Beauty

Hindari Kerutan Akibat Stres, Ini Langkahnya!

  by: Yovita Pratiwi       16/5/2020
  • Munculnya kerutan pada wajah memang tak dapat dihindari sepenuhnya. Penggunaan krim anti-penuaan memang dapat mencegah dan memperlambat proses terbentuknya kerutan. Namun, nyatanya keriput juga dapat terjadi akibat stres. Wait, what? Kita semua tahu stres memang terkadang tak dapat dihindari. Tetapi ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membantu. Cosmo akan telusuri lebih dalam apa sebenarnya makna keriput akibat stres dan bagaimana mencegahnya. Yuk, ikuti!


    Apa Itu Keriput Akibat Stres?




    Sesungguhnya, semuanya masuk akal. Ketika kita merasa stres, kualitas tidur jadi menurun, kita tidak berolahraga sesering yang seharusnya, dan pola makan juga berantakan. Semua faktor tersebut dapat berkontribusi dan memberikan efek negatif tak hanya pada kesehatan, namun juga pada kulit kita. Kerutan akibat stres biasanya terjadi akibat stres psikologis dan agresor lingkungan seperti racun, polusi, dan paparan sinar matahari. Kerutan seperti ini cenderung muncul pada area dahi dan di antara alis. 



    Mengapa Kerutan Ini Bisa Muncul?


    Stres dapat berasal dari pekerjaan, hubungan, keuangan, atau bahkan lingkungan. Jawabannya ada pada telomer. Telomer merupakan penutup pada ujung setiap untai DNA yang melindungi kromosom kita. Orang yang menderita gangguan mental, depresi, kecemasan, atau trauma mungkin memiliki telomer yang lebih pendek dibandingkan dengan orang yang tidak. Penelitian telah dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai telomer yang lebih pendek dengan stres kronis serta psikologi, sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap keriput. 


    Keriput Akibat Stres vs Keriput Terkait Usia


    Kerutan yang disebabkan oleh penuaan terjadi akibat penurunan kadar kolagen dan elastin dalam tubuh. Pada usia 20-an, tubuh mulai memproduksi lebih sedikit kolagen. Meskipun kita tak dapat menghentikan penuaan sepenuhnya, namun perawatan kulit dan penyesuaian gaya hidup dapat membantu memperlambat terbentuknya kerutan, misalnya mengenakan sunscreen atau mengikuti rejimen perawatan kulit yang baik. Sementara keriput stres terbentuk akibat pemendekan telomer pada orang yang mengalami stres psikologis jangka panjang. Jika kamu berusia 30-an atau lebih tua dan sedang berada dalam tekanan psikologis kronis, kamu mungkin dapat melihat penampakan keriput yang diakibatkan oleh faktor usia dan stres lebih banyak, dibandingkan keriput yang diakibatkan oleh penuaan saja. 


    Cara Mencegahnya


    1. Buat Rutinitas dengan Gaya Hidup Benar



    Kamu dapat menerapkan rutinitas penghilang stres dalam kehidupan sehari-hari, seperti berolahraga, bermeditasi, atau menulis jurnal.


    2. Pastikan Tubuh Terhidrasi





    Lembapkan kulit secara eksternal dan internal dengan minum air yang cukup.


    3. Ubah Gaya Hidup



    Tinggalkan rokok, batasi asupan alkohol, serta makan makanan bernutrisi.


    4. Tidur Nyenyak



    Meskipun mungkin lumayan sulit, namun kamu wajib tidur minimal delapan jam sehari, karena tubuh memperbaiki kerusakan pada kulit saat kamu tidur. 


    5. Kenakan Sunscreen



    Gunakan tabir surya yang memiliki SPF minimal 30 setiap hari, terutama pada area wajah. Ingat, bahkan jika kamu hanya berada dalam ruangan sekalipun!


    6. Merangsang Kolagen



    Kamu dapat mengonsumsi makanan dan minuman yang merangsang kolagen, serta produk perawatan kulit dan treatmen yang dapat menstimulasi produksi kolagen.


    (Yovita Pratiwi. Image: Dok. Jeshoots on Unsplash & Instagram.)