Love & Sex

Ups, 6 Hal Ini Terlihat Romantis, Tapi Sebenarnya Tak Baik!

  by: Alvin Yoga       16/5/2019
  • Kebanyakan orang menginginkan pasangan yang perhatian, penyayang, dan - kalau kamu mencari pacar untuk hubungan yang serius - mau diajak berkomitmen. All great things! Namun terkadang, terutama ketika kamu mengikuti saran dari film-film romantis, kebiasaan pasanganmu yang terlihat bak kesatria tersebut sebenarnya memiliki beberapa kekurangan yang fatal. Jadi, sebelum kamu menyesal di kemudian hari, ketahui bahwa enam hal yang tadinya kamu anggap romantis ini, sebenarnya adalah sebuah hal yang problematis.


    1. Si dia terlalu cepat mengungkapkan perasaan

    Jika kamu pernah dekat dengan seorang pria yang tak bisa mengutarakan perasaannya meski kalian sudah enam bulan masa pendekatan, bertemu dengan seorang pria yang berkata, "HEY, AKU SUKA SAMA KAMU!" meski kalian baru satu bulan bersama memang terasa seperti suatu berkah.



    Namun hal ini sebenarnya tergantung dari cara si dia mengungkapkannya. Menurut Dr. Mariana Bockarova, Ph.D., pengajar relationship psychology dari University of Toronto, sah-sah saja untuk tergila-gila dengan seseorang meski baru bertemu satu atau dua kali. Tapi ketika seseorang mengatakan hal yang krusial seperti, "Aku benar-benar jatuh cinta padamu," atau "Aku tahu kamu adalah soul mate-ku dan aku mau menghabiskan sisa hidupku denganmu," dua atau tiga minggu setelah kalian baru berkenalan, kamu sebaiknya mengambil beberapa langkah mundur.

    "Meski tak semua kasusnya seperti ini, namun dalam beberapa kasus yang terjadi, pada akhirnya sang pasangan ternyata memiliki kebiasaan suka mengontrol, abusive, atau justru sangat narsistik," ujar Dr. Bockarova.

    Memang, saat ini si dia merasa bahwa dirinya benar-benar jatuh cinta padamu, namun sebetulnya mereka belum benar-benar mengetahui semua hal tentangmu apalagi kekuranganmu. Jadi, ketika ada satu atau dua hal yang tidak ia suka dari kamu, si dia mungkin akan membalasnya dengan sifat agresif, atau justru malah menjauh. Skenario terburuknya, kamu jadi takut untuk menunjukkan jati dirimu yang sesungguhnya karena kamu tak mau mengecewakan pasanganmu.

    "Berhati-hatilah dengan seseorang yang berani mengungkapkan perasaannya sebelum ia benar-benar mengenalmu," ucap Dr. Bockarova. "Buka matamu, hubungan yang bertahan lama dan sehat membutuhkan komunikasi, rasa percaya, serta ketulusan hati - yang seluruhnya membutuhkan waktu."


    2. Si dia terlalu banyak bercerita tentang dirinya di kencan pertama

    Memang menyenangkan bertemu dengan seseorang yang mau berbagi banyak hal di kencan pertama. Hal tersebut membuatmu merasa lebih mengenal sosoknya - terutama kalau mereka banyak bercerita mengenai masa kecilnya atau keluarganya. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa mereka tidak takut untuk membuka diri terhadapmu. Namun hati-hati jika pembicaraan tersebut mulai beralih soal hubungan cintanya dengan sang mantan. Well, kalau ia menyebut sang mantan satu kali ketika sedang bercerita mengenai liburannya bersama para sahabat, that's one thing. Namun kalau ia banyak membahas seputar pengalaman kencannya yang dahulu, atau berkata kasar soal mantan-mantannya, mungkin ia belum siap untuk membangun suatu hubungan yang baru.


    3. Si dia rajin mengirim pesan tanpa henti

    Ketika kamu sedang jatuh cinta dengan seseorang, sah-sah saja untuk saling berkirim pesan dan banyak bercerita mengenai ini-itu. Dan hal ini jelas lebih romantis ketimbang pria gebetan membalas pesanmu setelah empat hari, hanya dengan isi pesan "lol". Namun, terlalu sering mengirim pesan - apalagi isinya hanya meme - adalah suatu tanda yang buruk.

    "Mereka terlalu sibuk dengan perasaannya sendiri, sehingga tak sadar bahwa perilaku yang mereka lakukan (terlalu banyak berkomunikasi) adalah suatu hal yang salah," ujar Dr. Bockarova. Jika mereka merespon pesanmu yang terlambat dengan perasaan marah, atau membuatmu merasa bersalah karena terlambat membalas pesan, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan.




    4. Si dia rela menghabiskan SELURUH waktunya untukmu

    Secara teori, "I just can't get enough of you!" memang terdengar begitu romantis dan menggoda, karena ya, faktanya kamu adalah sosok yang saat ini sedang menjadi nomor satu di hatinya. Tapi jika si dia menawarkan untuk bertemu denganmu setiap harinya - bahkan ketika kamu jelas-jelas memberitahu bahwa kamu sedang memiliki janji bertemu dengan the girls - then look out for an exit.

    "Keinginan untuk terus memiliki quality time bersama dapat menjadi suatu hal yang toxic dan tidak sehat, apalagi ketika kamu mulai merasa tertekan atau bersalah karena tak bisa menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat terdekat," ujar Dr. Bockarova. "Sebuah hubungan yang baik harus dibangun atas dasar rasa percaya, peduli, pengertian, dan cinta; bukan paksaan, manipulasi emosi, dan rasa takut terhadap pasangan."


    5. Si dia SANGAT protektif

    "Saya tak bisa melihatmu bersama lelaki lain," mungkin awalnya memang terdengar manis. Tapi jika kalimat tersebut ia katakan berulang kali, hal ini bisa menunjukkan bahwa ia sedang menyembunyikan rasa cemburu yang tidak sehat. "Rasa cemburu adalah sebuah respon yang normal saja terjadi terhadap suatu ancaman dalam sebuah hubungan," jelas Dr. Bockarova mengenai perubahan emosi manusia ketika hubungan mereka sedang dalam bahaya. Namun, rasa cemburu yang irasional bisa menjadi tanda bahwa si dia sebenarnya sedang berusaha untuk mengatur hidupmu!

    "Kalau kamu merasa bahwa seringkali kamu harus memberi penjelasan ketika kamu seharusnya tidak memberi alasan, atau ketika si dia mulai terlalu sering curiga sampai-sampai mengecek handphone dan media sosialmu dengan cara yang membuatmu merasa kurang nyaman dan dihargai, ini adalah lampu merah untuk hubungan kalian," tambahnya.


    6. Si dia membuat janji yang... tak masuk akal

    Bukan berarti kalimat seperti, "Aku tidak akan pernah menyakiti kamu," sepenuhnya salah, namun terkadang beberapa orang suka mendramatisasi sebuah hal yang kemudian menjadi janji yang tak bisa mereka tepati sendiri.

    "Perhatikan saja apakah perlakuannya terhadapmu benar-benar sesuai dengan apa yang ia katakan," ujar Dr. Bockarova.


    All in all, mereka yang sering melakukan hal-hal romantis (atau mengatakannya) tak melulu selalu menjadi pasangan yang baik untuk sebuah hubungan yang serius, meskipun mungkin di awal hubungan mereka terlihat begitu peduli padamu. Pada akhirnya, waktulah yang akan menjawab apakah si dia juga mau mendengarkan pendapatmu, menerima kekuranganmu, menghargai keputusanmu, dan membuatmu merasa dicintai - in a real way.

    (Alvin Yoga / FT / Image: Dok. outnow.ch)