Mei 2019. Dalam program ini akan ada banyak promo untuk produk fesyen dan kecantikan, lho!





    Untuk memeriahkan program ini, Lazada Indonesia juga menghadirkan tujuh sosok perempuan yang berbicara menjadi dirinya yang baru. Mulai dari customer, seller, dan juga pegawai Lazada, inilah sosok perempuan yang menginspirasi:


    1. Anastasia Wibowo (CFO Lazada Indonesia)

    Selama lebih dari satu dekade berkarir di industri FMGC, Anastasia Wibowo banyak mendapat pengalaman yang memperkaya dirinya. Lazada menjadi tempat berlabuh bagi karirnya karena bisnis e-commerce adalah masa depan. 




    Prestasi dalam karirnya yang ia banggakan adalah saat ia berhasil mengembangkan talent menjadi pemimpin di masa depan. Menjadi perempuan baginya ialah pilihan, dan cantik ialah cerminan jiwa sebagaimana seorang yang anggun dapat memancarkan energi positif kepada orang di sekitarnya. 


    2. Monika Rudijono (CMO Lazada Indonesia)

    Berkarir di bidang periklanan selama 20 tahun menjadi jalan yang panjang bagi Seorang Monika Rudijono yang akhirnya memutuskan untuk berlabuh di Lazada Indonesia. Industri digital dipilihnya sebagai karir selanjutnya agar tetap relevan dengan zaman. 




    Bukan hal yang mudah bagi seorang perempuan untuk mempertimbangkan soal karir. Baginya, perempuan memiliki tantangan yang harus dihadapi, ketika menikah dan memiliki anak. Selain itu, bagi Monika mencari tujuan dari sebuah kemauan dapat membantu mengetahui prioritasmu dan apa yang unik untuk dilakukan. Ia menuturkan bahwa selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, dan hal itu tidak akan pernah berakhir dengan biasa-biasa saja. 


    3. Nadia Harto (Head of Legal Lazada Indonesia)

    Michelle Obama menjadi sosok perempuan yang menginspirasi seorang Nadia Harto. Keberhasilannya dianggap dapat menjadi contoh peran perempuan pada generasi muda di luar sana, karena berkecimpung lama di dunia hukum memberikan pengalaman yang begitu luas bagi Nadia. Dengan bergabungnya di industri digital memberikan Nadia peluang lebih untuk mengaplikasikan ilmu hukum yang ia miliki. 




    Perempuan dalam pusaran bisnis dipandang Nadia sebagai sosok yang memberikan perspektif baru, terlebih saat menjadi pemimpin. Ia menganggapnya dapat menjadi sebuah inspirasi bahwa mereka juga dapat menyeimbangkan antara life dan career di waktu yang bersamaan. 


    4. Aulia Rahmi (Customer Lazada – Social Media Specialist)

    Mengawali karirnya sebagai social media staff di perusahaan FCMG, Aulia Rahmi konsisten dengan passion-nya dalam dunia kreatif. Ia berpendapat bahwa bekerja di dunia digital sebagai social media specialist rasanya hidup banyak kejutan karena setiap hari harus ada ide baru. Baginya, kreatifitas yang menjadi benang merah dalam karirnya memberikan kesempatan dirinya harus mengetahui segalanya. 






    Sebagai perempuan, dirinya senang dapat kesempatan berkarir. karir yang ia miliki sebagai bukti bahwa dirinya dapat berkarya dan mandiri. Selain poin tersebut, ia menandaskan bahwa bersyukur adalah kunci kebahagian, walaupun hal tersebut sulit dilakukan dan mudah diucapkan. 


    5. Grania Ayuda (Customer Lazada – TRX & Yoga Instructure)

    Keinginannya untuk memiliki keleluasaan waktu merawat buah hatinya menjadi alasan seorang Grania Ayuda berhenti dari dunia korporasi dan beralih mengambil pekerjaan dengan waktu yang fleksibel. Maka dari itu ia memutuskan untuk meneruskan hobi olahraganya hingga menjadi instruktur TRX & Yoga. 




    Skala prioritas yang ia pilih merupakan keputusannya dalam perannya sebagai perempuan. Ia sadar bahwa kesempatan karirnya dapat diimbangi dengan tugasnya sebagai ibu, dan itulah yang membuatnya bahagia. Ia mengatakan bahwa harus percaya dengan kemampuan yang dimiliki, dan terus mengatakan kepada diri sendiri kalau Anda itu bisa. 


    6. Siti Sarah Nur Asyiffa (Seller Lazada Indonesia - Bebbishoes)

    Merasa kurang cocok dengan lingkungan kerja dunia hukum, Siti Sarah memutuskan untuk beralih menekuni bisnis online ritel dengan menjual sepatu wanita. Ia merasa bekerja kantoran kurang cocok dengan dirinya dan tidak sesuai dengan idealisnya, maka ia pun memulai bisnis dengan membuat label sendiri yang dinamai Bebbishoes. Melalui brand miliknya, ia ingin memberikan yang terbaik untuk pelanggannya dan berharap sepatu yang dijual tidak mengecewakan senantiasa memberikan kualitas, desain, dan harga yang sesuai. 




    Sebagai perempuan, apa yang ia jalankan memberikan pendewasaan dan menjadikannya lebih calm dan bersyukur. Sarah, lewat bisnis dan niat mulianya, ingin berdampak pada banyak orang. Ia beranggapan bahwa ketika perempuan sudah bisa mandiri akan dapat membantu orang lebih banyak lagi. Menurutnya peran perempuan dan laki-laki sama saja, dan tidak ada perbedaan di antara keduanya.


    7. Janet Prasetio (Seller Lazada – Wearstatuquo)

    Seni telah menjadi bagian dari seorang janet Prasetio sejak dulu. Sense of art yang dimiliki dirinya menuntunnya untuk memulai Wearstatuquo, sebuah lini fesyen wanita yang dibuat dengan cinta. Wearstatuquo yang didirikannya bersama sahabat dan saudaranya ini membuatnya tidak berhenti belajar dalam mengelola lini fesyen.  Pada awalnya ia hanya menjadikan bisnis ini sebagai pekerjaan sampingan, namun lambat laun rasa bangga telah mendominasi dirinya pada brand yang telah dibuatnya ini dan memutuskan untuk berhenti bekerja guna fokus pada perkembangan brand-nya. 




    Melalui Lazada, Wearstatuquo semakin banyak dikenal. Tak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota besar lainnya di Indonesia. Di bisnis online ia mengatakan bahwa sebuah keharusan untuk selalu mencoba berevolusi. Berubah dan berkembang adalah hal yang selalu ia tanamkan pada semua timnya. 


    (Image: doc. Lazada)