Beauty

Informasi Tentang Perawatan Kulit Ini Ternyata Mitos!

  by: Fariza Rahmadinna       15/5/2021
  • Pernah medengar saran kecantikan untuk tidak menggunakan pelembap jika memiliki kulit berminyak? Banyak yang salah memahami bahwa formula produk pelembap membuat sebum di kulit semakin banya. Padahal, kondisi kulit ini juga disebabkan oleh masalah dehidrasi yang mengakibatkan produksi sebum kian meningkat.


    Yup, jika mengikuti saran tersebut, artinya kamu sudah terjebak dalam kepercayan mitos—oops! And because we are your fun fearless best friend, Cosmo akan menjabarkan beberapa mitos dalam perawatan kulit yang sebaiknya tidak lagi kamu lakukan. Sit and read!





    Semakin tinggi SPF pada sunscreen, maka semakin baik dalam melindungi kulit


    Sepertinya, prinsip matematika dasar tidak benar-benar berlaku dalam pemilihan sunscreen yang tepat untuk memproteksi kulit dari paparan sinar matahari. Kebanyakan orang seringkali keliru mengira bahwa jumlah SPF adalah indikator waktu yang menentuan seberapa lama kamu boleh bertahan di bawah sinar matahari.


    Menurut Consumer Reports, SPF hanya mengukur perlindungan produk terhadap sinar UVB, penyebab kulit terbakar.


    SPF protection hanya meningkat secara bertahap dengan angka yang lebih tinggi. SPF 15 memblokir sekitar 93% sinar UVB, sedangkan SPF 30 memblokir 97%, SPF 50 memblokir 98%, dan SPF 100 hanya memblokir 99%. Oleh karena itu, kamu disarankan untukmenggunakan sunscreen dengan label “multi-spectrum formula” atau “broad-spectrum formula,” yang mampu menghalangi sinar UVA dan UVB dengan jumlah SPF minimal 30.


    Selain itu, kamu juga diharuskan untuk mengaplikasikan ulang sunscreen setiap dua jam sekali, atau ketika basah dan setelah melakukan aktivitas berkeringat, agar kulit tetap terlindungi dari bahaya sinar matahari penyebab penuaan dini dan berbagai jenis kanker kulit.


    Mata panda itu pertanda kamu lelah


    Dikutip dari laman Health, perubahan warna di sekitar area mata terjadi ketika darah dan cairan tidak bersirkulasi dengan baik—dan kurang tidur bisa memperburuk kondisi ini. Ditambah lagi, area mata yang biasanya lebih tipis dan semakin menipis seiring bertambahnya usia, dapat membuat lingkaran hitam juga menjadi lebih jelas terlihat.


    Selain itu, munculnya lingkaran hitam juga bisa menjadi pertanda kekurangan zat besi atau tidak mendapatkan cukup oksigen.


    Pro tip: Untuk mengatasi lingkaran hitam, kamu bisa menggunakan krim mata yang mengandung kafein, karena dikenal dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah.


    Pori-pori bisa terbuka dan tertutup berdasarkan suhu air


    The truth is, pori-pori wajah tidak terbuka atau tertutup karena suhu air. Faktanya, air yang lebih hangat bisa membuat lapisan luar kulit menjadi bengkak dan membuat pori-pori tampak "terbuka".


    Selain itu, menurut Dr. Stacy Chimento, pori-pori itu tidak bisa terbuka atau menutup. Ukuan pori-pori mengalami pelebaran atau peregangan, dan hal ini dapat terjadi karena bertambahnya usia, faktor genetik, ditambah dengan penyumbatan kotoran dan minyak.


    Jadi, bagaimana cara terbaik untuk meminimalkan tampilan pori-pori pada wajah? Lakukan perawatan eksfoliasi secara rutin.


    Kulit berminyak tidak membutuhkan pelembap


    Think again, girls! Menurut Dr, Chimento, meskipun kamu memiliki kulit berminyak, kamu masih bisa mengalami masalah dehidrasi. Kondisi inilah yang menjadi respon kulit terhadap ‘kekeringan’, sehingga memicu kelenjar sebum untuk memproduksi minyak lebih banyak.


    Menggunakan pelembap secara teratur dapat membuat kulit wajah tidak terlalu berminyak, karena akan membantu menyeimbangkan produksi minyak pada wajah. Kuncinya adalah pilihlah pelembap dengan formula yang ringan, bertekstur gel dan juga oil-free.


    Tidak perlu menggunakan krim mata, jika belum muncul tanda-tanda penuaan


    Ingat: mencegah selalu lebih baik dibandingkan mengobati.


    Meskipun area mata belum menunjukannya tanda-tanda penuaan, namun tidak ada kata terlalu dini untuk mulai menggunakan krim mata. Ini karena, kulit di sekitar area mata cenderung lebih tipis dibandingkan area wajah lainnya, sehingga sangat mungkin akan mengalami proses penuaan lebih cepat dibandingkan area lainnya.




    Tak hanya berlaku pada eye cream saja, penggunaan produk skincare anti-aging juga diperlukan bahkan sebelum muncul tanda-tanda penuaan. Penggunaan produk skincare anti-aging, terutama yang mengandung antioksidan, dapat digunakan sejak usia 21 tahun dan semakin awal kamu menggunakannya, maka semakin baik.


    Menggunakan produk perawatan kulit yang sama untuk siang dan malam


    Pada siang hari, kulit perlu perlindungan dari bahaya paparan sinar UV dan mencegahnya mengalami kerusakan akibat radikal bebas. Maka dari itu, penting untuk menggunakan produk skincare yang menawarkan perlindungan dari bahaya tersebut. Cosmo sarankan, selalu gunakan produk kecantikan yang memiliki kandungan SPF protection, tapi tetaplah gunakan sunscreen sebelumnya.


    Sementara itu, pada malam kulit membutuhkan produk skincare yang cenderung lebih regeneratif dan mengandung bahan restoratif seperti peptida dan vitamin. Bahkan, ada beberapa kandungan skincare yang hanya boleh digunakan pada malam hari, seperti retinol.


    Itulah beberapa mitos perawatan kulit yang sebaiknya tidak kamu percayai. Okay, girls?


    (Fariza Rahmadinna/VA/ Images: Dok. Ekaterina Bolovtsova on Pexels)