Better You

15 Hal yang Tidak Boleh Dikatakan Pada Teman yang Depresi

  by: Shamira Priyanka Natanagara       19/5/2019
  • Depresi masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia, padahal depresi adalah gangguan mental yang serius dan tidak boleh disepelekan. Mungkin kamu masih mengira depresi itu tidak berbeda dengan perasaan sedih. Yes, pengidap depresi akan merasa sangat down dan lesu, tapi berbeda dari rasa sedih biasanya, depresi berlangsung selama dua minggu atau lebih, dan penderitanya akan merasa putus asa dan worthless.

    Nah, karena pengetahuan mengenai ganguan ini masih cukup minim, sering terjadi kesalahan dalam menangani individu yang depresi. Kalau kamu memiliki teman yang memiliki gejala depresi, atau telah memberi tahu bahwa ia depresi, kamu harus menanganinya dengan hati-hati. Mungkin kamu ingin menjadi teman yang baik dan memberi nasihat, tapi seringkali nasihat yang diberikan justru mengganggu dan membuat temanmu merasa lebih buruk. Agar kamu tidak mengucapkan kata-kata yang salah, berikut adalah 15 hal yang tidak boleh dikatakan pada seorang pengidap depresi. Simak baik-baik, ya!





    1. "Kamu depresi? Tapi kamu kelihatannya baik-baik saja, kok!"

    Hanya karena ia tidak terlihat depresi bukan berarti ia tidak mengalaminya. Kebanyakan orang yang mengidap depresi justru berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja, jadi jangan ucapkan kata-kata ini pada temanmu.


    2. "Positive thinking saja."

    Nope, tidak semudah itu. Coba dipikirkan lagi, kalau hidup sudah terasa sulit dan menderita, dan kepala kamu penuh dengan berbagai macam hal, apakah mudah untuk coba berpikir positif? Hidup dengan pikiran yang positif memang lebih enak, but how?


    3. "Ayo, dong, berhenti mengeluh."

    Kamu tidak tahu perasaan temanmu seperti apa, jadi jangan berasumsi kalau ia mengeluh hanya untuk mencari perhatian atau karena dia manja. Kata-kata ini dapat membuat temanmu merasa bahwa depresinya hanyalah masalah sepele.




    4. "Kamu kurang bersyukur."

    Depresi bukan berarti ia kurang bersyukur, dan lebih sering bersyukur juga tidak akan menyembuhkan depresinya. Depresi adalah gangguan mental yang serius, dan kalimat ini hanya akan membuat temanmu merasa guilty.


    5. "Cheer up!"

    Again, tidak semudah itu! Mungkin kamu bermaksud baik, tapi "cheer up" tidak akan menyelesaikan segalanya, dan tidak mudah bagi orang depresi untuk merasa bahagia. 


    6. "Lakukan hal-hal baru, keluar rumah, mungkin bisa merasa lebih baik."

    Bangkit dari tempat tidur saja mungkin sulit bagi temanmu, apalagi keluar rumah dan beraktivitas. Kalau bisa, sih, mungkin akan ia lakukan, jadi kamu harus berhenti menyuruhnya untuk beraktivitas karena hal ini mengganggu.



    7. "Orang-orang lain, tuh, banyak yang hidupnya lebih enggak enak."

    Yes, temanmu juga tahu, kok, tapi bukan berarti depresi temanmu tidak serius, kan? Sama seperti beberapa kata-kata lainnya, mengucapkan hal ini akan membuat temanmu merasa lebih buruk dan menyepelekan depresi.


    8. "Mungkin kamu kurang berdoa."

    Kurang berdoa bukanlah alasan teman kamu mengalami depresi. Kamu harus mulai memperlakukan depresi seperti penyakit lainnya, semisal flu. Apakah kamu akan menyuruh penderita flu untuk berdoa lebih banyak? Penderita flu juga akan diberi obat, kan? Nah, sama saja dengan temanmu yang depresi. Pertolongan pertama yang ia butuhkan adalah dari psikolog, psikiater, atau konselor. 


    9. "Hidup memang tidak adil."

    Semua orang juga sadar kalau hidup itu tidak adil—termasuk temanmu! Jadi jangan ucapkan kalimat ini padanya karena tidak akan membantu.






    10. "Itu cuma pikiranmu saja."

    Nah, ini adalah salah satu kalimat yang menyepelekan kondisi orang depresi. Walaupun mungkin perasaan temanmu terkesan irasional, itulah yang sedang ia rasakan, dan tidak baik jika kamu membuatnya merasa kalau perasaannya itu tidak benar. 


    11. "Everything will be okay."

    Eits, tunggu dulu, kamu tahu dari mana kalau semua in akan berakhir baik-baik saja? Bukan berarti kamu tidak ingin a happy ending, tapi kata-kata ini bisa memberi temanmu false hope dan membuatnya tambah resah. Mengatakan hal ini juga tidak akan membangkitkan semangat temanmu secara langsung, karena memang ia membutuhkan lebih dari sekedar "it's going to be okay". Plus, kalimat ini bisa membuat temanmu merasa kalau ia telah menjadi beban.


    12. "Mungkin kamu harus lebih berusaha untuk tidak sedih"

    Umm... kalau mampu mungkin temanmu sudah memilih untuk senang. Namun kenyataannya, butuh proses yang cukup lama untuk bangkit dari depresi. It's not that easy, girls!




    13. "Sudah, lupakan saja"

    Don't say this! Kata-kata ini akan membuat temanmu merasa kalau penderitaannya itu tidak penting. It is important, dan ia tidak akan bisa mengabaikannya dengan begitu saja.


    14. "Semangat, kamu pasti bisa, kok!"

    Kenyataannya, kata-kata saja tidak bisa membantu. Cosmo mengerti, kok, kamu tidak bermaksud buruk, tapi kata-kata ini bisa membuat temanmu merasa tertekan.


    15. "Ngerti, kok"

    Girls, this is a big no-no. Kamu yakin kamu mengerti perasaannya? Kata-kata ini memberi kesan kalau kamu meremehkan penderitaan temanmu. Depresi itu bukanlah perasaan sedih saja, gangguan mental ini dapat membuat penderitanya kehilangan energi dan merasa bahwa hidup ini tidak berarti. Penderitaan temanmu tidak bisa dibandingkan dengan momen-momen sedih yang pernah kamu alami, jadi coba kamu pikirkan ulang: do I really understand?


    Girls, kalau kamu depresi dan merasa ingin mengakhiri hidup, atau mengenal seseorang dengan tendensi tersebut, segera hubungi psikolog atau psikiater. Berikut adalah beberapa hotline yang Cosmo ketahui:

    - Halo Kementerian Kesehatan: 1500-567

    - International Wellbeing Center: 0812-905-29034 (SMS/WhatsApp)

    - E-counseling Yayasan Pulih: [email protected]

    - No. Telepon Pencegahan Bunuh Diri, Jakarta: 021-7256526, 021-7257826, 021-7221810


    (Shamira Natanagara / VA / Image: Becca Tapert on Unsplash, GIPHY)