Better You

Mau Tahu Cara Berbohong yang Baik? Ini Saran dari Ahli Bahasa Tubuh

  by: Alvin Yoga       22/5/2021
  • Sebelum kita mulai kelas kebohongan ini, mari kita jujur pada diri sendiri: Berbohong adalah suatu keahlian hidup yang penting, dan setidaknya kita harus mengerti bagaimana cara yang baik untuk melakukannya, kalau-kalau kita memerlukannya di waktu-waktu darurat. Bukan berarti Cosmo mengajari kamu untuk menjadi seorang pembohong, atau menyarankan kamu untuk tidak jujur dan melempar dusta setiap waktu. Serius, kamu tak ingin jadi seseorang yang seperti itu, karena hidupmu akan penuh dengan kepalsuan dan kamu sendiri akan bingung mengenai apa yang pernah atau tidak pernah kamu katakan pada orang lain.

    But, in case of emergency—semisal pasangan kencanmu mengajak bertemu dengan sejuta alasan (di tengah pandemi ini? Duh!), atau kamu butuh untuk tidak mengunjungi kantor terlebih dahulu—kamu bisa mengelabui gaya tubuhmu untuk membuat alasan yang kamu lontarkan menjadi...lebih mudah dipercaya. Tak apa! Ini hanya suatu kebohongan kecil, kok (yang sebenarnya sedang kita butuhkan). Berikut ini Cosmo akan memberitahu bagaimana bahasa tubuh yang baik ketika berbohong, berdasarkan saran dari body-language expert Blanca Cobb.




    MATA

    Faktor Gagal:

    Banyak orang berpikir bahwa kunci dari suatu kebohongan yang baik adalah membuat kontak mata, jadi mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk menatap mata sang lawan bicara secara intens—seperti sedang melakukan adu tatap-mata. Nope. Ini keliru, dan juga menyeramkan.



    Sebaiknya...

    Ketahuilah: Tatapan matamu sebenarnya tidak terlalu penting. Jadi tak perlu memaksakan diri untuk menatap mata sang lawan bicara. Yang perlu kamu lakukan justru berusaha sebaik mungkin untuk rileks, dan kamu boleh menatap sekeliling ruangan ketika kamu memberitahu kakakmu bahwa bukan kamu yang mengambil dan menghabiskan camilan favoritnya dari dalam kulkas.


    MULUT

    Faktor Gagal:

    Meletakkan jari di bibir atau menutupi mulut sudah pasti akan menggagalkan usahamu.


    Sebaiknya...

    Ucapkan setiap kata sejernih mungkin, dan bicaralah panjang lebar mengenai kriteria pria khayalanmu pada match Tinder yang mengganggumu.


    TANGAN

    Faktor Gagal:

    Kalau kamu menggunakan tanganmu untuk menjelaskan sesuatu—seperti ketika kamu menjelaskan mengenai seberapa tinggi pacar khayalanmu—orang-orang akan menyadari bahwa kamu justru sedang berbohong.


    Sebaiknya...

    Berusahalah untuk tetap tenang, dan buatlah gestur tangan seminim mungkin sambil membuat alasan mengapa kamu harus melewatkan undangan ulang tahun temanmu. Khawatir tanganmu akan bergerak tanpa henti? Letakkan tanganmu di kantong. Serius.




    SIKAP TUBUH

    Faktor Gagal:

    Mengambil langkah mundur atau memutar badan dari orang yang kamu ajak bicara akan menunjukkan bahwa kamu sedang berusaha untuk menjaga jarak dari dirinya, dan membuat apa yang kamu katakan menjadi kurang valid. Mudah. Ditebak.


    Sebaiknya...

    Kalau kamu menyadari bahwa tubuhmu semakin mundur ke belakang ketika sedang memberitahu atasanmu bahwa kamu sedang tidak enak badan dan tidak bisa ke kantor, berhentilah pada posisi tersebut sekarang. Bertahanlah dengan posisi tersebut sampai kamu selesai bicara.


    KAKI

    Faktor Gagal:

    Biasanya seseorang akan sering menggerakkan kakinya ketika sedang cemas, seperti mengetukkan kaki ke lantai, menggetarkan kaki, atau mengubah-ubah posisi duduk. No bueno, alias tidak baik.


    Sebaiknya...

    Ambil posisi duduk yang nyaman, dan bertahanlah pada posisi tersebut sampai kamu selesai mengutarakan kebohonganmu. Akan sulit untuk mengetahui apakah seseorang sedang berbohong atau tidak ketika tangan dan kakinya tidak banyak bergerak.


    THE BOTTOM LINE

    Pelajari terlebih dahulu bagaimana biasanya posisi dudukmu, dan seperti apa bahasa tubuhmu ketika berbicara. Perhatikan juga bagaimana biasanya kamu mengobrol dengan seseorang. Ini, my friend, adalah Postur Kebohongan yang harus kamu lakukan, alias lakukan SENORMAL mungkin. Learn it. Love it. Live it.


    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / Image: Dok. Cosmopolitan US)