Career

Cara Menyeimbangkan Side Job Saat Bekerja Tetap

  by: Givania Diwiya Citta       18/5/2021
  • Dengan karakter milenial yang memiliki target tinggi dan mimpi besar, tak salah jika titel Side Hustle Generation lantas melekat. Bagaimana tidak, di Inggris saja, 1 dari 4 orang dewasa dalam populasi milenial memiliki pekerjaan multiple, dan diprediksi jumlahnya akan meningkat dua kali lipat di tahun 2030! But no worries ‘bout that, ‘cause we got you covered, ladies. 


    Apa saja tantangan saat memiliki side job?

    Berangkat dari studi oleh Henley Business School, orang yang punya pekerjaan sampingan bisa bekerja selama 50 jam dalam satu pekan. Artinya, hampir lebih 12 jam dari rata-rata pekerja standar pada umumnya. Dengan adanya penambahan beban kerja sekaligus stres dari side hustle, tak bisa dipungkiri bahwa potensi burnout amat rentan dialami. Sisi gelapnya, melakukan side hustle bisa berujung pada sangat kurangnya jam tidur harian, serta terkadang hilangnya momen beristirahat pada akhir pekan, bahkan kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi dengan the girls, bae, atau keluarga. Ya, side hustle bisa mengaburkan batas antara pengertian ‘kerja keras’ dengan ‘kerja berlebihan’.




    Apa saja manfaat dari mengambil side job?

    Jika paparan di atas sedikit membuat kamu seram, rileks. Meskipun tantangannya besar, namun percayalah bahwa side hustle sesungguhnya bisa berkontribusi pada produktivitas diri. Dengan berbagai daftar to-do yang harus dicentang plus waktu serta energi yang harus bijak dikelola, side hustle bisa membantu kamu lebih disiplin, terorganisir, dan lebih dari itu, side hustle bisa memberi kamu lencana credentials dalam karier profesional. Baik jika side hustle tersebut linier dengan industri pekerjaan utama, atau jika pekerjaan sampingan itu adalah suatu hasil dari hobi kamu, pengalaman serta pengetahuan mendalam kamu tentang pekerjaan sampingan ini akan menambah value dalam CV. Pada akhirnya, akan membawa kamu dalam membangun mimpi punya bisnis sendiri untuk maju beberapa langkah ke depan. Atau manfaat sederhana lainnya, membuat kamu bertumbuh secara individual.



    Jadi, bagaimana cara menyeimbangkannya?

    Mengerjakan extracurricular cash itu menyenangkan sekaligus bisa jadi adiktif dan mengakibatkan kamu kelabakan. Tapi selalu ada cara untuk mengelola keseimbangan antara pekerjaan utama dengan pekerjaan sampingan, tanpa harus kehilangan keseruan menjalani hidup sebagai fun fearless female. You know you can!

    1. Optimalkan penggunaan organizer. Dengan prioritas dan tenggat waktu yang multiple, aplikasi seperti kalender, notes, sampai voice recorder adalah penolong yang bisa menunjang kebutuhan saat juggling antara pekerjaan utama dan sampingan. Coba gunakan aplikasi seperti Evernote yang merangkum semua fitur tersebut, atau MindMeister yang membantu memecah berbagai tugas secara terorganisir lewat penyimpanan Cloud.



    2. Ciptakan waktu kerja spesifik untuk side hustle. Untuk bisa sukses dalam meraih keseimbangan saat side hustling, rutinitas adalah kata kuncinya. Identifikasi porsi waktu bekerja yang bisa disisihkan saat kamu dalam keadaan produktif, dan berkomitmenlah terhadap waktu spesifik tersebut untuk mengerjakan kerjaan sampingan secara rutin, sebagaimana mengerjakan pekerjaan utama sehari-hari. Tak masalah jika perlu mengambil cuti atau blocking tanggal spesifik untuk didedikasikan mengerjakan side hustle. Cosmo’s hack: bangun setiap hari 2 jam lebih pagi dari biasanya untuk mengerjakan side hustle. Alih-alih bekerja setelah pulang kantor dengan tubuh dan pikiran yang sudah lelah, cobalah untuk bekerja pagi saat kamu dalam energi penuh, tanpa terganggu notifikasi inbox atau media sosial yang kerap mendistraksi. Jadi sepulang bekerja nanti, kamu tak perlu repot melewatkan sesi happy hour dengan the girls, bukan?

    3. Berolahraga setelah pulang kerja untuk menjernihkan pikiran. Meskipun milenial yang ambisius dalam bekerja dan side hustling merasa tubuhnya bugar-bugar saja, tapi olahraga kali ini justru ditujukan untuk menjaga energi mental tetap terjaga baik. Karena terkadang hanya dari berolahraga seperti berlari, yoga, atau ke gym saja, kita bisa melepas stres dan beban pikiran yang menumpuk. Efek bonusnya? Kebugaran untuk tenaga saat juggling dengan seluruh pekerjaan.

    4. Ingatlah bahwa prioritas terbesar adalah diri sendiri. Ya, jangan lupakan self-love, bb! Karena sinergi sempurna dari berhasil mengelola pekerjaan utama dan sampingan adalah kesehatan tubuh dan mental kamu sendiri. Jadi, jangan sungkan juga untuk berkata ‘tidak’ pada beberapa tugas atau pekerjaan saat kamu merasa akan burnout, atau pada tawaran yang mengharuskan kamu mengerjakan hal di luar passion kamu. Tetap jadwalkan agenda seru untuk traveling atau sesederhana menghabiskan waktu berkualitas dengan bae dan keluarga, untuk kemudian melanjutkan side hustling secara fresh. Go for it, go-getter!


    (Givania Diwiya / FT / Image: Vlada Karpovich from Pexels)