Love & Sex

9 Tanda Kamu Sedang Menjalani Hubungan Cinta Toxic!

  by: Kissy Aprilia       20/5/2021

  • Apa yang ada dibayanganmu ketika mendengar kata ‘toxic relatonship’? Hubungan yang kasar? Jahat? Membahayakan salah satu pihak? Ya, itu adalah definisi dari kata toxic itu sendiri. Tapi sebenarnya, hubungan cinta yang toxic itu didasari oleh keinginan seseorang untuk menegaskan kekuasaan atas pasangannya, karena sebenarnya orang itu mempertanyakan nilai dirinya sendiri. It’s soooo complicated dan sejujurnya sangat subjektif. Jadi jika kamu mengalami satu dari 10 hal berikut, ini artinya kamu sedang menjalani hubungan cinta yang toxic




    1. Pasanganmu melakukan gaslighting dengan mengatakan apa yang kamu rasakan (ini seperti memaksamu meyakini apa yang dia katakan) dan merendahkan perasaanmu ketika kamu bercerita kepadanya. Sebagai contoh, saat kamu sedang menangis dan berkeluh kesah mengenai beban kerjamu di kantor, ia mengatakan, “duh.. kamu tuh lagi sensitif aja sekarang.”



    2. Kamu selalu disalahkan atas perbuatan yang ia lakukan. Hal ini disebut ‘scapegoating’ dan terjadi “saat seorang individu menyudutkan orang lain sampai merasa malu dan bersalah, meskipun bukan karena kesalahan yang orang lain itu lakukan”, ungkap Lori Nixon Bethea, PhD, owner dari Intentional Hearts Counseling Service. Like, apakah kamu pernah disalahkan oleh pasangan, padahal faktanya dia yang berselingkuh? Ugh, menyebalkan!


    3. Mereka mengisolasimu dari teman dan keluarga. Dalam hubungan cinta yang toxic, seringkali sosok individu yang toxic itu mencari cara untuk mengontrol pasangannya dengan membatasi hubungan di lingkungan sekitar dan merasa bahwa hal itu berada di bawah kontrolnya. Seorang terapis bersertifikat, Oddesty K. Langham, mengatakan bahwa salah satu contohnya adalah: ketika kamu menjelaskan rencana hangout di akhir pekan, pasanganmu berkata “yah, jangan.. aku sudah booking dinner romantis untuk kita berdua, lho!”, dan jika hal ini terjadi terus menerus seperti disengaja, dia sedang berupaya menjauhkanmu dari circle-mu sendiri.


    4. Dia terkenal suka playing victim. Setiap kamu mengeluhkan perasaanmu mengenai kesalahannya, mereka akan mencari cara apapun untuk memutarbalikkan situasi. Dia akan menyudutkan pasangannya (masuk akal ataupun tidak, benar terjadi ataupun tidak) supaya ia terlihat sebagai korban. Well, harmonisasi dalam hubungan tidak kan terjadi jika kita menjalankannya dengan seseorang yang hanya mementingkan perasaannya sendiri, kan?


    5. Kamu merasa semakin stress, anxiety, atau bahkan sistem imun kamu menjadi lebih lemah. Langham mengatakan bahwa hubungan cinta yang toxic dipenuhi dengan pertengkaran atau cekcok, membuat tubuh kita menjadi terus-menerus bekerja, dan akhirnya berdampak buruk untuk kesehatan. Apa salah satu contoh paling simpel? Kamu merasakan sakit kepala setiap bertengkar dengan pasangan.




    6. Kamu sering bermimpi buruk. Menurut teori Sigmund Freud, jiwa batin kita sangatlah pintar. Jadi, ada kemungkinan bahwa frekuensi mimpi buruk yang melibatkan seseorang itu menandakan bahwa kamu sedang mengalami sesuatu yang tidak baik di kehidupan nyata. Psikolog Candince McCoy juga mengatakan bahwa ini bisa menjadi cara yang dilakukan oleh raga (tubuh) mengenai hal-hal yang tidak kamu lihat atau sadari.


    7. Kamu menyembunyikan hal buruk mengenai pasangan dari keluarga atau teman-teman. Sadar atau tanpa sadar, kamu melakukan hal ini demi membuat pasangan terlihat baik di depan orang lain—dan ini bisa menjadi masalah besar! Psikiatri Ndidi Onyejiaka, MD, menegaskan bahwa jika pasanganmu melakukan kesalahan dan kamu merasa malu untuk menceritakannya kepada orang lain, ini adalah tanda hubungan cinta yang toxic.


    8. Kamu mentolerir kebiasaan buruknya. Kalau dia tidak membalas pesanmu tapi aktif mengunggah video di Instagram story atau mengaku sibuk kerja sampai tak ada waktu bertemu, itu masih bisa ditolerir. Apakah dia tiba-tiba marah tanpa alasan kepadamu dan kamu menanggapinya dengan, “it’s ok. Dia pasti sedang lelah saja”? Kalau yang satu ini sering kamu alami, kamu benar-benar menjalani hubungan toxic.


    9. Pasanganmu mengontrol apapun tentang kamu! Ini termasuk menjelaskan apa yang baik dan buruk, boleh dan tidak dilakukan, pakaian apa yang harus kamu kenakan, apa yang boleh kamu posting di sosial media, bahkan yang kamu makan. Ini sangat toxic! End of discussion.


    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan Philippines / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih Bahasa: Kissy Aprilia / Ed. / Images: Unsplash)