Love & Sex

Menurut Science, Ini Alasan Orang Berselingkuh

  by: Redaksi       7/5/2022
  • Sederhananya alasan mengapa seseorang bisa berselingkuh antara lain; bosan, gairah seksual, dan ketidakpuasan secara emosional. Namun ternyata alasan terjadinya perselingkuhan bisa diuraikan dari kacamata science.

    Respon Otak yang Menurun pada PEA si “Love Molecule”




    PEA merupakan kepanjangan phenylethylamine. Dikutip dari laman Sanescohealth, PEA merupakan substansi sejenis hormon yang terdapat di otak dan tubuh. PEA memberikan efek stimulasi yang mana dapat meningkatkan mood, atensi dan energi, dan perasaan nyaman.

    Disebut love molecule karena menginisiasi otak bersama norepinephrine dan dopamine untuk menciptakan perasaan euforia dan gairah ketika kita tertarik pada seseorang, seperti dilansir dari Amen Clinics.


    Situs ini juga melansir bahwa para Neuroscientist berhasil meneliti bahwa pada periode 6 bulan hingga 2 tahun, otak menurunkan daya responsif nya dan produksi akan hormon stimulasi serta neurotransmitter seperti PEA juga turut terkena imbas. Hal ini sering membuat kita merasa tak ada gairah atau perasaan yang menggebu-gebu lagi pada pasangan seperti di awal hubungan.

    Jumlah Testosterone dan Siklus Ovulasi


    Laman Psychology Today melansir dari berbagai jurnal bahwa tingginya kadar testosterone pada pria bisa mendorong terjadinya perselingkuhan. Khususnya pria dengan kadar testosterone 21 persen lebih tinggi dari biasanya.

    Sementara itu siklus ovulasi berpengaruh pada perempuan (Pillsworth & Haselton, 2006).

    Hormon Bukan Jadi Alasan




    Meski hormon bisa berpengaruh namun ini tidak dapat dijadikan sebagai alasan atau justifikasi akan aksi perselingkuhan. Seperti dilansir dari Psychology Today, sekalipun hormon mengatur sisi emosional namun manusia memiliki kemampuan sadar diri dan refleksi akan efek dari tindakan yang mereka lakukan.


    Teks:Malcolm Rei/Foto: Freepik-rawpixel, Freepik-wayhomestudio




    tags: relationship