Celebrity

Girl Power! 4 Wanita Berbagi Kekuatan lewat Koleksi Converse

  by: Givania Diwiya Citta       15/5/2019
  • Dalam balutan sepatu Converse koleksi Love The Progress yang menginjeksi pesan powerful, keempat wanita ini berbagi tentang makna kesuksesan dan kekuatan dalam mewujudkan mimpi-mimpi personalnya, sekaligus mewujudkan konsep women empowerment yang menebarkan virus positivity antar wanita. Mari simak kisah mereka, dan rasakan suntikan girl power yang swarming ini! 


    MONITA TAHALEA

    “#InMyConverse I will walk my journey.”

    “Makna sukses bagi saya adalah ketika kita tidak berhenti pada kegagalan, bahwa kita memutuskan untuk terus maju saat sepertinya sudah tidak ada jalan lagi,” buka Monita dalam mengartikan bahwa progres adalah sebuah hasil. Bahkan selepas 18 tahun masa berkarya sejak memulainya pada ajang Indonesian Idol 2005, Monita pun tak luput mengalami momen turning point dalam ekspedisi kariernya. “Banyak yang bilang bahwa Indonesian Idol adalah ajang yang instan. Padahal saat melalui prosesnya, tidak mudah untuk memenuhi tuntutan demi bisa menjadi idola setiap hari konstan selama beberapa bulan. Apalagi setelah tidak ada lagi tepuk tangan di setiap minggu dari para penonton, membuat saya harus memulai segala hal dari nol lagi,” ungkap Monita. 




    Pasca masa Idol, ia lantas menjajal album pertama yang bergenre jazz bersama nama-nama besar seperti Indra Lesmana. Setelahnya, Monita mengalami lima tahun proses belajar dan ekspedisi pencarian diri serta identitas musiknya yang sejati, hingga lahirlah album Memulai Kembali yang mengubah segalanya. Monita yang muncul tanpa basic dari dunia entertainment, butuh waktu hingga 11 tahun untuk melepas bayang-bayang label besar yang sebelumnya melekat pada titelnya. Saat poin inilah ia menaklukan ketidakpercayaan dirinya, melepas diri dari belenggu pikiran negatif yang diciptakannya sendiri, dan mampu bangga akan seluruh kapasitas kemampuannya yang ia kerahkan pada musiknya. Hasilnya? Karya otentiknya diterima dengan respon yang teramat baik.


    TASYA NUR MEDINA

    “#InMyConverse I will add value to the people around me.”

    Dengan bisnis fashion yang digawangi bersama adiknya dalam Meccanism, sekaligus menjalani peran sebagai motivator, sambil menjalani peran seorang wanita di rumah untuk keluarga, Tasya mewujudkan makna sukses definisinya sebagai seseorang yang mampu meraih segala hal yang dijalani dan yang dirintis dari nol. Sukses juga berarti meniti proses demi proses hingga mendapati titik pencapaian yang diinginkan. Bahkan baginya, progres merupakan proses yang paling memuaskan untuk dialami dalam sebuah perjuangan. Seperti caranya dalam menggagas bisnis fashion yang merupakan salah satu cita-citanya untuk sebuah tujuan mulia. Yaitu untuk menciptakan sebuah platform berkumpul dengan keluarga, sekaligus untuk memberi sang ibu sebuah rumah. 


    Kini setelah enam tahun bisnisnya berjalan, satu per satu impiannya pun terwujud. Namun Tasya tahu bahwa ia tidak akan berhenti sampai di situ. Pencapaian ini justru mendorongnya untuk terus melakukan lebih pada hal-hal yang berharga bagi Tasya. Sebagai seseorang yang justru bergairah setiap bertemu hari Senin yang produktif, Tasya juga mengaplikasikan konsep women empowerment dalam setiap aktivitas yang dipimpinnya. Terutama pada label bisnisnya yang kini telah berekspansi hingga ke bidang kecantikan. Wanita yang mendominasi 90% lingkungan kerjanya, ia berdayakan untuk berkarya sesuai dengan keyakinan Tasya bahwa wanita memiliki kapabilitas kuat untuk berkreasi tanpa batasan. Selayaknya prinsip personal yang ia junjung tentang peran wanita sebagai seseorang yang menjadi manfaat bagi orang lain, Tasya pun tidak berhenti menyebarkan nilai bermuatan positif ke setiap orang yang melintasi hidupnya.


    REGINA IVANOVA

    “#InMyConverse I will walk towards my journey in confidence!”

    Dengan target merilis dua single baru untuk diluncurkan tahun ini, seperti salah satunya single berjudul Selamanya yang telah rilis, Regina memanifestasikan makna kesuksesan dengan dedikasinya berkarya dalam musik. Ia merealisasikan mimpinya sejak usia dua tahun untuk menjadi penyanyi, dan memperlakukan pencapaiannya sebagai kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Baginya, progres adalah super penting, karena tak ada kesuksesan yang instan. Seperti yang ia wujudkan dalam meruntuhkan label ‘instan’ yang melekat padanya berkat kemenangannya pada ajang Indonesian Idol 2012. “Saya baru lolos masuk ajang ini bahkan setelah audisi yang ketujuh. Selama masa karantina pun, proseslah yang membentuk saya menjadi Regina versi sekarang,” ungkapnya.


    “Adalah sebuah progres yang membuat Regina versi hanya penyanyi kafe hingga menjadi Regina yang bernyanyi di mana saja serta bisa berkolaborasi dengan siapa saja,” lanjut Regina yang gigih menekuni musik secara profesional sejak lulus SMA, yang masa berkariernya merentang lebih dari 15 tahun ini. Ia pun memiliki misi personal untuk mendorong generasi baru tanah air agar mengenali passion hati masing-masing, dan gigih untuk meraih segala cita-cita. Seperti yang tanpa sadar ia contohkan dalam wujud penyanyi yang jujur bernyanyi dari hati menyampaikan seluruh lirik dan lagu yang diciptakan, namun tetap menjadi penyanyi yang rendah hati dan berakar pada tempat yang menjadi asalnya. Elegan dan sepenuh hati, Regina berjalan menuju masa depannya dengan percaya diri.


    FATHIA IZZATI

    “#InMyConverse I am ready to rock!”

    “Sukses bukan berarti saat Anda memiliki segalanya. Success is when you accept yourself and make peace with yourself,” ujar Fathia, wanita muda dengan segudang aspirasi besar. Ia memiliki berbagai mimpi dan menjalaninya secara lintas profesi. Mulai dari Fathia sebagai content creator di balik @kittendust, sebagai vokalis dalam band indie Reality Club, sebagai seorang pelajar konstan yang lulus dari jurusan Hukum di Universitas Indonesia dan meniti mimpi untuk melanjutkan jenjang pascasarjana. 




    Berbagai momen turning point dalam perjalanan berkariernya pun ia alami, seperti saat band miliknya meraih nominasi penghargaan Ami Awards 2018 untuk kategori Pendatang Baru Terbaik, meski bergerak independen di antara arus deras industri musik tanah air. Atau saat ia mengawali karier sebagai content creator sejak 2012 di mana ia menghadapi tantangan untuk menjadi konsisten. Apalagi sebagai salah satu dari generasi awal penggagas frase Youtuber yang saat itu masih bisa dihitung dengan jari, ia pun berusaha untuk terus mengumpulkan kepercayaan diri agar berhenti vakum berkarya, demi mewujudkan salah satu mimpinya sejak kecil ini. 

    Seluruh progres yang ia lalui hingga menuai hasil, membuatnya ingin terus upgrade kemampuan diri dan berkarya secara lebih matang serta maksimal. Bahkan dengan menjadi salah satu anggota generasi milenial di era terkini, Fathia mengartikan makna perannya sebagai wanita Indonesia modern yang mampu menjadi apapun dan bangga terhadap apapun yang membentuk dirinya. Mendobrak stigma tentang batasan yang dimiliki wanita, adalah misi personalnya untuk berkontribusi dalam gerakan women empowerment yang tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga pada panggung global. Kudos


    Fotografer: Eddy Sofyan

    Stylist: Dheniel Algamar

    Ass. Stylist: Yovita Pratiwi

    Makeup Artist: Claudya Christiani & Mutia Deviana

    Digital Imaging: Ragamanyu Herlambang

    Wardrobe: (Regina) keseluruhan busana, Marks & Spencer; (Fathia) keseluruhan busana, Topshop; (Tasya) suit, Topshop; (Monita) keseluruhan busana, Zara; keseluruhan sepatu, Converse.

    Artikel ini dimuat pada Cosmopolitan Indonesia edisi Mei 2019 dengan judul "Fields of Empowered Women"