Better You

Body Checking: Hal Kecil yang Dapat Memengaruhi Mental Health

  by: Redaksi       3/5/2021
  • Mungkin kamu masih belum familier dengan istilah “body checking,” tetapi perilaku ini merupakan salah satu gejala umum dari beberapa gangguan kesehatan mental, termasuk di antaranya adalah eating disorder, body dysmorphic disorder, dan anxiety. Body checking juga dapat menjadi suatu kebiasaan yang sulit untuk dihentikan.

    Body checking sendiri merujuk pada sebuah tindakan obsesif dimana orang yang melakukannya terlalu fokus dan sering memeriksa dan membandingkan badan mereka dengan badan orang lain. Body checking juga dapat diartikan sebagai tindakan ketika seseorang terlalu fokus terhadap bagaimana pakaian mereka atau secara teratur memeriksa diri mereka sendiri di cermin.



    Gejala ini menjadi sebuah perbincangan panas setelah sebuah unggahan Instagram oleh @Feminist menjelaskan bagaimana body checking dapat menjadi sebuah pemikiran yang obsesif. Unggahan tersebut juga memberi saran untuk berhasil menghentikan perilaku tersebut. Sejak dibagikan, unggahan tersebut sudah mendapat lebih dari 170.000 likes, menunjukkan bahwa begitu banyak orang yang setuju dengan pernyataan tersebut (atau banyaknya orang yang ingin untuk mempelajari tentang topik ini lebih lanjut).



    Terkait hal tersebut, Cosmo UK menanyakan lebih lanjut ke Dr. Helen McCarthy, seorang psikolog klinis yang memiliki spesialisasi di eating disorder (dan penulis buku How To Retrain Your Appetite) untuk memberi penjelasan secara profesional terkait apa itu ‘body checking’ dan bagaimana cara mengatasinya.


    Apa itu body checking?

    “Body checking terbagi dalam beberapa tingkat, tergantung seberapa parah hal ini dilakukan dan bagaimana pengaruhnya terhadap hidup penderitanya,” jelas Dr. McCarthy. “Jika ini menjadi sebuah kebiasaan yang ingin kamu ubah, maka penggunaan teknik untuk meminimalisir anxiety dapat membantumu menoleransi rasa tidak nyaman ketika berhenti melakukan body checking.”

    “Body checking kemungkinan dapat menjadi suatu kebiasaan karena, dalam beberapa cara, hal ini telah membantu dirimu, meskipun pada akhirnya memberi dampak buruk. Ketika sesuatu telah membantu kehidupan kita sebelumnya, ada kemungkinan besar kita akan mengulanginya lagi.” Bantuan yang dimaksud dapat berupa rasa puas dan lega yang sementara atau perasaan seolah kamu memiliki kendali atas tubuhmu.


    Perilaku seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai body checking?

    Sebagaimana dijelaskan dalam post Instagram dari @Feminist (yang telah disetujui oleh Dr. McCarthy), contoh dari perilaku body checking antara lain: mencubit atau memegang perut atau anggota badan lain, terlalu sering menimbang berat badan, terlalu sering memeriksa siluet tubuh di cermin, terlalu menyoroti bagaimana rasa pakaian saat dipakai, serta membandingkan bentuk dan ukuran tubuhmu dengan orang lain.


    Bagaimana caranya menghentikan kebiasaan body checking?

    “Kalau kamu berulang kali menahan hasrat untuk melakukan body checking secara sengaja sambil melakukan teknik menenangkan rasa gelisah, frekuensi body checking yang kamu lakukan akan berkurang,” lanjut Dr. McCarthy. “Namun, jika body checking-mu berkembang dalam konteks faktor lain, termasuk di antaranya rasa gelisah yang berlebihan dan kecenderungan untuk menjadi sempurna (perfeksionis), maka bisa saja body checking ini telah berkembang menjadi eating disorder atau body dysmorphic disorder.”

    Dr. McCarthy melanjutkan, “Perilaku ini mungkin terlihat seperti kebiasaan pada umumnya, tetapi jika hal ini terus-terusan dilakukan, terlebih lagi dengan pola pikir dan perasaan tertentu tentang dirimu, mungkin sudah waktunya untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.” Beliau juga menjelaskan bahwa body dysmorphic disorder adalah sebuah kondisi kejiwaan yang masuk ke dalam kategori obsessive compulsive disorder.

    Kriteria dari body dysmorphic disorder antara lain adalah: pemberian fokus terhadap kekurangan tertentu dalam penampilan fisik yang mungkin tidak terlihat signifikan oleh orang lain, pemeriksaan penampilan secara berulang, serta pemberian fokus pada poin pertama harus menyebabkan tekanan atau gangguan secara signifikan terhadap fungsi sosial, pekerjaan, atau aspek kehidupan lain dari penderitanya.



    Dr. McCarthy memberi saran, “Bagi kamu yang merasa bahwa body checking memberi rasa stres yang signifikan, atau menghentikanmu untuk beraktivitas secara normal, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan jiwa.” Selain itu, mengulang kalimat motivasi, seperti, “Saya bernilai lebih dari angka yang ada pada timbangan saya” atau “Saya merasa nyaman dengan badan saya” dapat membantu proses pemberhentian body checking. Love your own body, girls.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan UK / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Nabila Nida Rafida / VA / Image: Dok. Szabolcs Toth on Unsplash)