Better You

5 Tips Untuk yang Baru Pertama Kali Periksa ke Dokter Kandungan

  by: Giovani Untari       6/5/2022
  • Jika selama ini kamu berpikir bahwa dokter kandungan hanya berfokus untuk memeriksakan kondisi seputar kehamilan semata, maka kamu salah besar!

    Nyatanya ada begitu banyak masalah reproduksi yang bisa dibantu oleh para obgyn. Seperti: masalah menstruasi, gangguan hormon, penyakit infeksi menular seksual (IMS), masalah kesuburan, dll.

    Jadi jangan ragu untuk mulai memeriksakan kondisi kesehatan sistem reproduksimu ya, dear!



    Hal terpenting yang patut diingat adalah untuk tidak perlu merasa takut. Ingat, bahwa kesehatan kita jelas prioritas utama dibanding apapun.



    Mari rileks sejenak, berikut sejumlah tips yang bisa kamu perhatikan sebelum berkunjung ke dokter kandungan:


    1. Catat segala keluhanmu

    Entah itu karena masalah menstruasi, gangguan hormon, keputihan, atau masalah reproduksi lainnya, catat segala hal yang menjadi concern kamu.

    Lalu sampaikan masalah tersebut ke dokter kandungan yang kamu kunjungi Semakin detail penjelasanmu, dokter akan semakin terbantu dalam menganalisa segala keluhan tersebut.


    2. Jangan terkejut, akan ada pertanyaan personal yang ditanyakan pada kamu

    “Untuk mengetahui kondisi pasien, pasti akan ada proses wawancara terlebih dahulu, lalu kami akan melakukan analisa dan pemeriksaan awal,” dr. Sandy Prasetyo, SpOG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Brawijaya Hospital Antasari.

    Persiapkan diri kamu apabila petugas medis ataupun dokter kandungan akan menanyakan hal-hal yang cukup personal seperti: status pernikahan, frekuensi aktivitas seksual, periode menstruasi, riwayat genetik atas penyakit tertentu, serta beberapa pola hidup yang kamu jalani saat ini.

    Semuanya bertujuan untuk menemukan solusi, proses pemeriksaan, dan penanganan medis yang tepat dari permasalahanmu.




    3. Terdapat pemeriksaan fisik

    Salah satu yang mungkin akan dilakukan oleh dokter kandungan adalah pelvic exam atau pemeriksaan panggul, terutama bagi kamu yang sudah berusia 20 tahun ke atas. Tujuannya untuk membantu mendiagnosa masalah kesehatan tertentu, apalagi jika keluhanmu berkaitan dengan masalah keputihan, pendarahan vagina, nyeri panggul, sampai problem buang air kecil.

    Pemeriksaan ini meliputi pengecekan area vulva, ovarium, vagina, leher rahim, dan masalah di panggul. Beberapa dokter obgyn mungkin juga akan melakukan USG Transabdominal untuk mengecek kondisi organ kandungan seperti rahim, tebal dinding rahim, juga bisa melihat apakah adanya miom hingga tumor.



    Bagi mereka yang sudah aktif secara seksual, mungkin akan mendapat saran untuk melakukan pap smear. Tujuannya untuk mendeteksi sedini mungkin apakah ada potensi kanker serviks serta kelainan pada area leher rahim.


    4. Jangan khawatir soal tampilan organ kewanitaan kamu

    Tak perlu cemas soal ukuran labia, warna vulva, atau tampilan rambut kemaluanmu (okay, bye waxing!) saat melakukan pemeriksaan. Embrace it, dear

    Para dokter obgyn pastinya sudah terbiasa melihat berbagai jenis vagina pasiennya, sebab itu adalah bagian dari pekerjaannya sebagai seorang profesional. Tapi paling tidak, kamu bisa membersihkan area labia menggunakan air sebelum berkunjung ke dokter obgyn. 




    5. Ajaklah orang terdekatmu

    Pengalaman pertama pergi ke dokter obgyn terkadang bisa terasa begitu menegangkan. Apabila kamu masih merasa khawatir pergi ke dokter obgyn seorang diri, tidak ada salahnya mengajak keluarga atau sahabat dekat untuk menemani.

    Ceritakan pula bahwa ini adalah pengalaman pertama kamu kepada dokter yang menangani, dengan begitu ia akan membantu menjelaskan semua tahap dan prosedur pemeriksaan dengan lebih rinci. 

    Selalu ingat bahwa deteksi dini pada masalah organ reproduksi jelas akan membantu meningkatkan peluang kesembuhan kamu.


    Time to make an appointment!



    (Giovani Untari / Images: Dok. tirachardz from Freepik, Freepik.com)