Lifestyle

Ini Dia 6 Fan Theories Soal Episode Terakhir Game of Thrones

  by: Alvin Yoga       19/5/2019
  • Episode terakhir Game of Thrones hanya tinggal menghitung jam, dan meski banyak yang kecewa dengan episode 5 Game of Thrones season 8 kemarin, namun para penggemar saga ini tetap tak mau ketinggalan episode yang akan menutup keseluruhan cerita tersebut.

    Dan ya, tentu saja Reddit sudah penuh dengan teori-teori (tergila!) dari para fans. Berikut ini adalah beberapa teori yang paling menarik (dan mungkin saja terjadi, hey who knows!). Apa saja teori mengenai episode terakhir Game of Thrones season 8 tersebut? Siap-siap tercengang, baca lengkapnya di bawah ini!




    WARNING! Jika kamu belum menonton episode 5 kemarin, tutup halaman ini segera. WE WARNED YOU!


    1. Drogon akan mengkhianati Daenerys

    Dalam buku novelnya, Dany ditakdirkan untuk tiga kali dikhianati, dan para penggemar menebak bahwa kali ini Dany akan dikhianati oleh naganya (atau anaknya) sendiri, yaitu Drogon. Berikut adalah pernyataan dari salah seorang penggemar di Reddit:

    "Jadi seperti yang kita semua tahu, di dalam bukunya (which we'll be honest, Cosmo juga belum membacanya) disebutkan bahwa Dany akan dikhianati tiga kali. Yang pertama adalah karena emas, kemudian yang kedua adalah karena darah, dan yang ketiga adalah karena cinta."

    "Banyak yang menebak-nebak bahwa pengkhianatan yang pertama adalah ketika Jorah memata-matai Dany di musim-musim awal karena ia ditawarkan uang oleh Robert Baratheon." Bagi kamu yang lupa, berikut adalah sedikit potongan percakapan dari musim pertama:


    “Si wanita jalang sedang hamil,” ujar King Robert pada Small Council. “Aku ingin dia mati. Ibu dan anaknya. Dan tentu saja bersama si bodoh Viserys, kau mengerti?”


    "Kau ingin membunuh seorang perempuan hanya karena the Spider mendengar sebuah rumor yang tak jelas?" tanya Ned Stark. "Dari mana ia mendapat informasi ini?"


    "Ser Jorah Mormont. Ia kini menjabat sebagai penasihat bagi para Targaryens," ujar Varys.


    "Mormont?" Ned bertanya dengan nada jengkel. "Kau percaya dengan sebuah informasi yang datang dari seorang pengkhianat, yang kini tinggal setengah Bumi jauhnya, dan berani mengatakan bahwa informasi tersebut fakta?"


    "Budak, bukan pengkhianat," Littlefinger mengoreksi.


    "Ia melanggar hukum, mengkhianati keluarganya, dan kabur dari tanah kita," ujar Ned. "Kita membunuh seseorang berdasarkan informasi dari orang seperti ini?"

    Tak ingat dengan percakapan tersebut? Tonton adegannya di bawah ini:


    “Pengkhianatan yang kedua adalah ketika sang penyihir membunuh anak pertama Khaleesi demi menyelamatkan Khal Drogo - yang tentu saja gagal."

    Berikut adalah cuplikannya:



    Dan pengkhianatan yang ketiga tentu saja belum terjadi - dan diduga akan terjadi di episode terakhir ini. Banyak yang menduga bahwa pengkianatan tersebut (kemungkinan besar, memang akan) dilakukan oleh Jon Snow. Tapi bagaimana jika bukan Jon yang mengkhianatinya melainkan Drogon?

    Well, tentu saja sebenarnya Dany sudah berkali-kali dikhianati dalam serial tersebut - yang terakhir adalah oleh Varys. Tapi bagaimanapun juga Varys tidak mencintai Dany sepenuhnya, jadi kita lanjutkan saja teori ini.

    "Bagaimana kalau setelah serangan terhadap King's Landing, Jon kemudian merasa bahwa Daenerys tak lagi pantas untuk menjadi ratu dan mulai membuat rencana untuk mengkhianatinya. Dany yang menyadari hal tersebut pasti akan meminta Drogon untuk membakar Jon hidup-hidup, yang tentu saja akan ditolak oleh Drogon karena Jon (juga) adalah seorang Targaryen."

    "Dany telah menganggap naga-naganya sebagai anaknya, dan karena kini Drogon adalah satu-satunya naga yang hidup, otomatis ia menjadi satu-satunya anak Dany yang ia kasihi, dan tentu saja paling ia cintai. Pengkhianatan dari anaknya akan jauh lebih buruk dibanding pengkhianatan dari kekasihnya."


    2. Drogon akan mati di episode terakhir

    Here’s the deal: Dany awalnya memiliki tiga naga. Ia menamai mereka berdasarkan nama orang-orang terdekatnya yang telah meninggal. Jadi, banyak fans yang mengira bahwa kematian mereka akan sama seperti kematian ketiga orang tersebut.

    Semisal, nama Rhaegal berasal dari nama kakak tertua Dany, Rhaegar Targaryen, yang meninggal ketika berperang dengan Robert Baratheon dalam Battle of the Trident. Menurut novel Game of Thrones, Robert membunuh Rhaegar dalam perang dengan cara menusukkan palu perangnya ke dada Rhaegar. Di sisi lain, Euron Greyjoy menembakkan panah dari scorpion spear tepat ke dada Rhaegal. Jadi, bisa dikatakan kematian sang naga mirip dengan kematian Rhaegar.


    Sedangkan naga keduanya, Viserion, terinspirasi dari nama saudaranya, Viserys Targaryen. Viserys sendiri meninggal karena ia mengkhianati Dany, dengan cara menjual Dany pada Khal Drogo. 

    Dan pada akhirnya, Viserion berubah menjadi ice dragon ketika sang Night King menariknya dari dalam danau yang membeku. Night King kemudian menghidupkannya kembali untuk mengkhianati Dany - sebelum akhirnya ia mati untuk kedua kalinya. Hal ini tentu saja mirip seperti kematian Viserys.


    Yang terakhir, tentu saja Drogon, yang namanya terinspirasi dari Khal Drogo, cinta pertama Dany. Menurut teori, Drogon akan mati ketika berusaha untuk menyelamatkan Dany... sama seperti nasib Khal Drogo. Tentu saja ini artinya Dany akan bertemu dengan seorang musuh baru di episode terakhir setelah ia (berhasil) membakar seluruh musuhnya hidup-hidup di King's Landing. Hmm, siapa musuh tersebut? Bisakah kamu menebaknya?


    3. Varys telah berusaha untuk meracuni Daenerys

    Satu pertanyaan bagi kamu yang sudah menonton episode kelima kemarin: Mengapa Varys melepas cincinnya dan menyembunyikannya sebelum ia dibunuh?

    Banyak yang menduga bahwa cincin tersebut sebenarnya mengandung racun. Well, memang alasan ini terlihat kurang masuk akal, namun Game of Thrones punya sejarah panjang mengenai penggunaan aksesori sebagai racun. Faktanya, Olenna bahkan menggunakan batu dari kalung Sansa untuk meracuni Joffrey. 



    Kamu mungkin harus memperhatikan sekali lagi percakapan antara Varys dan Martha pada episode kemarin:

    Varys: “Bagaimana?"

    Martha: "Ia tak mau makan."

    Varys: "Kita coba lagi saat makan malam."

    Martha: "Aku merasa mereka memperhatikanku."

    Varys: "Siapa?"

    Martha: "Para prajuritnya."

    Varys: "Tentu saja mereka memperhatikanmu. Itu adalah tugas mereka. Apa yang pernah kukatakan padamu, Martha?"

    Martha: "Semakin besar risikonya, semakin besar hadiahnya."

    Varys: *mengangguk* "Pergilah. Mereka akan mencarimu di dapur."




    Atau tonton kembali di bawah ini:

    Um, tentu saja anak kecil tersebut TAKUT jika tugas yang harus ia lakukan adalah mengirimkan makanan untuk Dany, dan dalam kasus ini - karena gerak-gerik Varys yang aneh - makanan tersebut jelas-jelas sudah diracuni oleh Varys.


    4. ...dan cincinnya siap dipakai kembali di episode terakhir ini

    Jika memang Varys berusaha untuk menggunakan cincinnya demi meracuni Dany, well cincin tersebut masih berada di ruangannya. Varys tentu melepasnya untuk berjaga-jaga, siapa tahu ada orang lain yang ingin meracuni Dany. And yes, cincin tersebut siap untuk digunakan di episode terakhir ini. Tentu saja pertanyaannya adalah: Siapakah yang akan menggunakan cincin tersebut?

    Lihat kembali adegan ketika Varys menaruh cincinnya di dalam pialanya:


    5. Bran ternyata benar-benar jahat dan ia akan kembali mengumpulkan White Walker

    Ketika setiap orang sibuk membuat rencana dan berperang melawan satu sama lain, yang Bran lakukan hanyalah duduk di kursinya sepanjang musim ini - tentu saja sambil "meramal" seperti yang biasa ia lakukan. Dan jika ia memang benar meramal, maka mengapa:

    (A) Ia tidak memberitahu soal serangan Euron

    Bran tak mau repot-repot memberitahu setiap orang bahwa Euron sedang berencana untuk menyerang Dany dan akan membunuh Viserys dalam perjalanan menuju King's Landing. Sebagai seseorang yang "melihat segalanya," hal ini tentu tidak membantu saudara-saudaranya yang sedang berperang. Bahkan lebih terasa seperti ia merencanakan suatu hal lain - tentu saja tanpa kehadiran naga-naga tersebut.


    (B) Bran tahu apa yang akan terjadi, namun tak mau membuka mulut soal ramalannya

    Generally speaking, Bran adalah seorang peramal jitu. Ia bahkan berhasil meramalkan kematian Night King dengan tepat - di mana dan kapan. Namun ia tak pernah memberitahukan apa TEPATnya yang ia lihat setiap kali ia meramal, dan apa yang ia INGINkan. Lagi, yang ia lakukan selagi "menunggu" Night King datang juga cukup mencurigakan. Apa yang ia lihat ketika sedang mengirimkan gagak-gagaknya?


    Beberapa bahkan menebak bahwa Bran sengaja mengirim gagaknya untuk memancing Night King datang ke tempatnya berada, sehingga mereka berdua bisa memiliki waktu untuk berduaan. Just saying, tatapan Bran ketika Arya akhirnya berhasil membunuh Night King? Not thrilled.


    (C) Bran sudah menjadi Night King ketika Night King menyentuhnya

    Ingatkah kamu bagaimana cara Night King mengubah para bayi yang dipersembahkan oleh wildlings? Ia menyentuhnya.


    Bagaimana cara ia mengubah Viserion menjadi ice dragon? Dengan menyentuhnya.


    Lalu, apa yang dikatakan Bloodraven pada Bran di gua?

    "Ia menyentuhmu."


    (D) Bran akan membawa "musim dingin" ke Westeros

    Hal ini bahkan sudah diramalkan jauuuuhh dari season 2 , ketika Daenerys sedang melihat masa depan di House of the Undying. Lupa dengan adegan tersebut? Lihat di sini:


    Dalam cuplikan tersebut, Dany bahkan sudah melihat bahwa King's Landing hancur berantakan. Red Keep sudah tertutup oleh salju tebal, dan Iron Throne sudah diselimuti oleh es. Hmm, bagaimana menurutmu?


    6. Arya adalah "Prince that was promised"

    Quick reminder before we get to Arya: The Prince That Was Promised adalah reinkarnasi dari Azor Ahai, seorang pahlawan legendaris yang dipilih oleh Lord of Light untuk melawan kegelapan. Banyak orang yang menduga bahwa Jon atau Daenerys adalah sang The Prince That Was Promised, karena dalam legenda dikatakan bahwa sang pahlawan "terlahir dari asap dan garam dan akan membangunkan para naga dari bawah batu," dan bla bla bla, yang tentu saja semuanya menunjukkan bahwa sang pahlawan adalah seorang Targaryen.

    But to be honest, ada banyak bukti dalam ramalan tersebut yang menunjukkan bahwa bisa saja Arya adalah sang Prince yang dimaksud. Salah satunya adalah ketika Melisandre berkata padanya di episode 3 musim terakhir ini:

    Melisandre: "The Lord of Light menghidupkan (Beric Dondarrion) kembali untuk sebuah tujuan, dan sekarang tujuan tersebut sudah terkabul."

    Arya: "Aku tahu siapa kamu."

    Melisandre: "Dan aku tahu siapa kamu sebenarnya."

    Arya: "Kau bilang bahwa kita akan bertemu kembali."

    Melisandre: "Dan kini kita bertemu, saat kiamat menjelang."

    Arya: "Kau bilang aku akan membunuh banyak orang. Kau benar soal itu."

    Melisandre: *mengangguk* "Mata cokelat, mata hijau... dan mata biru." *tersenyum*

    Melisandre: "Apa yang kita katakan pada Dewa Kematian?"

    Arya: "Bukan hari ini."


    Jika Arya memenuhi ramalan Melisandre dengan membunuh Daenerys - yang tentu saja memiliki mata hijau - ia akan membunuh dua representatif dari api (Dany) dan es (Night King). Ini akan menjadi bukti kuat bahwa ia adalah Prince That Was Promised, karena lagu mengenai sang pahlawan tersebut adalah "Song of Ice and Fire".

    More than that, tadi pun disebutkan bahwa sang pahlawan akan "terlahir dari asap dan garam." Dan Arya BENAR-BENAR terbangun dari kumpulan abu dan asap dalam episode kelima kemarin.


    IDK about you, but I’m convinced. Come through, Arya!

    Jadi, siapa yang tak sabar untuk menonton episode terakhir tersebut besok?

    (Alvin Yoga / FT / Image: Courtesy of Cosmopolitan US / HBO)