Love & Sex

Ingin Putus? Ini 6 Cara Minta Putus dengan Pasanganmu!

  by: Giovani Untari       2/5/2021
  • Ada kalanya sebuah hubungan jelas tidak selalu berakhir happily ever after layaknya cerita di fairytale. Rasa tidak cocok dengan pasangan atau perubahan perasaan yang terjadi pada hubungan adalah sekian banyak alasan mengapa opsi putus terkadang dipilih untuk mengakhiri sebuah hubungan.

    Bagi kamu yang saat ini sudah mantap untuk putus dari pasanganmu, berikut Cosmo bagikan 6 cara minta putus secara baik-baik dan dewasa. Good luck, dear!




    1. Yakinkan dirimu terlebih dahulu

    Pertama, tanyakan ke dirimu sendiri" 'Apakah saya memang ingin mengakhiri hubungan ini atau sebenarnya saya hanya ingin adanya perubahan dalam hubungan tersebut?' saran Sara Davison, seorang relationship therapist dan founder dari aplikasi 7 Steps to a Better Break-Up

    "Jika kalian sudah bersama selama lebih dari beberapa bulan, menjaga hubungan tetap on fire memang menjadi sebuah tantangan tersendiri. Kamu pun berhak untuk menenangkan diri dan berpikir baik-baik sebelum mengambil keputusan. Bagi klien saya yang sudah mantap untuk berpisah, saya selalu mengatakan tentang prinsip 'tidak ada penyesalan' sebelum mereka putus.


    Jadi sebelum hubunganmu berakhir, coba tuliskan hal-hal apa saja yang membuat kamu merasa tidak nyaman dengan hubungan tersebut lalu bicarakan dengan pasanganmu. Setelahnya, pikirkan lagi apakah kamu benar-benar harus putus dengannya. "Dan meskipun terlihat menarik, tetapi jangan mencoba untuk membuat konfilik yang bisa membuat pasangan kamu memilih memutuskan kamu terlebih dahulu dan menyebabkan perpisahan yang lebih buruk."


    2. Pastikan ia mendengarnya langsung dari kamu

    Ada banyak kemungkinan orang di sekitarmu mengetahui bahwa hubunganmu dengan si dia sudah berakhir. Tetapi sebelum resmi mengumumkan tentang status hubungan barumu ke orang lain, sebaiknya ajak si dia untuk bertemu dan bicarakan keinginanmu untuk putus langsung kepadanya. Jadi ia tidak akan tersinggung dan sakit hati karena mendengar kabar ini dari temannya tanpa ada konfirmasi darimu. 

    "Jika kamu ingin memberi tahu statusmu pada orang terdekatmu, katakanlah bahwa ini sebenarnya informasi rahasia yang sebaiknya tidak disebarkan begitu saja," ujar Sara. 



    3. Pilih waktu putus yang tepat!

    Meski keputusanmu untuk putus sudah bulat, cobalah pahami bahwa hal ini juga bisa membuat si dia terkejut. Jadi luangkan waktu untuk mendiskusikan hal tersebut dengannya. "Bahkan meski proses putus dilakukan dengan cepat, ia pun tetap bisa merasa terguncang setelahnya. Sebaiknya kamu tidak mengajaknya putus sebelum ia melakukan meeting penting atau di waktu yang terlalu malam," saran Sara. 

    "Secara ideal mintalah putus di tempatnya, jadi kamu bisa pergi setelahnya," tambah Sara.

    Bagaimana cara kamu mengatasinya juga tergantung dari hubunganmu. Sebuah studi yang dilakukan oleh match.com menunjukkan bahwa pasangan yang bertemu online biasanya juga akan putus secara online. "Jangan lupa tanyakan ke dirimu sendiri 'tentang bagaimana cara putus yang saya inginkan?'," tutur Sara.


    4. Jujurlah pada si dia

    Hindari menggunakan alasan klise seperti mengatakan bahwa ia terlihat tidak serius dengan hubungan yang kalian jalani (padahal kamu hanya ingin putus karena tidak tertarik lagi padanya), hal ini bisa membuat hubungan kalian terjebak dalam situasi yang membingungkan," ungkap Sara. 



    Untuk membantunya move on, kamu juga butuh membuatnya sadar bahwa kalian tidak cocok satu sama lain- dan hal ini jelas membutuhkan kejujuran. "Pahami juga ada batasan yang tidak bisa diucapkan karena terlalu brutal (seperti seks dengannya yang buruk atau kamu sudah memiliki gebetan baru). Ini pasti membuat si dia sakit hati bahkan bisa merasa dendam kepadamu," tutur Sara. Opps!

    So, jelaskan alasan yang pasti dan jangan memberinya harapan palsu bahwa kalian masih bisa bersama suatu hari nanti. Jika ia merasa marah, cobalah untuk memahami keadaan ini. Ingat juga bahwa meski ia terlihat baik-baik saja saat putus, belum tentu ia akan merasa baik keesokan harinya. Jika ia lebih dulu mendapat pasangan baru setelah putus ketimbang kamu, jangan merasa sakit hati karenanya.


    5. Buatlah batasan

    Kamu perlu memberi tahu kepadanya secara jelas apa saja hal yang akan terjadi setelah kalian putus. Seperti: apakah kalian masih bisa bertemu setelah putus? Apakah barang-barang yang pernah ia berikan harus dikembalikan? Bagaimana dengan barang yang kalian sempat beli berdua?

    Menjaga untuk tidak berhubungan setelah beberapa minggu / bulan paska putus akan terasa sulit. Hindari mengirim pesan yang bisa membingungkan dan disalah artikan olehnya. Riset menunjukkan bahwa pria ternyata lebih sulit beradaptasi setelah putus karena mereka terkadang tidak mempersiapkan hal ini (di mana para perempuan biasanya lebih siap pada kemungkinan putus).

    Ia akan merasa bingung saat kamu masih menghubunginya ketika mabuk atau menggunakan panggilan sayang kalian saat mengiriminya pesan. Satu lagi yang tak kalah penting, jangan berhubungan seks dengannya! Hal ini akan membuat perpisahan kalian terasa semakin sulit dan menyakitkan. Okay?



    6. Atur efek yang terjadi setelah putus

    Bila kamu memang harus berhubungan kembali padanya, cobalah menggunakan media yang lebih netral seperti e-mail atau telepon ketimbang pesan chat. Pilih juga beberapa teman untuk tetap berada di circle pertemananmu. Dan bila kamu merasa tidak nyaman, tak masalah untuk tidak berteman atau mem-follow sahabat dari mantanmu di media sosial.

    "Jika kamu khawatir tetap melihat foto-foto mantanmu di media sosial, pikirkan untuk mem-blocknya. Tapi beritahu ia terlebih dahulu akan keputusan ini," saran Sara.


    Akhirnya, seberapa buruknya efek putus yang kamu rasakan, jangan putus asa dan bersiaplah menjalani hidup yang baru. "Hindari pikiran buruk dan mari merencanakan tujuan baru setelah putus," saran Sara. Satu lagi saran Cosmo: jangan pergi tempat brunch atau kafe yang sering kamu datangi, babes. Ini saatnya kamu menemukan pria baru di tempat yang baru!



    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan India / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Giovani Untari / Ed. / Images: Andrik Langfield on Unsplash, Kelly Sikkema on Unsplash, freestocks on Unsplash)