Better You

Sederet Aksi Yang Bisa Dilakukan untuk Meraih Life Goals Bagi Gen Z

  by: Givania Diwiya Citta       2/5/2021
  • Selamat datang di masa-masa krusial dalam hidup, Gen Z! Uhm, rasanya Cosmo tak perlu mengulang semua roda peristiwa belantara dunia semasa Gen Z bertumbuh, yang penting, karakter Gen Z pun kian terbentuk oleh keadaan sehingga membuat mereka lebih cautious dibanding para generasi sebelumnya (milenial dan Gen X). Tak mengejutkan bahwa hasil temuan Northwestern Mutual dalam laporan penelitiannya yang berjudul Planning & Progress Study tahun 2019, menunjukkan 81% dari Gen Z dewasa telah mantap memiliki tujuan spesifik untuk dicapai pada lima sampai 10 tahun mendatang. Bahkan survei yang dilakukan Ypulse pada anggota Gen Z berusia 13-17 tahun saja, menunjukkan bahwa di usia yang masih belia, mereka mampu mengurutkan pencapaian hidup yang perlu difokuskan: pendidikan dan karier. 


    Sekarang, bagi para Gen Z pertama yang lahir pada 2001, selamat karena kamu telah memasuki masa usia 20 tahun! Inilah masa-masa di mana kita akan berkenalan dengan fase adulthood. Kita akan mendapat ruang untuk jujur terhadap diri sendiri, menemukan yang diinginkan dalam hidup, dan mendekati jalan kita untuk meraihnya. Cosmo yakin, bukan hal sulit bagi kamu untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai. Namun terkadang, sedikit menantang untuk mengurai langkah demi langkah dalam upaya maju mencapai destinasinya. Tapi lagi-lagi, rasanya Cosmo tak perlu meragukan determinasi para Gen Z, karena 8 dari 10 anggota Gen Z* percaya bahwa suatu hari mereka akan tiba di tempat yang diinginkan dalam hidup. Dengan usia dan masa keemasan ini, fokuslah untuk memaksimalkan potensi kamu dalam hidup, dan temukan hal-hal yang menggiring kebahagiaan pada kamu. Be your best self from now on!








    On Developing Your Career

    Ya, inilah jawaban nomor satu dari para Gen Z ketika ditanya bagaimana cara mereka mendefinisikan sukses: enjoying your career (45%)*. Gen Z adalah satu-satunya generasi yang mengedepankan karier di antara aspek hidupnya yang lain, lho. Here’s your starter pack to open the path! 

    Action Plan:

    • Jadilah ahli di suatu bidang. Pelajarilah apapun yang kamu minati dan mampu gali. Ikuti rasa penasaran itu, karena siapa yang tahu, kesempatan jadi ahli di bidang tersebut malah memberi kamu status emas (sekaligus pundi-pundi ekstra)? Make ‘your thing’ your playground of expertise!
    • Belajarlah menghargai kegagalan. Well… tentu saja semasa remaja, menerima kegagalan adalah hal sulit untuk dimaafkan. Tapi sebenarnya, kegagalan ini adalah kontribusi baik untuk membentuk pembelajaran ketika menginjak kedewasaan. Tim Harford, penulis Adapt: Why Success Always Starts with Failure, juga menyebutkan bahwa mempelajari kegagalan secara produktif akan membuat kita menjajal banyak hal baru, melangkah ke luar zona nyaman, dan menjadi kreatif ketika rencana awal tak berjalan semestinya. Anggaplah kegagalan sebagai investasi untuk menuai keberhasilan di kesempatan selanjutnya! We know you are capable on doing this, Gen Z. 
    • Gagaslah banyak ide-ide orisinal. Psikolog Adam Grant menemukan hasil dari risetnya bahwa orang-orang yang paling sukses bukanlah mereka yang punya ide lebih baik daripada orang lain, melainkan karena mereka gigih terhadap ide-idenya, hingga salah satunya (atau malah beberapa) mampu direalisasikan. Bagaimana memulainya? James Altucher, penulis yang telah menerbitkan 20 buku dan pernah mendirikan 20 perusahaan, merekomendasikan menulis 10 ide setiap hari. Dengan begitu, kamu punya 3.650 ide dalam setahun! Tak mungkin tak ada satu pun yang bisa diwujudkan. Wink.





    On Relationship with Your Circle

    Prioritas selanjutnya dari tujuan hidup Gen Z* adalah “spending quality time with family”, atau menurut tambahan Cosmo, juga dengan keluarga yang kamu pilih sendiri. Tentu saja ada langkah untuk mewujudkannya!

    Action Plan:

    • Tunjukkan kasih sayang sebagai kebiasaan. Lebih dari sekadar komunikasi yang konstan, mencurahkan kata-kata yang baik dan menunjukkan gestur bahwa kamu peduli, akan menghadirkan cara lain untuk berbagi kebahagiaan hidup pada orang-orang yang kamu sayangi. Ini juga merupakan wujud lain dari tidak menganggap remeh semua cinta yang kamu terima dari mereka. Ehm, mungkin coba berkreasi memasak ulang hidangan favorit si dia, sahabat, atau keluarga dari menu yang biasa mereka pesan di restoran? That’s love.
    • Bangun hubungan yang awet. Sebagai informasi, relationship itu punya peran besar dalam membentuk kadar kebahagiaan kita. Jadi, usaha untuk sungguh-sungguh mengupayakan pertemanan, persaudaraan, hingga hubungan asmara itu berhasil, amat dibutuhkan agar membuat koneksi tersebut bermakna. Untuk mencapainya, simak poin selanjutnya:
    • Putuskan siapa saja teman nyata kamu. Tak perlu menunggu hingga usia kamu lebih tua untuk punya ikatan kuat bersama orang-orang yang ‘sungguhan’ ada dalam lingkaran hidup. kamu bisa mulai memilihnya sekarang. kamu pasti tahu aturannya: jauhi hubungan beracun, yang palsu, dan yang hanya memberi kamu energi negatif. Isi ruang hidup dengan orang-orang yang tulus menghormati serta mencintai kamu.







    On Your Personal Growth

    Yes, Gen Z knows that it’s YOUniverse. Jika kamu tak merasa sehat secara fisik, mental, dan pikiran, bagaimana kamu akan menjalani hari? “Being healthy” adalah atribut selanjutnya dalam orientasi tujuan hidup Gen Z*.

    Action Plan:

    • Mulai lepaskan ego. Bukan, bukannya membiarkan kebanggaan dalam diri itu hilang, tapi jinakkan ego yang membutakan kamu dari kemampuan melihat sudut pandang lain. Tanyakan pertanyaan sederhana seperti, ‘bagaimana kalau rencana saya tak berjalan semestinya?’, agar kamu bisa melihat variasi alternatif yang turut menghantarkan kamu pada progres dari kemungkinan peluang yang lain.
    • Berhentilah hidup menjadi orang lain. Artinya… jangan tunggu sampai ada orang lain yang memberikan kamu standar kehidupan, karena kamulah yang mengatur roda hidup sendiri. Terkadang, ada godaan serta tekanan untuk hidup berdasarkan ekspektasi orang ataupun kadar standar yang ada di masyarakat. Namun sesungguhnya, standar tersebut tak bisa dijadikan acuan untuk menghitung angka keberhasilan kamu dalam menjalani hidup – bahkan lebih buruknya, bisa berdampak membuat kamu merasa tak puas dalam menjalani hidup sendiri. Live the life you value, bb.
    • Ambil tanggung jawab pada setiap aksi kamu. Ini adalah cara paling tepat untuk menjadi diri sendiri sesuai yang kamu aspirasikan. Siapa yang tahu, lewat prinsip ini, kamu memahat sosok yang diri sendiri ingin teladani. Your best self is yet to come!





    On a Healthier Citizenship

    Gen Z dikenal kokoh dengan caranya mendefinisikan dirinya. Pilihan karier dan hobi adalah yang paling membentuk identitas personalnya. Gen Z juga dikenal akan kuatnya konsep hidup sebagai world citizen – lebih berbaur tanpa mengatasnamakan ras dan perbedaan keyakinan. So here’s how to contribute on setting your life goal for environment and community.

    Action Plan:

    • Adaptasi pada gaya hidup minimalis. Caranya tak sulit, kok! Hanya dengan sadar penuh akan apapun yang kamu beli atau apapun yang kamu miliki, bisa membuat gaya hidup kamu lebih sederhana, bahkan percayalah, ini akan lebih memuaskan batin. Contohnya, memilih untuk menanam sampah organik di taman sendiri agar menghindari emisi polusi pembakaran sampah pada atmosfer bumi. Inilah kombinasi dari mengurangi kerusakan pada lingkungan, dan menguntungkan berkat lebih banyak aktivitas fisik nan terapeutik. Win, win!
    • Temukan isu yang menggugah kamu. Pernahkah kamu merasa termotivasi ketika bisa terhubung dengan suatu kasus, dan mendorong kamu untuk membuat perubahan? Baik kamu pernah menemukannya, atau bahkan belum sempat menemukannya, carilah misi yang membakar gairah kamu untuk membuat keadaan kehidupan sehari-hari jadi lebih baik. Kemudian...
    • Terlibatlah pada isu yang bermakna. Jika kamu sudah menemukannya, maka jangan sungkan untuk libatkan diri pada isu tersebut. kamu akan mendapatkan energi hebat yang membuat pikiran dan mental kamu lebih jernih, ketika bisa berpartisipasi dalam kesempatan menggerakkan perubahan yang baik. You’ll find your passion to live, not only for yourself, but for the world to continue too.


    *) Dilansir dari Planning & Progress Study tahun 2019 oleh Northwestern Mutual.


    Artikel ini dipublikasikan pada majalah Cosmopolitan Indonesia edisi April 2021. Untuk artikel lengkapnya, dapatkan majalah tersebut di sini.

    (Givania Diwiya / FT / Image: Dok. fauxels from Pexels)