Better You

Alasan Mengapa Kita Merasa Lelah padahal di Rumah Saja

  by: Givania Diwiya Citta       6/5/2020
    • Kita kerap merasa lelah meskipun seharian tak melakukan hal berat selama #DiRumahAja.
    • Pakar tidur punya penjelasannya, tentang dampak isolasi diri dari virus Corona satu ini.


    Pernahkah kamu merasakan sangat lelah padahal tidak melakukan hal berat, namun sudah tak kuat lagi meski hari itu baru pukul 8 malam? Sangat bisa terjadi, kok, terutama selama kondisi isolasi diri dari virus Corona yang kita alami kini, hingga bisa membuat kita merasa lelah setelah seharian di rumah saja. Dan ada alasannya, lho, menurut Dr Sophie Bostock, Sleep Specialist dari suplemen kesehatan otak dan wellness, Heights.




    “Tidak mengejutkan bahwa kondisi lockdown seperti ini berdampak pada rasa lelah yang dirasakan orang-orang. Hal ini terjadi di antaranya karena rutinitas yang dibajak, paparan sinar matahari yang lebih sedikit, meningkatnya kegelisahan akibat membaca berita, serta dari tatapan mata ke layar yang terjadi lebih lama,” ujarnya.


    “Karena hal ini, otak kita tak mendapat jumlah yang sama terhadap stimulasi yang biasanya kita dapat; kita diharuskan untuk menghabiskan berhari-hari di ruangan yang sama dalam rumah kita dan dengan beberapa orang-orang yang sama, jadi sangat alami jika merasa lebih lelah daripada biasanya.”


    Di sini, Sophie berbagi ilmunya dan beberapa nasihat terbaik untuk mengumpulkan energi kamu kembali.


    Ciptakan rutinitas baru

    Dan berkomitmenlah untuk melakukannya juga. “Anda mungkin sempat berpikir bahwa kesempatan untuk tidur lebih lama dan tidak terlalu banyak bergerak selama lockdown akan meningkatkan level energi sehari-hari, tapi nyatanya yang terjadi malah sebaliknya,” terang Sophie. “Sangat menggoda untuk menggunakan waktu yang biasanya kita gunakan untuk bepergian lalu menjadikannya waktu tidur tambahan. Tapi dengan mengganggu ritme aktivitas dalam 24 jam ini justru mengubah tubuh Anda, membuat Anda jadi lebih terpapar rasa lelah.”



    Kita merasa berfungsi saat kita bisa mengantisipasi bangun tidur dan saat akan makan, jadi jika kamu tidur setelah menonton maraton Tiger King, maka kamu membuat otak dan tubuh mengalami jet-lag. Jadi, coba buat ‘ruang’ terpisah dengan layar monitor tersebut dari tempat kamu tidur.




    Batasi konsumsi berita

    Secara alamiah, orang-orang dapat merasa cukup gelisah saat ini, dan terus-menerus membaca berita tak akan membantu mengurangi rasa gusarnya. “Meski tetap penting untuk up-to-date dengan apa yang sedang terjadi sekarang, tapi cobalah untuk memoderasi seberapa banyak Anda mengonsumsi berita, hal ini akan membantu Anda mempertahankan keseimbangan emosional,” ujar Sophie. “Stres memicu hyperactivity dalam otak, melepas kortisol dan membuat tubuh kita berada dalam mode bertahan, yang pada akhirnya akan menghabiskan energi dan motivasi kita.” Mengambil napas dalam-dalam dan membaca buku sebelum tidur juga dapat membantu kamu lebih rileks.


    Latih pikiran dan tubuh

    Jika kamu memulai niat untuk secara rutin melakukan olahraga di dalam rumah, namun berakhir tak bisa berpisah dari laptop (sama, Cosmo juga merasakannya, kok), maka ini adalah alasan bagus lain mengapa kamu harus mengenakan legging yoga seharian.



    “Dengan kita semua yang secara masif harus mengkarantina diri di rumah, akan mudah bagi kita untuk berpindah dari layar laptop ke layar ponsel lalu tak menghiraukan untuk menyisihkan waktu bagi latihan fisik,” ujar Sophie. “Aktivitas fisik tak hanya vital untuk meningkatkan level energi, tapi ia juga akan merilis endorfin, lalu akhirnya akan meningkatkan rasa bahagia.”


    Meski di rumah saja, namun melakukan beberapa stretching sederhana tetap akan bisa membuat kamu merasa lebih baik. “Kalahkan rasa lelah, dengan mempersiapkan tubuh untuk tidur dan memulihkan diri dengan sebuah latihan yoga lembut,” tambah Sophie. Sama pentingnya untuk membuat otak tetap terstimulasi juga, semisal dengan melakukan aktivitas berbeda setiap harinya, seperti membaca, mendengarkan musik, atau mempelajari kemampuan baru. “Pusat kontrol dalam tubuh kita adalah otak yang dirawat secara sehat, ia akan membantu kita mengalahkan rasa lelah.”


    (Artikel disadur dari cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor. / Alih Bahasa: Givania Diwiya / FT / Image: Pixabay from Pexels / Jennifer Savin)