Better You

Girls, Ternyata Ini Jenis Susu Non-Diary yang Paling Sehat!

  by: Giovani Untari       9/5/2020
    • Dari mulai oat hingga susu kelapa, kami menanyakan kepada para nutrisionis mana yang terbaik untuk kamu. 
    • Dan inilah jenis susu non-diary yang dibilang paling sehat untukmu!


    Dari mulai oat hingga kacang mede (siapa yang mengira jika kita bisa meminum susu yang berasal dari sebuah kacang?) hingga kedelai, alternatif pilihan atas susu non-dairy di pasaran saat ini rasanya begitu luas. Jadi, Cosmo bertanya kepada seorang pakar konsultan diet, Sophie Medlin, yang juga merupakan founder dari City Dieticans, untuk memberi sebuah keputusan tentang mana di antara sekian banyak produk tersebut yang paling sehat dan memiliki kandungan protein terbaik di dalamnya. Girls, your morning coffee will never be the same again…




    Jadi apa susu non-diary yang paling sehat di pasaran?

    Melihat kita umumnya meminum susu untuk mendapatkan asupan vitamin D dan kalsium, tentu sangat penting untuk memilih susu non-dairy yang juga memiliki nutrisi tidak kalah tinggi. Pemenangnya, menurut Sophie? Susu kedelai, yang secara spesifik berasal dari merek Alpro, atau susu apapun yang sudah diperkaya dengan kalsium dan vitamin B12

    "Secara keseluruhan, susu kedelai adalah yang terbaik untuk memenuhi nutrisi harian atas asam amino dan nutrisi lainnya yang terkandung dalam susu, plus susu ini juga mengandung paling banyak protein," ujarnya." 

    Lantas bagaimana dengan jenis susu lainnya yang ditawarkan di pasaran? "Susu oat dan rice milk memiliki kandungan karbohidrat, sementara susu yang berasal dari kacang-kacangan sangat sedikit mengandung nutrisi yang bermanfaat (dimana kebanyakan dari mereka pula memiliki lebih banyak lemak di dalamnya dibanding susu yang mengandung karbohidrat lainnya)," jelas Sophie.


    "Kuncinya, adalah menemukan susu nabati yang sudah diperkaya dengan zat yang tepat. Terutama jika Anda sepenuhnya tengah mengikuti diet vegan. Berdasarkan pengalaman saya, kebanyakan orang memilih susu nabati berdasarkan rasa dan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Mereka memilih itu ketimbang melihat aspek kesehatan atau lingkungan." Jadi tentu tidak masalah sebenarnya bila mencampurkan beberapa susu dalam menu harian, misalnya Anda memilih menambahkan susu kedelai di teh Anda tetapi lebih memilih susu almond untuk tambahan di bubur. Asalkan seluruh pola makan Anda telah memenuhi nutrisi yang memang Anda butuhkan.





    Apakah Buruk Jika Secara Total Kita Berhenti Mengonsumsi Susu Dairy?

    Tidak, jika kamu yakin sudah mendapatkan asupan vitamin D dan kalsium dari sumber lainnya, tutur Sophie. Jika kamu memilih pola makan vegan, margarin yang telah diperkaya dengan berbagai nutrisi serta jamur baik dipiih sebagai pengganti. Lalu kamu juga bisa memilih tahu putih, kacang kedelai, ikan (yang bisa kamu makan tulangnya seperti sarden), dan brokoli juga tak kalah baik.

    “Yang penting untuk diingat, sebelum Anda berusia 30 tahun sejatinya tulang Anda secara mudah mendapatkan kekuatannya dengan menyerap kalsium dari menu makanan yang mengandung kalsium pula. Setelahnya kepadatan tulang dapat menurun apabila Anda tidak mendapat cukup kalsium dari pola makan Anda. 

    Label susu yang dijual di pasaran harus menjelaskan dengan benar apa saja tambahan nutrisi yang ada di dalamnya, jadi selalu perhatikan terlebih dahulu apa saja zat yang terkandung di dalam susu tersebut.

    Kocok bagian kotak susu atau botol untuk membuat nutrisinya tercampur secara merata, sebelum Anda menuangkan susu,” nasihat Sophie.

    Benar, jadi selalu ada opsi untuk mendapatkan tambahan nutrisi. Jika kamu ingin mendapatkan vitamin dan protein dari sumber nabati, silahkan pilih susu kedelai. Tetapi jika kamu (seperti Cosmo) yang sulit untuk melepaskan nikmatnya secangkir oat milk latte, that’s fine too- selama pola makan kamu bisa memenuhi asupan kalsium dan vitamin B dari sumber lainnya. Et voila!


    Sophie Medlin adalah founder dari City Dieticians yang juga bekerja sebagai product development consultant untuk berbagai perusahaan vitamin dan probiotik.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Dok. Freepik.com)