Career

5 Tips Menulis Motivation Letter yang Menarik untuk Pencari Kerja

  by: Redaksi       9/5/2022
  • Biasanya saat mencari pekerjaan tak hanya CV dan portofolio yang harus dipersiapkan, tetapi juga motivation letter untuk dibaca oleh recruiter.

    Berbeda dengan CV, motivation letter bisa digunakan untuk lebih “mempromosikan dirimu” pada recruiter dengan teknik storytelling. Sehingga para recruiter dapat lebih mengetahui keinginan dan dan motivasi pelamar sebelum berlanjut ke tahap seleksi karyawan berikutnya.

    Kalau kamu masih bingung bagaimana untuk membuat motivation letter, berikut Cosmo berikan tipsnya. Yuk, simak!




    1. Coba cari tahu tentang perusahaan yang akan dilamar





    Sebelum membuat motivation letter, kamu perlu mencari tahu dan melakukan riset pada posisi dan pekerjaan di perusahaan yang akan kamu lamar. Sehingga kamu bisa mengetahui dan mendapatkan banyak informasi yang nantinya akan kamu tuangkan dalam motivation letter.

    2. Tuangkan skill dan pengalaman yang dipunya




    Kamu juga bisa menulis beberapa skill dan pengalaman yang kamu miliki di motivation letter. Hal ini berguna untuk memikat dan menarik para recruiter bahwa dirimu pantas untuk bekerja di pekerjaan tersebut


    3. Perhatikan struktur penulisan




    Saat menulis motivation letter, kamu perlu memerhatikan struktur penulisan. Seperti kamu bisa menjelaskan tentang dirimu secara singkat dan tujuan hidupmu dalam paragraf pembuka, lalu alasan mengapa memilih posisi dan pekerjaan tersebut. Sebisa mungkin tiap paragraf berisikan informasi yang singkat, padat, dan jelas.


    4. Jangan samakan dengan CV




    Selain itu, jangan samakan CV dengan motivation letter karena ini merupakan dua hal yang berbeda. Kamu bisa menjelaskan secara detail beberapa skill yang kamu punya atau menceritakan pengalaman bekerja serta berorganisasi.


    5. Jangan berbohong!




    Saat menulis motivation letter, jangan coba-coba untuk memanipulasi apapun. Tulislah apa adanya sesuai dengan kemampuan dirimu.

    Percayakan kemampuan diri sendiri untuk membuktikan bahwa kamu layak bekerja di perusahaan tersebut.





    (Margaretha Gabriella Ayudityas / GIO / Images: Photo by Vlada Karpovich on Pexels, Photo by Marc Mueller on Pexels, Photo by fauxels on Pexels, Photo by Ylanite Koppens on Pexels, Photo by Lukas on Pexels, Photo by cottonbro on Pexels)