Celebrity

Kabarnya, Harry Menikahi Meghan Markle Karena Mirip Lady Di

  by: Givania Diwiya Citta       13/5/2020
    • Mantan pelayan Putri Diana, Paul Burrell, berpendapat bahwa Pangeran Harry memilih untuk menikah dengan Meghan Markle karena ia mirip dengan ibunya, Putri Diana.
    • Paul mengungkap bahwa Meghan dan Diana punya kesamaan terhadap kepribadian yang berpendirian kuat.


    Pangeran Harry dan Meghan Markle telah mengundurkan diri dari tugas kerajaan sejak awal tahun ini, dengan alasan bahwa mereka ingin menjadi lebih independen, namun sepertinya ada alasan mendalam lainnya di balik hal ini. Beberapa bulan sebelum Meghan dan Harry mengundurkan diri, Harry menuliskan surat pada penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday's, berkata bahwa ia ingin perundungan terhadap Meghan dihentikan karena ia tak ingin melihat Meghan berakhir seperti ibunya, Putri Diana. Tapi kini, kita bisa mempelajari kesamaan antara Meghan dan Diana lebih dari sekadar apa yang media British kaji.




    Menurut mantan pelayan Diana, Paul Burrell, Harry mungkin telah jatuh cinta pada Meghan sedari awal karena kepribadiannya mirip dengan Diana. "Harry memutuskan untuk menikah dengan Meghan karena ia mirip Diana," ujar Paul dalam sebuah wawancara dengan majalah Closer. "Kedua wanita tersebut selalu mempertahankan pendirian kuatnya dan tak mudah menyerah."


    Tapi menurut Paul, mungkin saja kedua wanita tersebut tak menjadi sahabat baik. "Saya rasa, mungkin, mereka justru akan berbenturan," ia melanjutkan. "Saya membayangkan akan ada dua wanita kuat dan independen dengan cara pandang berbeda terhadap suatu hal — itu bisa saja menjadi pertarungan antara cara milik Meghan dan cara milik Diana."





    Mungkin salah satu yang menjadi perbedaan besar antara Meghan dan Diana adalah Meghan memilki sensibilitas lebih baik ketimbang Diana tentang media saat akan menikah secara royal, Paul memiliki teori, mungkin ini juga karena Meghan telah berada di bawah sorotan sebelumnya.


    "Saya rasa perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa Meghan telah memiliki sebuah strategi, sementara Diana saat itu masih sangat muda dan naif," tambah Paul. "Diana pernah menggarap buku dengan Andrew Morton dan berhubungan dengan pers selama bertahun-tahun karena ia tak memiliki suara. Dan pendirian kuatnya mengartikan bahwa ia peduli dan merasa bahwa orang-orang di negeri ini memiliki hak untuk tahu kehidupan seperti apa yang terjadi di balik layar."


    Tampaknya satu-satunya hal logis untuk dilakukan sekarang adalah menganalisa kesamaan Meghan dan Diana lewat betapa miripnya Meghan mencerminkan gaya Diana. Silakan, jika kamu ingin riset lebih mendalam.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Givania Diwiya / FT / Image: Dok. Cosmopolitan US / Starr Bowenbank)