Better You

Lakukan 5 Cara Ini untuk Membantu Orang Tercinta Hadapi Depresi

  by: Fariza Rahmadinna       1/5/2022
  • Membantu orang tercinta dengan depresi bisa menjadi sangat challenging. Beberapa dari kita yang tengah berada di posisi ini pasti pernah merasa kewalahan, frustrasi, dan helpless. Tak jarang kamu juga mungkin bertanya-tanya apa yang harus dilakukan.

    Jika seseorang yang kamu sayangi telah didiagnosis menderita depresi atau menunjukkan gejala-gejala depresi, inilah yang dapat kamu lakukan untuk membantu mereka mengatasi depresi.

    Berikut ini lima caranya!




    1.Bicaralah dengan orang terdekatmu tersebut


    (Photo by Liza Summer from Pexels)



    Jika kamu melihat tanda-tanda depresi pada orang yang kamu cintai, penting untuk berbicara dengan orang tersebut dengan tenang dan tanpa menghakimi. Beri dia ruang untuk berbicara tentang apa yang sedang dirasakan.

    Berbicara dan mendengarkan adalah dua hal terpenting dalam membantu orang yang sedang depresi, ujar Ole Thienhaus, MD, profesor psikiatri di University of Arizona College of Medicine.

    Untuk membuat mereka berbicara, kamu dapat mulai dengan membahas mengenai perubahan yang kamu amati baru-baru ini serta apa yang membuatmu merasa khawatir.

    Ketika kamu melakukan ini, jangan menghakimi — nyatakan saja fakta-fakta yang kamu lihat secara netral.

    Hindari ungkapan bahwa dia tidak punya alasan untuk merasa sangat sedih. Seperti mengatakan kalimat: "Lihatlah semua hal baik dalam hidup kamu selama ini" atau "Sebenarnya masalahmu tidak seburuk itu kok, ada banyak orang yang lebih kurang beruntung.."

    Mengatakan hal-hal seperti itu kepada orang yang depresi dapat membuat ia semakin merasa terpuruk, atau bahkan lebih parah. 

    Di tengah-tengah pembicaraan, sering-seringlah juga berhenti sejenak untuk memberi orang tersebut ruang untuk menanggapi dan menceritakan perasaannya.


    2. Bantu orang yang kamu cintai mendapatkan perawatan yang tepat


    (Photo by SHVETS production from Pexels)


    Seringkali orang dengan depresi merasa tidak memerlukan bantuan perawatan, entah karena stigma atau malu, sehingga membuat mereka enggan untuk menjadwalkan janji konsultasi.

    Sebenarnya kamu bisa membantu mereka dengan sejumlah cara, seperti: menyarankan kepada orang tercinta untuk mendapatkan perawatan depresi, membantu membuat jadwal konsultasi, mengingatkan untuk janji konsultasi, hingga menemani bertemu professional kesehatan mental dan ingatkan dia untuk minum obat yang diresepkan, dapat membuat orang tercinta merasa lebih dicintai dan tidak sendirian —ini akan membantu proses perawatan untuk depresi.


    3. Dukung orang tercinta dalam melakukan rutinitas sehari-harinya


    Meskipun sudah menjalani perawatan, tetapi orang dengan depresi mungkin masih membutuhkan bantuan untuk melakukan rutinitas sehari-harinya, seperti berbelanja, memasak, mencuci pakaian, atau membersihkan rumah, kata Michelle Riba, MD, profesor klinis psikiatri dan direktur asosiasi Pusat Depresi Komprehensif di Universitas Michigan.

    Oleh karena itu, sebagai salah satu orang terdekat, bantu mereka melakukan rutinitasnya sehari-hari. Kamu pun bisa mengajak dan menemaninya berjalan-jalan santai pada sore hari, sembari menambahkan aktivitas fisik intensitas ringan-sedang di alam terbuka. Aktivitas ini dapat membantunya merasa lebih baik, dibanding seharian berada di dalam rumah dan membuatnya semakin stres.

    Dikutip dari Everyday Health, seorang profesor psikologi dan psikiatri di Keck School of Medicine di University of Southern California, April Thames, PhD, memperingatkan bahwa mendorong orang yang kamu cintai untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi itu memang penting, tetapi jangan terlalu memaksa.

    Bukan tanpa alasan, memaksa orang depresi untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi dapat menambah tingkat stres dan secara tidak sengaja bisa memperburuk gejala depresi.


    4. Mengenali tanda-tanda jika perawatan untuk depresi berhasil


    Ada banyak tanda-tanda yang dapat dikenali untuk mengetahui jika perawatan untuk depresi berhasil.

    Menurut Dr. Angelos Halaris, MD, PhD, profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Fakultas Kedokteran Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, seseorang dengan depresi yang sudah membaik mungkin akan mulai melakukan kontak mata dengan lawan bicaranya, memiliki sikap yang lebih tenang, tidak tegang, mulai berinteraksi dengan orang banyak, serta makan dan tidur dengan lebih baik.


    5. Waspadai tanda-tanda perawatan untuk depresi yang tidak berjalan baik

    (Photo by Engin Akyurt from Pexels)


    Perlu dipahami, sangat mungkin jika perawatan untuk depresi tidak berjalan baik sesuai yang diharapkan —tidak membaik dan mungkin bertambah buruk hingga suicidal thoughts. Menurut Mayo Clinic, ada tanda-tanda yang dapat dikenali jika orang tercinta mengalami depresi berat, antara lain:


    1. Semakin menarik diri dari kontak sosial dengan orang lain.
    2. Merasa sangat putus asa, sangat cemas dan gelisah.
    3. Pola makan dan pola tidur yang semakin buruk.
    4. Melakukan hal-hal yang berisiko dan merusak diri sendiri.
    5. Memberitahu orang-orang kata-kata perpisahan, seolah-olah akan pergi dan menghilang.
    6. Membuat pernyataan yang mengisyaratkan kematian, seperti “aku berharap mati” atau “aku berharap tidak pernah dilahirkan”.


    Jika orang yang kamu cintai menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut:

    1. Tetap minta dia untuk melakukan sesi konsultasi dengan professional kesehatan mental.
    2. Usahakan agar orang tersebut tetap dalam pengawasan dan jauhkan dari benda-benda berbahaya di rumah.
    3. Membawanya langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik.


    Membantu orang tercinta dengan depresi, sangat mungkin bisa membuat kamu merasa lelah secara fisik maupun mental. Itulah mengapa penting juga bagi kamu untuk memiliki sesi konsultasi terpisah dengan terapis, menjaga pola makan dan pola tidur, rutin berolahraga, serta menghindari stres, itu semua dapat membantu kamu lebih kuat dan lebih sabar menghadapi situasi tidak menyenangkan ini. This too shall pass!






    (Fariza Rahmadinna/GIO/Image:Doc. Photo by Liza Summer from Pexels)