Beauty

Penting! Beda Pengertian Hydrating dan Moisturizing

  by: Fariza Rahmadinna       28/5/2020
  • Tahukah kamu, apa perbedaan produk perawatan kulit yang berlabel hydrating dan moisturizing? Sebagian orang masih menganggap keduanya merupakan hal yang sama, namun ternyata masing-masing merujuk pada dua kondisi kulit yang berbeda - tapi serupa. Untuk menjawab kebingunganmu, Cosmo akan menjelaskan lebih lanjut!

    Apa perbedaan antara hydrating dan moisturizing?



    Catat: Kulit kering adalah jenis kulit yang sudah dimiliki sejak lahir. Sedangkan kulit dehidrasi adalah suatu kondisi kulit yang dapat dialami oleh siapa saja, apapun jenis kulitnya.

    Dikutip dari The Klog, Joshua Zeichner—seorang direktur penelitian kosmetik dan klinis dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai—menjelaskan bahwa produk dengan kandungan yang tergolong dalam kategori hydrating biasanya bekerja dengan cara menambahkan sekaligus mempertahankan kadar air dalam kulit. Sementara produk moisturizing sebenarnya mencoba untuk memperbaiki kulit dengan mengembalikan kadar air yang hilang.

    Pada dasarnya, kulit dehidrasi itu disebabkan oleh kurangnya kadar air yang dapat disebabkan oleh gaya hidup, seperti; kurang minum air putih, kurang tidur, pola makan yang tidak seimbang, cuaca yang terlalu kering atau terlalu panas, dan paparan sinar matahari. Maka dari itu, kulit memerlukan asupan kadar air dengan menggunakan produk perawatan kulit yang mampu meningkatkan hidrasi.

    Berbeda dengan kulit kering. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kurangnya produksi sebum. Karenanya, kulit memerlukan lapisan minyak agar tampilan kulit kembali sehat, dan kamu dapat mengatasinya dengan menggunakan produk pelembap.

    Apa saja kandungan yang dapat meningkatkan hidrasi?

    Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kulit dapat mengalami dehidrasi dari berbagai faktor, termasuk pengaruh skincare, pola makan yang tidak seimbang, cuaca yang terlalu panas atau terlalu kering, dan jadwal tidur yang buruk. Kulit dehidrasi cenderung terlihat kusam, terasa kencang, flaky dan bahkan sensitif. Kulit dehidrasi membutuhkan produk hydrating yang diformulasikan khusus dengan hyaluronic acid atau gliserin. Kedua kandungan ini bertindak sebagai humektan, yaitu mampu menyerap air yang tinggi dari udara sekaligus mempertahankan kadar air, sehingga meningkatkan hidrasi pada kulit.



    Menurut Joshua Zeichner, produk perawatan kulit yang memiliki kandungan seperti hyaluronic acid dapat mencegah kulit dari kehilangan air lebih lanjut sekaligus menyeimbangkan kadar air dan minyak pada kulit. Dengan kata lain, kandungan hyaluronic acid dapat membantu mempertahankan dan meningkatkan kadar hidrasi sehingga kulit terasa lebih lembap dan kenyal.

    Apa saja kandungan yang dapat melembapkan?

    Kulit kering ditandai dengan tampilan flaky, gatal, terasa kencang, dan bahkan kusam. Menurut Zeichner, cara terbaik untuk mengatasi kondisi kulit seperti ini adalah dengan menggunakan produk yang mengandung bahan yang bertindak sebagai agen pelembab, seperti ceramide. Kandungan ini mampu memberi kelembapan kulit hingga lapisan kulit yang terdalam. Selain itu, kandungan seperti mineral oil dan petroleum jelly dinilai baik untuk mengatasi masalah kulit kering. Dikutip dari Healthline, moisturizer atau pelembap dengan kandungan yang bertindak sebagai emolien seperti minyak nabati juga mampu mencegah hilangnya kadar air di dalam kulit sekaligus menambah nutrisi.

    Itulah perbedaan antara hydrating dan moisturizing. Pada dasarnya, kamu dapat menggunakan produk yang berlabel hydrating dan moisturizing secara bersamaan. Tipsnya: gunakan produk hydrating terlebih dahulu sampai benar-benar meresap. Setelah itu gunakan produk moisturizing. Ingatlah, selalu pilih produk skincare yang berlabel oil-free dan non comedogenic, agar tidak menyumbat pori-pori.


    (Fariza Rahmadinna / VA / Image: Dok. Shiny Diamond / Pexels)