Career

10 Tips Penting Bertahan Setelah Mendengar Kabar PHK

  by: Alexander Kusumapradja       16/5/2020
    • Hingga 12 Mei 2020 jumlah tenaga kerja yang dirumahkan maupun terkena PHK mencapai 1.722.958 orang.
    • Terkena PHK memang bukan hal yang mudah diterima, namun ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya.
    • Bagi sebagian orang, keluar dari kantor lama justru bisa menjadi awal untuk masa depan yang lebih baik.

    Ladies, pandemi corona yang terjadi saat ini memang mengakibatkan kerugian yang sangat besar di sektor ekonomi dan memengaruhi kesejahteraan hidup orang banyak. Berita tentang perusahaan yang terpaksa tutup, pemutusan hubungan kerja (PHK), atau karyawan yang terpaksa dirumahkan semakin sering kita dengar belakangan ini. Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan, hingga 12 Mei 2020 jumlah tenaga kerja yang dirumahkan maupun terkena PHK mencapai 1.722.958 orang. Bukan jumlah yang sedikit dan bisa menimpa siapa saja. Bila kamu atau orang terdekatmu termasuk di dalamnya, terkena PHK atau dirumahkan jelas bukan pengalaman menyenangkan dan terkadang sulit dicerna secara emosi. Namun, apa iya PHK adalah akhir dari segalanya? Tentu tidak.

    Walaupun terdengar klise, namun berhenti dari suatu pekerjaan bisa menjadi awal yang baru dalam perjalanan karier kita. Berikut adalah beberapa tips penting bagi mereka yang baru mengalami PHK:




    1. Siapkan diri sebelum kabar PHK menimpamu

    Kamu bisa merasakan kondisi perusahaan yang sudah tidak sehat dari beberapa tanda-tanda seperti meeting tertutup yang kerap dilakukan oleh atasan dan direksi serta hak-hak karyawan yang mungkin makin dipersulit atau malah beberapa karyawan sudah mengalami PHK lebih dulu. Semakin cepat kamu menyiapkan diri, semakin kamu siap untuk kemungkinan terburuk. Mulai update CV kamu dan tak ada salahnya mulai browsing lowongan kerja lain di berbagai situs lowongan kerja. Karyawan lain atau bahkan atasan biasanya memaklumi hal itu bila perusahaan memang sudah mulai melakukan beberapa PHK.


    2. Setop menyalahkan diri sendiri

    Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa dirimu atau departemenmu yang terpilih untuk diberhentikan dan akhirnya mulai memikirkan di mana letak kesalahanmu yang membuat perusahaan merasa pantas melepasmu. Hal ini sebetulnya merupakan emosi yang wajar, namun harus diingat bahwa banyak orang mengalami PHK hanya karena berada di tempat dan waktu yang salah dalam sebuah perusahaan yang memutuskan untuk memotong pengeluaran. Terkadang tak ada logika yang jelas tentang siapa yang terkena PHK atau departemen yang bertahan. Terkadang orang yang dari segi pekerjaan sangat mampu dan kinerjanya sangat baik pun tak luput dari PHK karena perusahaan merasa tak mampu membayar gaji mereka lagi dan memilih menyelamatkan pegawai yang gajinya lebih rendah. Don’t take it personally dan jangan merasa dirimu adalah sebuah kegagalan. Karena sering kali perusahaan lah yang gagal membuat keputusan tepat untuk menyelamatkan bisnis mereka.


    3. Jangan jelekkan perusahan lama

    Sekesal apapun dirimu dengan perusahaan yang telah memecatmu, jangan jelekkan perusahaan itu saat kamu melakukan interview di tempat baru. Bila saat interview ditanya tentang kantor lama, jawab saja dengan kalimat singkat dan jujur seperti. “Saya memang mencari peluang baru dan kesempatan untuk berkembang di tempat yang baru,” Lalu tanyakan hal tentang perusahaan baru atau posisi yang sedang kamu incar untuk mengubah topik pembicaraaan. Namun yang paling penting adalah ubah mindset kalau kamu "dipecat". Anggap dirimu adalah "lulusan/alumni" dari perusahaan tersebut dibanding mengidentifikasi diri sebagai korban pemecatan.


    4. Selesaikan semua kewajiban

    Bila masih ada hutang pekerjaan dan kewajiban yang harus diselesaikan, langkah paling bijaksana memang menyelesaikannya sesegera mungkin dibanding bersikap masa bodo dengan kantor yang telah memecatmu. Selain menunjukkan itikad baik, anggap hal ini lebih tentang etos kerja pribadimu dan menjadi orang yang memang profesional dari awal kerja hingga selesai hubungan kerja.

    5. Tanyakan dengan jelas soal kompensasi dan hak

    Banyak pekerja yang terkena PHK di masa pandemi ini hanya mendapat kabar tersebut melalui sarana elektronik seperti aplikasi chat atau video call. Adalah hakmu untuk meminta perwakilan perusahaan menggelar sesi video conference untuk menjelaskan keputusan mereka memecat dirimu dan gunakan kesempatan ini untuk benar-benar membahas apa yang masih menjadi hakmu seperti pesangon dan lain-lain. Catat setiap tanggal yang mereka berikan untuk memproses dan membayarkan kompensasi tersebut termasuk uang reimburse yang mungkin belum cair, BPJS, atau asuransi kesehatan.




    6. Minta slip gaji dan surat pemutusan hubungan kerja dari HRD

    Masih banyak perusahaan yang meminta slip gaji dari kantor sebelumnya sebagai berkas pelengkap sebelum memutuskan untuk menerima dirimu. Untuk jaga-jaga, minta juga surat dari HRD kantor lama yang menyatakan dirimu terkena PHK karena memang kebijakan umum perusahaan dan bukan karena kesalahan pribadimu. Hal ini penting untuk meningkatkan “nilai tawarmu” ke perusahaan baru dan kalau bisa cantumkan juga nama atasan di kantor lama yang bisa menjadi referral bagi dirimu. Bila HRD tak bisa memberikan surat resmi, sebuah email resmi dari mereka (dengan nama dan jabatan HRD) juga sudah cukup menjadi pegangan.


    7. Persiapkan diri untuk job hunting

    Dengan banyaknya tenaga kerja yang mengalami PHK, mencari pekerjaan baru jelas bukan pekerjaan mudah, apalagi di situasi pandemi seperti ini. Sekali lagi, mulai rapikan CV profesionalmu, lengkapi berkas pendukung dari kantor lama, susun portfolio, dan update profile di situs lowongan kerja. Kamu juga bisa pindahkan kontak dari email kantor ke email personal profesionalmu.

    8. Ambil napas sejenak dan tenangkan diri secara mental

    Kalau kamu masih merasa belum siap untuk sesegera mungkin mencari kerja yang merupakan proses yang menguras fisik dan mental, tak ada salahnya kamu break sejenak dan berdamai dengan kenyataan kalau kamu baru saja di-PHK. Kamu mungkin merasakan berbagai emosi seperti marah, kecewa, sedih, takut, cemas, dan emosi yang terasa negatif lainnya. Itu adalah hal yang sangat normal. Tak ada salahnya kamu berikan beberapa saat bagi dirimu untuk mencerna semua emosi itu, memikirkan kembali tujuanmu selanjutnya, atau biarkan dirimu menangis sampai lega. Tunggu sampai dirimu siap move on dan tak ada lagi hal yang mengganjal sebelum mulai mencari pekerjaan baru.


    9. Hitung semua berkah yang masih kamu rasakan

    Terkena PHK apalagi dari kantor yang terbilang mentereng adalah hal yang bisa melukai egomu dan membuatmu memikirkan hal-hal negatif tentang dirimu. Salah satu triknya adalah jangan lupakan berkah yang masih kamu rasakan saat ini. Hal-hal sederhana yang mungkin selama ini luput seperti kamu masih diberikan kesehatan, orangtua yang masih sehat, rumah, teman-teman yang memberi dukungan, akses internet yang masih kamu punya dan hal-hal lain yang bisa mengingatkanmu kalau kamu masih punya banyak hal berharga ini dalam hidup.


    10. Hanya lihat ke depan

    Kamu mungkin sudah puas menangis atau memikirkan hal-hal menyenangkan dari kantor lamamu, dan ini saatnya untuk menatap ke depan. Keluar dari perusahaan lama adalah hal yang memang menggentarkan terutama bila kamu masih belum yakin dengan apa yang ingin kamu raih. Namun, bagi beberapa orang, keluar (atau dikeluarkan) dari perusahaan lama justru membuka peluang baru yang seringkali lebih baik dari sebelumnya. Pikirkan lagi apakah kamu bertahan lama di perusahaan sebelumnya karena memang sesuai passion atau kamu sebetulnya hanya terjebak di zona nyaman alias pekerjaan yang sebetulnya bukan passion tapi memberikan jaminan ekonomi yang akhirnya membuat kamu terbiasa walaupun sebetulnya kamu merasa kurang bahagia dan sering merasa ada yang kurang dalam hidupmu. Ini saatnya untuk menentukan kembali apa yang menjadi tujuanmu dalam jangka panjang, sosok seperti apa yang kamu dambakan dari dirimu sendiri. This is the right time to pursue it.


    (Alex.K/Image: Estée Janssens on Unsplash)