Better You

Tips Mengatasi Mimpi Buruk di Masa Pandemi COVID-19

  by: Alexander Kusumapradja       6/5/2020
  • Ladies, pernah kah kamu merasa belakangan ini mengalami mimpi yang terasa begitu nyata dan panjang? Atau justru kamu mengalami teror mimpi buruk yang membuat tidurmu gelisah? Kalau iya, tenang kamu tidak sendirian. Baru-baru ini muncul tagar #pandemicdreams di media sosial di mana orang-orang menceritakan mimpi mereka yang terasa aneh dan nyata teringat ketika mereka bangun. Dan seperti judulnya, tak jarang mimpi itu berkaitan dengan pandemi COVID-19 yang memang menjadi pusat pemberitaan dan kekhawatiran terbesar dalam hidup kita saat ini.




    via GIPHY

    Mimpi Buruk Sebagai Refleksi Ketakutan Bawah Sadar

    Kita semua mungkin sudah tahu kalau mimpi yang kita alami umumnya adalah refleksi alam bawah sadar kita yang mungkin tak terungkap, termasuk rasa takut dan cemas kita menghadapi isu virus Corona saat ini. Bulan lalu, Brandwatch merilis laporan tentang gangguan tidur yang dialami selama pandemi saat ini menggunakan platform Consumer Research yang mereka punya dengan periode September 2019 sampai Maret 2020. Dari berbagai media sosial seperti Twitter, Reddit, Tumblr, dan YouTube, kata yang berhubungan dengan “anxiety/kecemasan” muncul sekitar 10 ribu kali dan tagar #CantSleep menjadi tagar populer. Hal ini disusul oleh tren berikutnya yaitu tentang mimpi buruk dengan sekitar sejuta lebih mention menyebut soal mimpi aneh dan nightmares. Menurut 28,8 ribu orang, mereka mengalami mimpi paling aneh dalam hidup mereka di masa karantina ini.


    Menurut penelitian, kita umumnya mengalami mimpi di tahap tidur yang disebut “rapid eye movement” (REM) di mana otak kita semakin aktif dan menyalakan bagian amygdala dan hippocampus, bagian otak yang berhubungan dengan emosi dan memori. Di masa yang penuh kecemasan dan ketakutan ini, otak kita bekerja lebih keras untuk memproses emosi tersebut dan hasilnya adalah mimpi-mimpi tersebut. Banyak orang juga yang mengalami perubahan pola tidur mereka di masa Work From Home plus ditambah masa puasa ini. Fase REM dalam tidur kita pun bertahan lebih lama di pagi hari, karena itu biasanya kalau kita tidur pagi mimpi kita cenderung lebih absurd dan terasa nyata. Karena itu kualitas dan pola tidur kita juga punya pengaruh kepada mimpi yang kita alami.


    Sisi positifnya, mimpi-mimpi buruk itu tak selamanya harus dianggap negatif. Melalui mimpi buruk itu, kita justru berkesempatan untuk meraba perasaan dan emosi kita yang sebenarnya yang mungkin tak disadari oleh kita sendiri. Ketakutan dan kecemasan adalah bentuk emosi yang wajar, tinggal bagaimana kita mencari cara mengekspresikan emosi tersebut dengan sehat.

    via GIPHY

    Mimpi Buruk (Ternyata) Punya Sisi Positif


    Profesor Psikologi dari Harvard Medical School Deidre Barrett mengungkap bahwa mimpi-mimpi yang terjadi selama masa pandemi ini termasuk mimpi yang didorong rasa cemas dan bukan trauma yang biasanya terjadi setelah peristiwa (khususnya tragedi) yang menjadi pemberitaan utama dan tanpa sadar tersimpan di alam bawah sadar kita. Namun, bedanya dengan mimpi buruk yang terjadi setelah tragedi semacam 9/11 dan tsunami, mimpi tentang corona umumnya penuh metafora karena pada dasarnya kita takut pada virus yang tak kasat mata sehingga otak kita memproses ketakutan tersebut ke bentuk yang lebih masuk akal untuk kita, contohnya ada orang yang mimpi diserbu oleh berbagai macam serangga atau melihat awan badai yang siap menerjang. 


    Selain itu, bisa jadi mimpi tentang corona hanya ujung gunung es dari ketakutanmu yang lebih dalam. Menurut Barrett, mimpi buruk tersebut bisa menjadi kesempatan untuk memahami apa yang sebetulnya kita takut dalam pandemi ini, apakah jaminan keuangan dan karier kita? Kesehatan kita dan orang tercinta, atau rasa kesepian dan kerinduan pada orang-orang terdekat yang sudah lama tak kita jumpai sejak karantina. 


    Mimpi buruk pun ternyata punya manfaat lain, yaitu membantu kita lebih siap di dunia nyata. Sebuah riset di bulan Oktober 2019 menyebut bahwa orang yang mengalami mimpi menakutkan saat tidur ternyata jadi lebih berani ketika dihadapkan dengan gambar seram saat mereka bangun. Yang paling utama adalah mencoba mengenali emosi apa di balik mimpi buruk yang kita alami, coba catat saja mimpi yang kamu ingat saat bangun dan coba resapi maknanya.  


    via GIPHY



    Yang Bisa Kamu Coba Untuk Tidur Lebih Nyenyak

    Namun, kalau kamu memang ingin terhindar dari mimpi buruk sepanjang masa karantina ini, kamu bisa mencoba beberapa cara yang dilakukan oleh Christina Pierpaoli Parker, seorang peneliti kesehatan tidur dari University of Alabama yang juga sempat mengalami mimpi buruk tentang corona.


    1. Buat Jadwal Tidur yang Konsisten.

    Kamu mungkin jadi terbiasa tidur larut malam atau menjelang subuh karena merasa tak perlu buru-buru beraktivitas, namun hal itu bisa mengacaukan pola tidur dan jam biologis tubuhmu. Usahakan untuk tetap punya jadwal tidur dan bangun yang teratur karena menurut penelitian, orang yang bangun di jam yang konsisten merasakan kesehatan metabolisme, mood yang lebih terkontrol, dan daya nalar yang lebih tajam dibanding mereka yang pola tidurnya berantakan. Kalau kamu termasuk susah bangun sendiri, coba pasang alarm, namun jangan letakkan di tempat yang mudah kamu jangkau dengan tangan. Tempatkan alarm di meja atau sudut lain kamar yang membuatmu terpaksa harus bangun dari tempat tidur untuk mematikannya. Setelah bangun, coba juga bikin rutinitas pagi hari yang kamu senangi, entah itu meminum teh atau kopi atau membaca berita sambil menikmati matahari pagi yang membantu tubuh dan pikiranmu lebih siap beraktivitas.


    2. Tetap Aktif di Siang Hari.

    Hal ini mungkin merupakan tantangan sendiri selama masa karantina di rumah, terlebih di bulan puasa, karena kita bawaannya ingin bermalas-malasan atau beraktivitas di atas kasur kita saja dari mulai kerja, makan, sampai nonton Netflix. Jangan lupa untuk tetap olahraga dan menggerakkan tubuh ya babes dengan latihan ringan yang bisa menstimulasi adenosine yang membuat tubuh terasa mengantuk dan membuat tidur kita makin lelap nantinya. Hindari berolahraga di malam hari karena dapat mengurangi waktu tidur dan membuat tubuh kita terjaga sampai larut malam.


    3. Bangun dari Tempat Tidur.

    Hanya gunakan tempat tidur ya untuk tidur. Kegiatan lain seperti membaca, menonton, buka laptop usahakan di luar kasur karena hal itu membuat otak kita mengasosiasikan tempat tidur dengan kegiatan aktif dibanding tempat untuk istirahat. Bahkan kalau di malam hari kamu susah tidur, dibanding membuka ponsel sambil berusaha tidur, coba bangun dan pindah ke ruangan lain dengan pencahayaan temaram dan lakukan hal yang membuatmu relaks. Ketika kamu sudah mengantuk, baru pindah ke kasur.


    4. Mandi Sebelum Tidur dan Jauhi Gadget.

    Selain membuat tubuh kita relaks dan terasa enteng, mandi air hangat sebelum tidur juga menimbulkan rasa hangat dari pusat tubuh ke permukaan dan secara natural mendinginkan tubuh dan membuat tidur kita makin nyenyak. Selain itu, tidur dalam keadaan gelap juga mendorong produksi melatonin, hormon yang membuat kita mengantuk. Satu jam sebelum tidur, coba hindari eksposur ke benda-benda yang memancarkan cahaya seperti ponsel, laptop, dan TV.


    (Alex.K/Image: Kinga Cichewicz on Unsplash )