Beauty

Apa Perbedaan Smoothing dan Rebonding? Cari Tahu di Sini!

  by: Shamira Priyanka Natanagara       29/5/2019
  • Angkat tangan kalau kamu rutin mencatok rambut setiap pagi! Angkat juga tanganmu kalau kamu memiliki rambut keriting yang awut-awutan! Mencatok rambut setiap hari rasanya PR banget, dan rambut yang awut-awutan tentu sering membuat risih.

    Nah, untuk mengatasi masalah rambutmu, ada dua solusi yang dapat dicoba: smoothing dan rebonding. Keduanya adalah treatment untuk meluruskan rambut yang semi permanen, dan walaupun fungsinya sama, smoothing dan rebonding memiliki beberapa perbedaan yang masih sering membuat orang kebingungan. Apa, sih, perbedaan smoothing dan rebonding? Perawatan mana, ya, yang lebih bagus? Nah, kalau ingin tahu jawabannya, simak terus artikel ini!




    Apa Itu Smoothing?

    Smoothing adalah teknik meluruskan rambut menggunakan obat yang mengandung keratin, jenis protein yang menyusun kulit, kuku, dan rambut manusia. Obat tersebut diaplikasikan pada rambut sebelum diluruskan menggunakan hair straightener alias catokan rambut. Nah, perlu diketahui bahwa hasil smoothing tidak permanen, jadi rambut akan kembali seperti semula sekitar tiga bulan setelah di-smoothing



    Apa Itu Rebonding?

    Sama seperti smoothing, rebonding juga berfungsi untuk meluruskan rambut, hanya saja teknik ini menggunakan obat khusus yang diaplikasikan pada rambut lalu dibiarkan agar bisa meresap hingga ke lapisan kutikula rambut. Daya tahan rebonding pun lebih lama daripada smoothing. Tergantung pada jenis rambut, hasil rebonding mampu bertahan selama enam bulan hingga satu tahun, dan disarankan untuk melakukan retouch sekali setiap enam bulan sebab rambut sudah mulai memanjang selama masa tersebut.



    So, Perawatan Mana yang Lebih Bagus?

    Sebenarnya jawaban dari pertanyaan ini tergantung dengan kebutuhanmu. Ingin treatment yang lebih ramah di kantong dan hasil yang lebih tahan lama? Rebonding is the answer. Harga rebonding pada umumnya lebih murah daripada smoothing, seringkali bisa mencapai setengah dari harga smoothing. Hasilnya pun lebih tahan lama sehingga kamu tidak perlu bolak-balik ke salon setiap tiga bulan untuk meluruskan rambut. 





    Selain harga dan daya tahan, tipe rambut yang kamu miliki juga harus dipertimbangkan. Jika kamu memiliki rambut keriting, rebonding lebih efektif dibanding smoothing. Smoothing lebih cocok untuk rambut bergelombang dan rambut lurus yang frizzy. "Hmm... namun sepertinya lebih hemat jika rambutku yang bergelombang ini di-rebonding saja," well, belum tentu, girls. Keduanya adalah teknik yang berbeda, jadi belum tentu rebonding rambut yang bergelombang dapat memberi hasil yang natural.




    Jadi, Apakah Rebonding Lebih Baik?

    Sejauh ini, kedengarannya rebonding adalah perawatan yang lebih efektif, tapi apakah lebih aman untuk rambut? Hmm... sayangnya obat yang digunakan untuk rebonding bisa dibilang kurang ramah pada rambut dibanding obat untuk smoothing. Ada pula beberapa aturan yang harus kamu patuhi paska rebonding, termasuk mengurangi pemakaian alat styling yang panas (seperti catokan dan hair dryer) dan larangan untuk mengecat rambut agar rambut tidak semakin rusak. 

    Agar lebih yakin, Cosmo sarankan untuk berkonsultasi ke salon favoritmu. Terutama jika kamu memiliki rambut keriting dan tidak ingin rambut rusak karena rebonding, coba tanyakan jika smoothing saja cukup.


    (Shamira Natanagara / VA / Images: Curology on Unsplash, Shari Sirotnak on Unsplash, Valerie Elash on Unsplash, GIPHY)