Love & Sex

Awas, Ini Tanda Kamu dan Pacar Sudah Waktunya Putus Hubungan

  by: Kezia Calesta       23/5/2020
  • Apakah kamu sedang berpikir untuk memutuskan hubungan dengan sang pacar? Sometimes, a relationship is worth fixing. We repeat: sometimes. Banyak pasangan seringkali putus, namun ada saja yang mendapat alasan untuk balikan… maka bila kamu sedang mempertimbangkannya, Cosmo dapat memberikan beberapa skenario yang dapat membantumu membulatkan keputusan. Remember, this is your relationship – do what feels right. Berikut 5 tanda kamu dan pacar sudah waktunya putus hubungan.




    1. Kamu selalu berfantasi tentang orang lain.



    Putus jika…

    Kamu tidak ingin bersamanya selamanya. Ada banyak pria tampan di luar sana – so, maklum saja bila kamu sekali-kali memikirkan mereka. Namun jika kamu membayangkan hal ini setiap hari dan diam-diam mengharapkan happily ever after dengan pria lain, ini salah satu tanda bahwa kamu sudah tidak lagi ingin menjalankan hubungan dengan pasangan yang sekarang.

    Pertahankan jika…

    Ia sedang tidak memenuhi kebutuhanmu. Saat sudah menjalin hubungan yang cukup lama, terkadang usaha yang dikerahkan untuk menyenangkan satu sama lain dapat berkurang. Apakah kamu sudah lama tidak mendapat kasih sayang dalam bentuk sentuhan fisik, atau sudah jarang mendengar kata-kata manis seperti ‘I love you’? Mungkin, solusinya adalah untuk mengadakan heart-to-heart conversation dan melakukan berbagai aktivitas baru bersama agar hubungan dapat kembali segar.


    2. Kamu merasa ia terlalu manja dan dependen.



    Putus jika…

    Ia tidak mengizinkan kamu untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman tanpanya. Excuse me, possessive much? Pasangan yang manipulatif atau terlalu dependen biasanya tidak senang bila kamu ingin quality time bersama teman-teman saja. Jika ia tidak menyukai semua temanmu tanpa alasan jelas, dan ia selalu melarangmu untuk bersenang-senang tanpanya… boy, bye! Inilah hidupmu, dan kamu tidak perlu seorang pasangan yang terlalu posesif dan egois.

    Pertahankan jika…

    Kamu sedang stres dan melalui banyak masalah. Bila kamu ingin mendiamkan semua notifikasi WhatsApp (termasuk pesan dari sang pasangan) karena pikiranmu sedang dipenuhi oleh pekerjaan atau hal lain, kamu tidak perlu putus hubungan – kamu hanya perlu mengosongkan jadwal dan mengambil waktu rehat. Get some me-time. Beritahu sang pasangan bahwa kamu sedang membutuhkan waktu sendiri agar ia tidak terus mencarimu dan memaksamu untuk bercerita kepadanya – pasangan yang baik akan mengerti keadaanmu dan bahkan menawarkan bantuan untuk meringankan beban.


    3. Kamu merasa bahwa kalian tidak menginginkan hal yang sama dari hubungan ini.



    Putus jika…

    Salah satu dari kalian lebih serius dengan hubungan ini. Misalnya, pasanganmu ingin berkomitmen sampai menikah, sedangkan kamu tidak yakin dengan hubungan ini sejak awal dan sebenarnya ingin casual relationship saja… this isn’t meant to be. Kamu tidak bisa berharap atau memaksa seseorang untuk berkomitmen dengan satu sama lain. If the timing isn’t right or the feelings aren’t mutual, saatnya membuka mata dan mengakhirinya sebelum hubungan ini menghabiskan waktu satu sama lain.

    Pertahankan jika…

    Kalian belum mengadakan pembicaraan serius seputar topik ini. Apakah kamu merasa sudah siap berkomitmen dan siap menikah dalam 2-3 tahun mendatang, sedangkan kamu tidak yakin akan perasaan si dia? Jangan diam saja dan berharap life goals kalian berdua akan dipertemukan dengan sendirinya. It’s time to talk.




    4. Kamu merasa jenuh dengan hubungan ini.



    Putus jika…

    Kamu tidak pernah merasa puas. Sudah mencoba berbagai aktivitas baru dengan sang pasangan, atau sudah mencoba traveling bersama… namun hatimu masih terasa kosong dan tidak bahagia meskipun kalian sedang bersama? Maybe it’s a sign to move on, khususnya bila kamu sering berandai tentang kehidupan solo tanpa pasanganmu.

    Pertahankan jika…

    Kamu hanya bosan dengan rutinitas pacaranmu. Saat awal berkencan, kamu melakukan banyak hal baru bersama si dia… namun sekarang? Kalian hampir selalu berdiam di rumah, memesan makanan dari restoran langganan, dan menonton Netflix. Yup… it’s time to switch things up and get creative!


    5. Kamu mudah kesal dengan pasanganmu.



    Putus jika…

    Apapun yang dilakukannya membuatmu ingin mengamuk. Jika kamu merasa ingin menjerit atau mencakarnya setiap kali ia melontarkan candaan yang ‘lucu’ atau melontarkan sebuah pertanyaan bodoh, mungkin kamu perlu mengadakan sebuah pembicaraan yang serius. Jika keberadaannya saja dapat menghancurkan mood kamu seharian, ini sebuah isu yang cukup gawat.

    Pertahankan jika…

    Ada alasan di balik perilaku ini. Bila keadaan sekitarmu membuat stres, pekerjaan sedang menyulitkan, atau kamu belum menuntaskan masalah dengan pasanganmu… ini artinya kamu sedang melampiaskan amarah ke si dia. Girl, apologize and work it out.


    (Image: doc. Unsplash / Artikel ini disadurkan dari Cosmopolitan.com. Perubahan minor telah dilakukan oleh editor.)