Better You

Hormonal Imbalance: Apa, Gejala, dan Cara Mengatasinya

  by: Giovani Untari       26/5/2019
  • Is it me or my hormones? Yes, hormonal things memang menjadi salah satu hal sulit untuk dimengerti oleh para perempuan (selain menebak tingkah laku si dia tentu saja!). Tapi kita perlu tahu cara berdamai denga H factors ini, sebelum berakhir dengan masalah baru: hormonal imbalance!

    THE H FACTORS


    Girls, sistem tubuh perempuan pada dasarnya adalah sesuatu yang kompleks. Ia tersusun atas banyak hal, di antaranya ada lima macam hormon reproduksi yang saling terikat satu sama lain. Hormon sendiri adalah bahan kimia dalam tubuh kita yang bertindak sebagai pembawa pesan. Hormon bertugas mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh. Mulai dari emosi, rasa lapar, mood, metabolisme, dan bahkan sistem reproduksi kita. Jadi mari mulai dengan berkenalan pada masing-masing hormon, terutama hormon perempuan ini. 



    Pertama kamu mungkin dengar hormon Progesteron? Hormon ini bertugas mengatur siklus ovulasi dan menstruasi. Progesteron adalah agen yang bertugas membantu lapisan endometrium dan rahim dalam menerima sel telur yang dibuahi sperma. Kenalkan pula Estrogen, another female sex hormones yang diproduksi oleh ovarium. Estrogen membantumu pada banyak sisi seksual dan perkembangannya, hingga bertugas mematangkan lapisan rahim dan juga menghasilkan sel telur saat ovulasi.

    Ketiga ada Testosteron, hormon sekaligus penjaga gairah seks pada perempuan. Selain itu hormon ini pun bermanfaat dalam mengendalikan nyeri serta kesehatan tulang. Ada pula Follicle Stimulating Hormone (FSH), sebuah hormon yang berperan penting dalam sistem reproduksi dan produksi di kelenjar hipofisis. Hormon ini juga ikut serta membantu mengendalikan siklus menstruasi, dan produksi sel telur pada ovarium. Terakhir tubuh kita memiliki Luteinizing Hormone (LH). Ia bertugas membantu tubuh mengatur siklus menstruasi dan ovulasi. 


    OOPS... HORMONAL IMBALANCE?



    Kelima hormon ini lantas bergerak satu sama lain untuk mendukung siklus tubuh perempuan. Sederhananya, coba bayangkan scene ketika Joy dkk mengatur emosi Riley dalam film Inside Out. Yes, kurang lebih seperti itu pula hormon kamu bekerja sama. Permasalahannya, bagaimana jika kelima hormon tersebut tidak berkolaborasi secara semestinya? Jawabannya: ketidakseimbangan hormon pun dapat menjadi masalah baru untukmu. Ia bahkan dapat terjadi pada semua tingkat usia, tergantung dari penyebab terjadinya hormonal imbalance tersebut.

    Cosmo mewawancarai dr. Putra Ismaya Abral, Sp.OG., M.Kes untuk tahu apa saja faktor penyebab terjadinya ketidakseimbangan hormon ini. “Ada banyak faktor di antaranya: kelebihan berat badan atau obesitas, diet yang terlampau ekstrem, genetik, peradangan yang berlangsung lama dan disebabkan oleh gaya hidup juga pola makan, toksisitas (paparan toksin, virus, pestisida, rokok, alkohol dan paparan kimia dari lingkungan). Lalu stres, kurang tidur, alergi makanan yang disebabkan oleh masalah pencernaan pun bisa memicu terjadinya hormonal imbalance,” ujar dr. Putra. 


    ATTENTION PLEASE!

    Jadi apakah menstruasi kamu tidak teratur? Kamu juga memiliki masalah berat badan yang kerap melonjak naik atau bahkan menurun secara drastis? Sering merasa depresi dan kecemasan berlebih? Jika beberapa list di atas tengah kamu rasakan, ini patut menjadi warning sign. Sebab semua masalah di atas mengarah ke satu hal yang sama yaitu: ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. “Adapun gejala lainnya seperti mudah letih, insomnia, jerawat, libido yang menurun, perubahan nafsu makan, masalah pencernaan, kerontokan rambut hingga rambut yang menipis. Gejala ketidakseimbangan hormon ini juga tergantung dari jenis gangguan atau penyakit apa yang menyebabkannya,” tambahnya. So are you the one, girls?




    WHAT TO DO NEXT?



    Nah, bila kini kamu bertanya, seberapa bahaya kah ketidakseimbangan hormon ini? Menurut dr. Putra Ismaya, hormonal imbalance sendiri dapat mengganggu kesuburan karena mengacaukan kinerja sistem endokrin. Sistem ini bertugas untuk mengendalikan tingkat hormon yang beredar di seluruh tubuh. “Ketidakseimbangan ini tidak membahayakan, namun ini adalah salah satu tanda dari beberapa jenis penyakit. Seperti hipotiroidisme, hipertiroidisme, penyakit Grave, diabetes melitus, dan kelelahan adrenal,” jelas dokter yang juga menjabat sebagai seorang lactation counselor tersebut. 


    EMERGENCY CALL



    So Cosmo babes, mencari dan menangani penyebab dari hormonal imbalance jelas perlu kita lakukan. Dan seperti kata pepatah, masalah kecil jika tidak ditangani secara tepat dapat berpotensi menjadi sesuatu yang besar.  “Bagi para penderita hormonal imbalance ada baiknya memperbaiki atau mengubah gaya hidup. Penderita hormonal imbalance yang mengalami obesitas, dapat memulai untuk menurunkan berat badannya. Untuk mereka yang merokok, disarankan untuk berhenti. Sebab perempuan perokok punya kadar hormon androgen lebih tinggi dibanding non-perokok. Pemeriksaan holistik dan berkesinambungan jelas dibutuhkan, untuk melihat apakah dokter perlu bekerja sama dengan departemen penyakit dalam terkait masalah hormon ini,” tutup dr. Putra. 


    Images: Dok. Unsplash.com, Tenor.com.

    Artikel pernah dimuat di Majalah Cosmopolitan edisi April 2019 dengan judul "War of Hormone."