Lifestyle

Review Film: Doctor Strange in the Multiverse of Madness

  by: Nadhifa Arundati       6/5/2022
  • Setelah hampir enam tahun lamanya sejak awal mula film 'Doctor Strange', kini ia kembali menyuguhkan kisah personalnya—yep, ‘Doctor Strange in the Multiverse of Madnessis already coming up, babe! Film ini sudah resmi rilis di bioskop sejak tanggal 5 Mei 2022. Berbicara soal multiverse, hal ini sudah mulai disinggung sejak kehadiran serial Marvel ‘Loki’ hingga akhirnya menjadi semakin kental saat kita menyaksikan serial ‘WandaVision’ yang tayang hanya di Disney+ Hotstar—merupakan langkah pertama menuju kekisruhan alam semesta.

    Mengetahui kalau horror adalah salah satu genre di film ini, menjadikannya daya tarik utama bagi Cosmo untuk menyaksikannya—unsur demonic pun sudah mulai terasa saat pertama kali menyaksikan trailer-nya—ini menjadi film horror pertama yang tampak dalam Marvel Cinematic Universe, and guess what, dari sebelum menyaksikan filmnya, bulu kuduk terasa berdiri, entah antara rasa senang karena tak sabar untuk menyaksikannya atau malah rasa takut akan beberapa karakter yang sudah sempat diperlihatkan (have you guys seen Doctor Strange with the third eye..or the zombie one?! Just watch the trailer).




    Secara garis besar, 'Doctor Strange in the Multiverse of Madness' menceritakan tentang upaya Doctor Strange dalam menangkal sihir jahat yang berasal dari kitab Darkhold—menjadi permasalahan utama saat portal multiverse terbuka. And then this is the beginning of his journey.

    Euforia semakin muncul ketika tahu kalau film ini disutradari oleh Sam Raimi—yang juga menggarap film ‘The Evil Dead’ dan Spider-Man trilogy—maka tak begitu asing ketika melihat elemen dark tone ala Sam Raimi yang tentunya diterapkan pula di beberapa adegan film ‘Doctor Strange in the Multiverse of Madness’.




    Diperankan oleh Benedict Cumberbatch, Elizabeth Olsen, Xonchitl Gomez, Benedict Wong, Rachel McAdams, serta beberapa cast sebagai cameo yang nantinya akan hadir dari ‘semesta’ lain (kamu memang harus menyaksikannya terlebih dahulu, girls).

    Sooo, jika kamu semakin penasaran dengan bagaimana Marvel akan membawa kita melalui film ini, sudah saatnya untuk langsung masuk ke dalam inti pengulasan film. Let’s go!



    PROS

    The psychedelic feel is real!

    Berangkat dari penulusuran ruang dimensi, ini menjadi titik awal di mana keberagaman konflik hadir ke dalam kehidupan Doctor Strange. Hal ini menjadi penyegaran baru, apalagi di saat Doctor Strange bersama karakter America Chavez terlempar ke berbagai semesta lain, seakan kita ikut menjelajahi ruang dimensi, disertai dengan visual yang tentunya sangat menjanjikan. Lagi-lagi ini memang bukan pertama kalinya Marvel memperkenalkan kita dengan multiverse, namun nyatanya kekuatan visual yang diberikan tak bisa dipungkiri kalau film ini begitu eye-pleasing. Salah satu adegan favorit Cosmo yakni sewaktu Doctor Strange menaiki tangga (the longest one) dibalut dengan nuansa gothic yang begitu melekat, membuat Cosmo teringat oleh penggambaran stairway to heaven, superb visual, indeed!


    Sentuhan horror yang sesuai dengan takaran.

    Bukan, ini bukan horror semacam film 'Drag Me To Hell' atau jumpcare yang hadir secara bertubi-tubi, tidak berlebihan seperti itu, kok! Namun horror yang diberikan dalam film ini lebih kepada genggaman situasi—salah satunya ketika Wanda seutuhnya berubah menjadi Scarlet Witch, yang merupakan musuh utama Doctor Strange (surprise, surprise). Setiap sihir yang dilakukan oleh Scarlet Witch berhasil mengundang rasa gelisah, alih-alih ia mengincar keberadaan kita (mengingat ia bisa melakukan apa saja, bahkan hanya dari jarak jauh). Bahkan Scarlet Witch mampu menampakkan diri dari setiap pantulan—salah satunya adegan di saat ia merasuki jiwa seseorang hanya dari pantulan kaca, hal ini kembali lagi seperti gaya andalan Sam Raimi di film 'The Evil Dead', suara gemuruh dan pergerakan angin menjadi pengantar utama sebelum hal ‘menyeramkan’ akan terjadi.


    The Uniqueness of action scenes.

    Adegan action tetap saja akan menjadi komponen penting, because it’s a superhero stuff, duh! Kekuatan Master of Mystic Arts yang dimiliki oleh Doctor Strange membawa kita menuju ke berbagai pertarungan unik (hal ini memang sudah tampak sejak awal kehadirannya Doctor Strange). Namun menariknya, mereka tak tanggung-tanggung memperlihatkan berbagai kekuatan sihir yang dimiliki Doctor Strange maupun Scarlet Witch—menyadarkan bahwa kedua karakter ini memiliki kekuatan yang bisa menjadi ancaman terbesar di MCU. Tentunya berhasil pula membuat Cosmo tak sabar menantikan aksi selanjutnya sembari bertanya, “OK, akan ada kejutan apalagi nih dari mereka?”


    Mengangkat isu traumatis secara personal.

    Kita akui kalau menjadi superhero itu tak mudah—mungkin selama ini kita melihat sisi keren para superhero Marvel dengan kostum dan kekuatan di luar nalarnya saja (yang membuat kita ~terkadang~ ingin memilikinya), namun kalau menyangkut dengan kisah realita, tentu banyak sekali beban moral yang mereka tampung. Jika kita kembali ke belakang, yakni saat Avengers berbondong-bondong melawan Thanos di ‘Avengers: Endgame’ ada banyak sekali momen kehilangan (because of the stones) yang kemudian efek dari tragedi tersebut kembali menghantui para korban, hal ini timbul ketika kita menyaksikan 'WandaVision'—rasa trauma akan kehilangan yang dialami Wanda menjadi alasan kuat mengapa ia bisa melakukan sesuatu yang…well, sangat keji di film ini.

    Lain hal dengan Doctor Strange, yang sejatinya merasa kalau ‘bahagia’ bukan menjadi salah satu bagian dari hidupnya, hal ini disinggung saat ia mengatakan, “saya pikir dengan menyalamatkan dunia kita bisa menjadi seseorang yang bahagia, tetapi nyatanya tidak demikian.”

    Efek mental yang menerpa setiap karakter memberikan kesempatan bagi kita untuk terlibat merasakan rasa sakit yang selama ini mereka rasakan—mereka tak melulu terlihat superior dan bisa melakukan segalanya, they also have deeper feelings, just like us.


    CONS

    Perubahan emosi secara drastis.



    Rasa senang, sedih, marah, kecewa semua dikemas menjadi satu di film ini—tak lupa juga sentuhan humor khas Marvel yang masih disisipkan di beberapa adegan. Semuanya tampak baik-baik saja sebenarnya, tetapi ada beberapa bagian yang membuat reaksi emosional Cosmo tidak seimbang. Ketika kita seharusnya merasa sedih, namun perasaan itu sekita dihilangkan begitu saja karena perubahan reaksi karakter yang dilakukan secara mendadak. And another imbalance rollercoaster emotions yang alangkah lebih menyentuh makna ceritanya jika mereka menyampaikannya secara tepat.


    Beberapa plot yang kurang tuntas.

    Ini adalah hal yang paling disayangkan oleh Cosmo. Memang nyatanya Marvel selalu menyisakan beberapa pertanyaan, yang pada akhirnya akan dijelaskan di film-film Marvel lainnya—we do love mystery, namun dalam film 'Doctor Strange in the Multiverse of Madness' tak hanya menyisakan sebuah pertanyaan saja, namun malah meninggalkan jejak tanpa ada makna yang begitu jelas. Contohnya saja seperti deretan anggota The Illuminati yang muncul dan membuat para penonton serontak bertepuk tangan saat melihatnya. Namun rasa histeris itu seketika diterpa begitu saja tanpa memberikan ruang bagi para penonton untuk berspekulasi, rasanya tuh seperti: disajikan hidangan makanan lezat, tetapi secara tiba-tiba makanannya habis begitu saja, sebelum kita menyantapnya.

    Beberapa hal lain yang bersifat sakral juga ditampilkan di 'Doctor Strange in the Multiverse of Madness', tetapi kembali berbicara soal ‘plot yang kurang tuntas’, barang yang disebut-sebut sakral ini malah kembali meninggalkan pertanyaan bagi para penonton, seakan menghilangkan esensi dari arti barang tersebut (Cosmo tak akan memberikan spoiler, sooner or later you’ll know).

    Tampaknya penggalian cerita hanya berfokus pada pembangunan rasa takut kita akan karakter Scarlet Witch. Namun di luar itu, semuanya terasa sangat terburu-buru (dengan total durasi film selama dua jam)—bahkan jika kita melihat dari karakter Doctor Strange sendiri, Cosmo merasa masih ada sesuatu yang kurang dijelaskan. Again, meninggalkan jejak misteri yang justru membuat kita sedikit jengkel.

    Lalu membahas tentang karakter America Chavez—yakni seorang anak remaja yang memiliki kemampuan membuka portal multiverse, Cosmo merasa ada kebingungan dari Marvel untuk mengenalkan karakter America kepada penonton. OK we get it, America memang mempunyai kekuatan yang luar biasa, namun penggarapan sisi ‘powerful’ yang ditanamkan pada karakter America kurang memberikan kesadaran kalau America ini adalah karakter yang sangat, sangat penting kedudukannya.


    Setelah baca review, ada satu hal yang harus kamu lakukan: go grab your ticket, and watch it at the cinema, ASAP!


    (Nadhifa Arundati / Image: Dok. Instagram @doctorstrangeofficial, Outnow.Ch)