Love & Sex

5 Tanda Kamu Ada di Hubungan yang Bertepuk Sebelah Tangan!

  by: Giovani Untari       29/5/2021
  • Love can be... well, complicated.

    Terkadang ada rasanya seperti kamu mendapat sebuah mainan baru yang menarik untuk dimainkan, hingga membuat kamu lupa untuk mengisi (atau bahkan memikirkan) tentang dirimu sendiri. Di sisi lain, ada momen di mana kamu lah yang seperti "mainan" tersebut. Di mana yang terburuk kamu merasa tidak ada seorang pun yang menginginkan untuk bermain bersamamu.


    Inilah yang terjadi dalam sebuah kisah cinta dan hubungan yang bertepuk sebelah tangan. Saat kamu sudah memberikan 80% dirimu untuk pasangan, tetapi yang ada kamu hanya menerima timbal balik sebesar 20% saja dari pasanganmu.



    "Kamu adalah pihak yang secara konsisten memberikan lebih banyak waktu, energi, dan usaha dibanding apa yang kamu dapatkan dari pasanganmu," ujar dating and relationship expert, Lesley Edwards.



    Tapi pertanyaannya.... bagaimana kita bisa mengetahui apakah benar hubungan yang kita jalani dengan si dia saat ini memang bertepuk sebelah tangan?

    Well, ini waktunya untuk menandai poin-poin di bawah ini! Jika kamu menandai sekitar dua atau lebih dari setiap poinnya, maka jawabannya: kamu memang berada dalam hubungan yang bertepuk sebelah tangan. Dan mungkin inilah waktunya bagi kamu untuk mengevaluasi apa yang sebenarnya sedang terjadi di antara kamu dengan si dia.


    1. Pasangan tidak mengajak kamu ke dalam rencana masa depannya

    Saat hubungan cinta menjadi lebih serius, istilah di antara kalian pun secara alami akan berganti menjadi "kita" atau "kami". Tapi saat pasanganmu ternyata lebih sering membayangkan masa depan dengan menggunakan kata "saya" dan "aku", maka kamu memang tengah berada dalam hubungan yang bertepuk sebelah tangan (sorry!).

    Apalagi saat ia sama sekali tidak berencana mengajak kamu ke pernikahan sepupu atau teman dekatnya di akhir tahun nanti tanpa ada alasan apapun. Ini jelas pertanda bahwa ia merasa kamu bukanlah bagian terpenting dalam hidupnya (once again, sorry!)

    Lupakan segala masa depan yang kamu inginkan bersama si dia. Sebaiknya kamu mulai mencari sosok pasangan yang benar-benar akan mengajak dan memasukkan kamu ke dalam rencana masa depan miliknya.


    2. Kamu selalu membatalkan sebuah janji / rencana demi si dia

    Waktu hangout bersama para besties, hari ulang tahun saudaramu, pesta perayaan yang digelar oleh rekan satu divisimu, or apapun itu... kamu rela membatalkan untuk hadir ke sana demi menuruti ajakan si dia. "Hal ini sangat sering terjadi karena jika tidak dituruti, kamu merasa tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk diajak lagi oleh pasanganmu. Jadi kamu rela memilih segala risiko untuk menerima ajakannya," ujar Edwards. 

    Kamu memang bebas menentukan segala pilihanmu. Tetapi ingat, kamu bukanlah satu-satunya pihak yang harus selalu mengalah dan mengikuti jadwal si dia. Kamu berhak memiliki pilihanmu sendiri termasuk pilihan untuk menolak ajakan pasanganmu. Jika ia adalah pasangan yang baik, ia pasti akan mengerti dan menghargai segala keputusanmu. Carpe-that-diem, girl.




    3. Kamu banyak mengorbankan hal penting untuknya

    Ini kamu lakukan agar bisa membuat pasanganmu terus merasa bahagia. Seperti contohnya saat ia ikut pergi brunch bersama ibu dan saudaramu. Pasanganmu pasti tahu bahwa kamu tidak menyukai jus hijau dengan rasa aneh yang dipesankan oleh ibumu. Inilah pentingnya kompromi!

    Jadi saat dalam situasi "emergency" di atas, pasangan harusnya bisa memahami dan memberi pengertian bahwa kamu memang tidak menyukai hal tersebut. Bukan malah sebaliknya, memaksa kamu melakukan hal yang tidak kamu suka.


    4. Kamu selalu mendahulukan pasangan, ketimbang dirimu sendiri

    Hal seperti ini ternyata sering sekali terjadi dalam sebuah hubungan! Tentu dalam sebuah perjalanan cinta kita pasti akan menemui banyak hal-hal yang tidak diinginkan seperti: kematian seorang anggota keluarga, pekerjaan yang gagal, bisnis yang rugi, dan munculnya rasa depresi. Ini jelas membuat salah satu pihak akhirnya jadi lebih bergantung pada pasangannya.

    Tetapi jika kamu selalu menuruti ego dan keinginannya, sementara ia malah tidak pernah mendukung apapun yang kamu inginkan, mereka jelas tidak worth it untukmu!



    5. Ia terlihat tidak benar-benar serius padamu

    Sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui apakah perasaan yang dirasakan bersama pasangan termasuk cinta, sayang, atau hanya nafsu semata. Apapun itu, pastikan agar pasangan merasakan hal yang sama seperti apa yang kamu rasakan!

    "Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu mendapat level komitmen yang sama bersama pasanganmu saat ini," tekan Edwards. Dengan kata lain, jika kamu termasuk tipe pasangan yang setia maka pastikan bahwa pasangan juga melakukan hal yang sama (bukan justru selingkuh dan sering mengirim DM flirty ke orang lain). Tetapi jika ia sering melakukan hal-hal yang tidak semestinya, bisa jadi itu karena ia tidak menganggap kamu sebagai the one and only-nya.

    In which case, should you really be picking them up from the airport? I think the eff not.




    (Artikel ini disadur dari Cosmopolitan.com / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Giovani Untari / Images: Dok. Jad Limcaco on Unsplash, Anthony Tran on Unsplash, Elizabeth Tsung on Unsplash)