Better You

11 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memakai Masker Flu

  by: Alexander Kusumapradja       15/5/2020
    • Masker flu tak akan efektif melindungi kita dari kuman bila kita salah memakainya.
    • Cara memakai, cara menyimpan, membersihkan hingga pilihan bahan berpengaruh pada keefektifan masker yang kita pakai.

    Cosmo babes, memakai masker flu sebetulnya bukan hal aneh lagi bagi kita yang aktif di luar rumah atau sering berpergian dengan transportasi umum bahkan sebelum adanya pandemi COVID-19. Memakai masker flu di publik di saat kita sedang tidak sakit sekalipun adalah salah satu bentuk perlindungan diri sendiri dari risiko tertular atau menularkan penyakit yang bisa menular lewat udara. Namun, apakah kamu sudah yakin caramu memakai, melepas, menyimpan, dan mencuci masker flu selama ini sudah benar? Berikut adalah beberapa kesalahan yang umumnya terjadi saat memakai masker flu.




    via GIPHY

    1. Memilih bahan masker yang salah

    Idealnya, masker wajah yang kita pakai harus efektif memfilter partikel virus corona dan juga terbuat dari bahan yang tak membuat kita sulit bernapas. Karena kalau dari bahannya saja tidak nyaman, kita akan cenderung memakainya asal-asalan. Sebuah riset terbaru meneliti sekitar 30 bahan mulai dari bra pad sampai filter penyaring kopi, dan dari semua bahan itu yang hasilnya dianggap paling efektif adalah denim ringan, kertas tisu, dan kain katun 100 persen dengan sekitar 80-120 jumlah anyaman. Kain yang terbuat dari serat natural dan jahitan yang lebih rapat juga terbukti lebih ampuh menyaring partikel virus. Ada trik yang bisa kalian coba apakah masker yang kalian pakai efektif atau tidak yaitu hadapkan masker ke sumber cahaya dan bila kamu masih bisa melihat menembus masker, berarti jahitannya tidak rapat. Disarankan juga memilih masker dengan bahan yang bisa dicuci dan dikeringkan untuk dipakai lagi.


    2. Cara memakai dan melepas yang salah

    Banyak orang lupa mencuci tangan sebelum memakai masker sehingga bisa saja partikel virus yang menempel di tangan justru pindah ke masker dan wajahmu. Peneliti menyarankan mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik sebelum dan sesudah memakai masker. Jangan lupa memakai moisturizer agar kulit tangan kita tak mengalami kekeringan yang bisa berujung iritasi ketika terlalu sering mencuci tangan. Setelah cuci tangan, pegang masker di bagian ikatan telinganya, pakai di salah satu telinga lalu renggangkan ke telinga satu lagi. Bila pakai kacamata, lepas dulu kacamatamu agar masker tak tersangkut di kacamata. Begitu juga saat melepasnya, usahakan untuk tidak menyentuh bagian kainnya dan hanya memegang bagian talinya saja.


    3. Memakai sebelah masker yang salah

    Masih suka bingung kamu sudah memakai permukaan yang benar atau belum? Bila maskermu memiliki lipatan, lipatan tersebut harusnya menghadap ke luar dan lipatannya menghadap ke bawah. Ukuran masker juga harus pas, bisa menempel mantap menutupi hidung dan mulut seluruhnya tanpa ada cela udara masuk dari sisi-sisinya namun kamu masih bernapas dengan lega.

    via GIPHY

    4. Telat memakai masker

    Banyak orang yang baru memakai masker mereka ketika tiba di tujuan mereka seperti belanja di supermarket atau tempat-tempat penting lainnya yang mau tak mau harus dikunjungi selama pandemi, padahal dari mereka keluar rumah sampai tiba di tujuan mungkin ada beberapa interaksi yang mungkin terjadi. Kita disarankan mulai memakai masker sejak masih di dalam rumah dan bersiap keluar rumah. Apalagi kalau kamu tinggal di apartemen karena lift, pegangan pintu dan pegangan tangga juga bisa menjadi tempat kuman menempel.


    5. Melepas masker terlalu cepat

    Begitu pun dengan melepas masker terlalu cepat seperti saat kamu sudah kembali masuk ke mobil, yang disarankan adalah menunggu sampai kamu sudah masuk ke rumah dan melepas masker dengan proper dan segera mencuci tangan. Bila kamu melepasnya saat di mobil, jangan letakkan masker dengan asal di kursi, simpan di tas dan pakai hand sanitizer sebelum menyentuh apapun. Kamu juga pasti memakai masker yang sama ketika kamu keluar selama beberapa jam, namun bila masker yang kamu pakai lembap karena uap napasmu masker itu tidak lagi efektif dan perlu diganti.




    6. Memakai masker yang sudah terkontaminasi

    Kalau kamu sudah memakai masker bukan berarti kamu bebas menyentuh wajah atau maskermu, baik dengan sadar maupun tidak. Kamu mungkin tergoda untuk membetulkan posisi masker, menyentuhnya tanpa sadar, atau melepasnya untuk minum dengan tangan yang mungkin sudah terkontaminasi. Bila kamu memang harus menyentuh masker, bersihkan dulu tanganmu sebelum dan setelahnya. Jangan biasakan juga menurunkan masker ke dagu atau rambut karena hal itu justru bisa mengumpulkan partikel kuman.


    7. Memakaikan masker ke orang yang salah

    Badan Kesehatan di Kanada dan Amerika Serikat merekomendasikan bayi dan anak-anak berumur dua tahun tidak disarankan memakai masker. Pertama, karena lubang pernapasan mereka masih sempit, membuat bernapas lewat masker sulit bagi mereka. Bila bayi dan anak di bawah dua tahun mulai mengalami kesulitan bernapas, mereka tak mampu melepas masker sendiri dan bisa membuat mereka sesak napas. Mereka juga belum bisa mengikuti instruksi untuk tidak menyentuh atau memainkan masker mereka. Untuk alasan yang sama, orang-orang dengan kondisi khusus seperti dementia atau disabilitas kognitif lainnya juga tak disarankan memakai masker, namun pengasuh mereka tetap wajib memakai masker. Orang-orang yang dari awal memang mengalami kondisi pernapasan yang kurang optimal juga tak disarankan memakai masker karena membuat mereka makin sulit bernapas.

    via GIPHY

    8. Tidak mencuci masker

    Bila kamu memakai masker bahan kain secara regular, sebaiknya kamu mencucinya setiap habis digunakan. Taburkan deterjen di air dengan suhu terpanas yang bisa diterima bahan masker tersebut dan jangan pedulikan bila warnanya luntur. Air panas berguna untuk membunuh kuman yang menempel. Solusi lainnya adalah memasukkan masker ke pengering dengan suhu tertinggi yang disarankan untuk bahan masker tersebut. Bila kamu memakai masker hanya sesekali, kamu bisa mengeringkannya di sebuah kantung kertas bila sedang tidak dipakai. Bila kamu sudah memakainya sekali dan sudah lewat seminggu, kamu mungkin aman memakainya kembali karena kebanyakan virus tak bertahan lebih dari satu atau dua hari di permukaan yang halus.


    9. Mengambil jalan pintas yang salah

    Internet kadang dipenuhi ide-ide alternatif untuk membersihkan maskermu dengan lebih cepat atau menyemprotnya dengan disinfektan atau bleach atau mengeringkannya di dalam microwave. Para ahli tak menyarankan semua cara itu. Bahan kimia dari semprotan disinfektan bisa menyebabkan masalah pernapasan atau reaksi alergi dan sama sekali tak membunuh virus. Ada juga beberapa kasus kebakaran di Amerika Serikat yang dipicu oleh mereka yang menghangatkan masker di dalam microwave.


    10. Menyimpannya di tempat yang salah

    Jangan asal meletakkan masker yang tidak kamu dipakai. Simpan masker di kantong kertas yang kering dan bersih agar kuman tak menempel di permukaannya. Hindari kantong plastik karena mereka justru bisa menampung partikel kuman.


    11. Memakainya karena alasan yang salah

    Tujuan utama memakai masker di tempat umum sebetulnya lebih untuk melindungi orang lain yang berada sekitar dua meter darimu dibanding melindungi dirimu sendiri. Banyak riset yang mengungkap virus corona lebih mungkin tertular dari orang yang tidak menunjukkan gejala apapun yang berarti bisa siapa saja, termasuk diri kita sendiri. Dan itu adalah alasan terpenting bagi kita memakai masker agar tak menularkan orang lain.


    (Alex.K/Image: Pille-Riin Priske on Unsplash )