Celebrity

Ratu Elizabeth Tinggalkan Istana Buckingham, Rumahnya Sejak 1953

  by: Alvin Yoga       31/5/2021
  • Berdasarkan informasi dari HELLO!, Ratu Elizabeth dikabarkan meninggalkan Istana Buckingham, yang telah menjadi tempat tinggal resminya sejak tahun 1953 dan juga tempat kelahiran bagi Pangeran Charles serta Pangeran Andrew. HELLO! melaporkan bahwa para staf kerajaan sepertinya telah diberitahukan mengenai hal ini, bahwa selagi Ratu masih akan menghabiskan musim panasnya di Balmoral Castle di Skotlandia dan liburan Natal di Sandringham House, Ratu Elizabeth sepertinya telah memutuskan untuk pindah secara permanen ke Kastel Windsor.

    Bisa dikatakan saat ini Kastel Windsor semakin memegang peranan yang sangat signifikan dan spesial bagi sang Ratu: ini merupakan tempat di mana Pangeran Philip, yang telah menjadi suaminya selama 73 tahun, dimakamkan, dan biasa menjadi rumah bagi para keluarga kerajaan menghabiskan Hari Paskah bersama—sayang, pandemi ini membuat perayaan Paskah berbeda dari biasanya karena Kastel Windsor menjadi tempat tinggal khusus bagi Ratu Elizabeth di tengah lockdown

    Selama pandemi ini berlangsung, Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, tadinya tinggal secara khusus di Wood Farm yang terletak di komplek Sandringham, sedangkan Ratu Elizabeth tinggal di Buckingham Palace demi pekerjaannya. Namun begitu pengumuman lockdown kedua dilangsungkan pada November 2020, Pangeran Philip sengaja berpindah ke Kastel Windsor bersama dengan Ratu Elizabeth untuk menghabiskan lockdown kedua bersama-sama, sekaligus merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-73 pada 20 November kemarin. Menurut Vanity Fair, lockdown menjadi waktu yang menyenangkan bagi para pasangan kerajaan, yang pada akhirnya mampu menghabiskan lebih banyak waktu bersama: termasuk menikmati jalan pagi di tengah taman-taman privat kerajaan dan jamuan makan bersama setiap malam.



    Pemakaman Pangeran Philip, yang dilangsungkan pada 17 April kemarin, mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di tengah ancaman virus corona, yang berarti hanya memperbolehkan 30 tamu untuk hadir (sebelum padnemi, biasanya terdapat kurang lebih 800 orang yang hadir). Pengaruh dari aturan COVID-19 lainnya adalah bahwa sang Ratu harus duduk sendirian di dalam kapel selama misa berlangsung, sedangkan para tamu lainnya harus menunggu di tempat lain dan menjaga jarak selebar dua meter demi alasan kesehatan.



    (Artikel ini disadur dari cosmopolitan.com/uk / Perubahan telah dilakukan oleh editor / Alih bahasa: Alvin Yoga / Image: Dok. Cosmopolitan US)