Lifestyle

7 Manfaat Kacang Pistachio untuk Kesehatan Tubuh

  by: Kezia Calesta       1/5/2021
  • Bila kamu suka menyantap kacang-kacangan sebagai cemilan, masukkan kacang pistachio ke dietmu! Kacang yang berasal dari pohon pistachio ini kaya akan protein, antioksidan dan serat yang baik untuk tubuhmu. Berikut 7 manfaat kacang pistachio untuk kesehatan.




    1. Rendah kalori

    Good news! Untuk kamu yang sedang menjalani diet sehat atau ingin menjaga berat badan, pistachio merupakan salah satu tipe kacang dengan kalori terendah. Bandingkan dengan kacang lain: 1 ons macadamia mengandung 204 kalori, 1 ons kacang pecan mengandung 196 kalori, sedangkan 1 ons pistachio hanya mengandung 159 kalori!



    2. Baik untuk kesehatan mata

    Menurut riset oleh American Optometric Association, lutein dan zeaxanthin dapat menurunkan risiko masalah mata - dan kedua zat tersebut terkandung dalam kacang pistachio.


    3. Menurunkan kolesterol dan tekanan darah

    Selain kaya antioksidan, berbagai studi telah membuktikan bahwa pistachio dapat menurunkan kolesterol, menyehatkan tekanan darah, dan mengurangi risiko masalah jantung ketimbang kacang-kacangan lain.


    4. Menyehatkan usus dan pencernaan

    Semua kacang kaya akan serat, dan serat mendukung sistem pencernaan dan bakteri baik dalam usus. Menambahkan kacang pistachio ke diet dapat meningkatkan lebih banyak bakteri baik ketimbang menyantap kacang almond!


    5. Kaya antioksidan

    Antioksidan sangat penting untuk kesehatan tubuh, karena antioksidan dapat mencegah kerusakan sel dan menurunkan risiko kanker. And guess what? Kadar antioksidan dalam pistachio melebihi kacang-kacangan lain, juga mengandung lutein dan beta carotene yang sangat bermanfaat.


    6. Menurunkan gula darah

    Meskipun kadar karbohidratnya lebih tinggi dari kacang lain, pistachio memiliki low glycemic index. Artinya, kacang ini tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis.




    7. Kaya protein

    Meskipun rendah kalori, pistachio memiliki rasio asam amino yang cukup tinggi. Apakah kamu tahu bahwa tubuhmu tidak dapat memproduksi amino acid secara alami? Karena itu, kamu sebaiknya memasukkan makanan yang kaya asam amino ke dalam diet.


    (Image: doc. @racool_studio via Freepik)