Better You

5 Tips Jitu Agar Tubuh Tetap Fit Selama Puasa

  by: Giovani Untari       6/5/2019
  • Katakan selamat tinggal pada tubuh lemas, gangguan pencernaan, hingga berat badan yang melonjak selama bulan puasa. Ini sejumlah strategi Cosmo agar puasa kamu tetap on fire hingga akhir! Yes, we set the best strategy just for you!





    For all the positive spirit, Cosmo percaya nothing is impossible! Termasuk saat kamu menjalani ibadah puasa selama 13 jam lamanya. Meski terdengar bukan sebuah hal yang patut dicemaskan, permasalahannya tak sedikit yang merasa puasa menantang untuk dijalani. Ohhh.. ini tentu bukan sekadar menahan godaan tak menyesap segelas iced caramel macchiato di pagi hari atau makan siang dengan pasta kesukaanmu sepanjang kurang lebih 30 hari. 

    Ya, meski memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan (seperti meningkatkan), puasa terkadang juga bisa punya dampak kurang menyenangkan pada kondisi tubuh. Permasalahan seperti tubuh lemas, gangguan pencernaan, berat badan yang melonjak, hingga menurunnya imunitas tubuh kerap menjadi mimpi buruk bagi mereka yang menjalaninya. 




    “Pada saat Anda berpuasa, tubuh membuat dirinya memasuki fase starving. Saat ini tubuh menurunkan kemampuannya, termasuk menurunkan bassal metabolic-nya. Ini adalah salah satu cara tubuh mengefisensikan energinya, sehingga tidak jarang merasa lemas. Jadi sangat penting bagi Anda untuk memilih pola makan yang tepat agar tubuh mendapat energi yang cukup sepanjang hari,” tutur dr. Diana F. Suganda, Mkes, Sp.GK. Jadi inilah hal yang dapat dilakukan agar puasa tetap fit dan penuh semangat hingga akhir. 


    WEEK 1 : START THE RACE WITH GOOD FOOD



    Minggu awal puasa adalah fase di mana tubuh masih memiliki energi yang penuh untuk menghadapi fase starving. Maka memilih menu makanan yang tepat dan penuh nutrisi adalah kunci dari lancarnya aktivitas berpuasa selama sebulan penuh. Adanya perbedaan jam makan selama puasa bukan berarti kamu harus memangkas kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan kata lain, kamu tetap harus menyeimbangkan gizi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung protein, karbohidrat, serat, dan lemak baik selama puasa. “Untuk itu pilihan makanan pada saat sahur dan berbuka sangat penting, terlebih pilihan menu sahur  karena ini menjadi penentu lancarnya puasa. Makanan yang tinggi serat, protein tinggi, juga memiliki karbohidrat kompleks dapat membantumu kenyang seharian. Pilihan makanan ini juga membuat Anda bertenaga dan terhindar dari rasa lemas. Hindari menu yang diolah dengan cara digoreng karena makanan tersebut mengandung lemak tinggi menyulitkan pencernaan serta membuat perut terasa bloated,” tambah dokter Diana. 


    (STILL) WEEK 1 : BREAK WITH RULES



    Kamu pastinya kerap terbayang mengonsumsi semangkuk kolak manis atau segelas es buah refreshing untuk berbuka puasa, bukan? Well, sah-sah saja kok menyantapnya sesekali. Tapi ingat, bukan berarti kamu dapat menjadikannya sebagai menu regular harian. “Orang kerap salah kaprah dan menganggap saat berbuka puasa kita bisa makan sepuasnya. Padahal tidak seperti itu, menu berbuka pun harus tetap yang sehat dan terkontrol,” ujar dokter Diana kembali.

    “Takjil yang Anda makan umumnya mengandung gula tinggi dan lemak jenuh. Ini akan membuat gula darah melonjak dan buruk bagi para penderita diabetes. Maka untuk menjaga kadar gula dalam batas yang wajar Anda bisa memilih alternatif menu buka yang lebih sehat dan manis, seperti mencoba smoothies segar dan kurma,” tambah dokter spesialis gizi klinik yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya tersebut. Sama seperti sahur, menu makan malam pun sebaiknya memiliki nutrisi yang memadai dan baik bagi tubuh. Psst.. practice makes perfect! Kebiasaan yang baik di awal puasa akan membantu tubuh beradaptasi dan tetap fit selama menjalaninya.


    WEEK 2 : DON’T FORGET TO EXERCISE





    Di minggu kedua puasa umumnya kondisi tubuh masih berada di fase terbaiknya. Artinya tidak ada halangan agar kamu tetap kembali ke kelas pilates atau pound fit favorit Anda. Ragu harus melakukan exercise berat saat di bulan puasa? dr. Diana F. Suganda, Mkes, Sp.GK memberi trik promising untuk para Cosmo babes. “Anda tetap bisa menjalani olahraga tanpa harus terganggu. Tetapi bagi Anda yang tidak terbiasa olahraga saat puasa, lebih baik melakukan aktivitas ini sesaat sebelum berbuka puasa atau setelahnya. Dua waktu ini membuat Anda terhindar dari rasa haus dan lapar,” tutupnya. Win-win solution, right?


    WEEK 3 : TOP UP YOUR SLEEP



    Tidak hanya metabolisme, jam biologis tubuh pun tentunya juga turut berubah saat menjalani puasa. Aktivitas sahur yang dijalani memengaruhi waktu tidur, sehingga tidak jarang banyak keluhan akan rasa kantuk yang melanda saat menjalaninya Di bulan puasa kamu sebaiknya mengatur jadwal tidur sebaik mungkin agar tubuh beristirahat secara cukup. Jika biasanya kamu tidur di atas pukul 23.00 – 01.00 (thank you Netflix and Instagram!), maka sebaiknya majukan jam tidur sekitar pukul 21.30 – 22.00. Dengan tidur di jam tersebut, tubuh memiliki waktu istirahat sekitar lima hingga enam jam sebelum sahur. Serta sempatkan untuk beristirahat tidur siang selama 15-30 menit agar energimu tetap terjaga selama puasa. Kekurangan energi selama puasa dapat menjadi masalah baru yang berdampak pada kurangnya suplai energi ke otak dan voilaa.. Kamu lebih cepat merasa ngantuk, lemas, dan sulit berkonsentrasi!


    WEEK 4 & 5 : KEEP CALM AND BOOST YOUR HEALTH



    Minggu-minggu terakhir puasa adalah fase dengan godaan terbesar saat menjalaninya. Di sini biasanya kamu telah untuk memasuki persiapan Idul Fitri. Dan artinya... selamat datang aktivitas hunting outfit lebaran, belanja kebutuhan hari raya, hingga mudik. Meningkatnya aktivitas selama puasa di minggu terakhir membuat kamu perlu menjaga stamina dan pola makan sebaik mungkin. Jadi apakah kamu langsung terpikir untuk menambah suplemen multivitamin dalam list? Hold on! “Sebenarnya suplemen bersifat individual dan dapat Anda konsumi jika asupan nutrisi makanan Anda kurang. Tetapi jika asupan Anda telah memenuhi standar gizi maka tidak ada salahnya men-skip hal ini,” tambah dokter Diana. Suplemen kesehatan bisa saja menjadi sahabat terbaikmu, asalkan penggunannya memang dibutuhkan. Jangan lupakan juga untuk membuat tubuh selalu terhidrasi dengan meminum air putih dalam jumlah yang tepat bagi tubuh. Karena ini salah satu cara terbaik membuat tubuh tetap fit hingga hari terakhir puasa.


    STEAL THE TRICKS:

    Belum puas dengan sejumlah cara agar puasamu berjalan lancar? Berikut sejumlah trivia yang bisa kamu coba berdasarkan rekomendasi Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana F. Suganda, Mkes, Sp.GK:

    1. Buka puasa terlebih dahulu dengan segelas air putih bersuhu ruang. Baru lanjutkan dengan mengonsumsi minuman hangat atau dingin.

    2. Jus buah dengan pemanis alami atau smoothies bisa menjadi asupan protein, vitamin, dan gula yang lebih sehat. Try it, ladies!

    3. Bagi penderita gangguan pencernaan seperti maag, hindari makanan yang dapat memicu produksi asam lambung berlebih seperti umbi-umbian dan sayuran yang mengandung gas di dalamnya. Hindari pula bahan makanan yang mengandung kafein seperti teh, kopi, dan cokelat.

    4. Tidak ingin berat badan meningkat selama puasa dan Lebaran? Waktunya mengunduh aplikasi penghitung kalori di smartphone. “Dengan aplikasi penghitung asupan kalori harian, Anda dapat menjaga berat badan tetap stabil dan menghindari kenaikan berat badan setelah hari raya,” tutur dr. Diana.


    Images: Unsplash.com, Tenor.com.

    Artikel pernah dimuat di Cosmopolitan Indonesia edisi Mei 2019 dengan judul FAST(ING) BUT NOT FURIOUS.