Love & Sex

Pasangan Terlalu Baik & Perhatian? Awas Kamu Terkena Love Bombing!

  by: Giovani Untari       8/5/2022
  • Yes, terkadang sesuatu yang “too good to be true” benar-benar bisa terjadi.

    Katakanlah kamu bertemu dengan seseorang dan ia terlihat begitu baik. Selanjutnya semua yang kamu inginkan selama berbulan-bulan terakhir mendadak terjadi begitu saja.

    Orang tersebut juga memberikan kamu begitu banyak pujian dari biasanya. Ia bahkan berencana mengajak kamu ke pesta pernikahan temannya yang masih lima bulan mendatang dan tak pernah absen mengajak mengobrol suatu hal. Dan semua itu terjadi hanya dalam waktu satu minggu saja!




    Tetapi sebelum kamu berpikir terlalu jauh, simpan semua hal tersebut sebab Cosmo punya sebuah informasi menarik: semua hal baik yang kamu alami setelah bertemu dengan orang tersebut bisa saja bagian dari strategi manipulasi yang dilakukan olehnya. Hal ini disebut dengan istilah love bombing!


    Kabar buruknya, perilaku ini merupakan salah satu bentuk pelecehan emosional yang sering kali terjadi apabila seseorang memberikan terlalu banyak afeksi dengan tujuan untuk mengontrol pasangannya.



    Istilah ini pertama kali diciptakan oleh anggota dari Gereja Unifikasi Amerika Serikat, sebuah kelompok ternama yang juga dikenal dengan nama Moonies. Mereka melakukan love bombing kepada targetnya dengan tujuan mengajak semakin banyak orang untuk bergabung dalam kelompok mereka. Para ahli pun ikut menyebut beberapa kelompok / aliran ternama lainnya seperti NXIVM juga melakukan metode yang sama untuk membangun rasa persatuan dan loyalitas kuat saat merekrut anggota barunya. Dan di masa sekarang terasa sangat memungkinan apabila pola tersebut juga ikut muncul dalam aplikasi kencan kamu.


    Namun jelas (dan semoga saja!), kebanyakan orang yang kamu temui secara online belum tentu melakukan hal ini. Tapi tak ada salahnya sedikit mengetahui lebih dalam apabila tujuan dari beberapa pelaku love bombing umumnya sama: mereka ingin meningkatkan ego dengan cara mengontrol kamu atau orang lain yang menjadi targetnya, ujar seorang psikoterapis bernama Ami Kaplan.

    Seperti yang mungkin sudah bisa ditebak, perilaku ini merupakan tanda dari gangguan kepribadian narsistik. Banyak pelaku love bombing yang memiliki kekurangan empati kepada orang lain, memiliki harga diri tinggi, namun sebenarnya membutuhkan perhatian. Mereka tidak bisa merasakan rasa insecure yang dialami oleh orang lain, tetapi justru mengeksploitasi perasaan tersebut.


    Yang membingungkannya lagi, sebagian besar love bombing merupakan perilaku alam bawah sadar yang tidak disadari oleh pelakunya sendiri, tutur Kaplan.

    Teman kencan atau pasanganmu saat ini jelas belum tentu semuanya berniat untuk memanipulasi kamu. Tetapi karena love bombing pula, perasaan cinta yang tulus dan nyata dari seseorang bisa menjadi begitu tricky dan membuat kita jadi banyak berpikir kembali. 


    Saat seseorang merasa tertarik / terkoneksi / membagikan rahasia terdalam mereka, “para love bomber justru akan merasa mereka tidak lagi berguna untuk pasangannya. Lalu mereka mulai melancarkan aksi menarik diri dari hubungan tersebut,” terang Lori Nixon Bethea, PhD, pemilik dari Intentional Hearts Counseling Services.

    Di titik ini, “mereka lantas akan melontarkan kata-kata kasar bahkan hinaan, membuat komentar yang meremehkan, melakukan gaslighting, membuat pasangannya meragukan dirinya sendiri, dan menganggap dirinya tidak berharga.”






    Okay, whew...

    Tarik napas yang dalam. Ingat, ini bukan berarti kamu harus menyalahkan diri sendiri karena merasa ingin dicintai dan dihargai. Serta tidak selamanya sebuah pujian dari seseorang atau pasangan / teman kencan yang hafal betul semua menu favoritmu di Starbucks adalah sebuah red flag.

    Yang perlu kamu lakukan adalah memproses segala bentuk kebaikan tersebut dengan lebih berhati-hati dan tetap waspada atas beberapa red flag yang bisa saja ia lakukan saat berkencan.


    Apabila kamu baru saja mulai bertemu dengan seorang teman kencan dan tidak yakin apakah semua perhatian yang ia berikan adalah bagian dari love bombing atau murni sebatas rasa kagum, ajaklah ia berbicara dan ceritakan apa yang kamu rasakan dari perhatiannya tersebut. 

    Kamu bisa mengatakan sesuatu yang sederhana seperti, “Hey, hubungan kita sepertinya berjalan terlalu cepat. Mungkin lebih baik kita mulai berdiskusi akan hal ini atau memiliki sejumlah batasan tertentu.” 

    Apabila ia menghargai keputusan tersebut, jelas ini merupakan pertanda baik. Namun jika ia justru marah dan kesal, aksi terbaik yang bisa kamu lakukan adalah tinggalkan, unfollow, dan mari move on dari pria tersebut sekarang juga.


    Tanda kamu mungkin berada dalam pengaruh love bombing:

    1. Mereka dengan mudah menghabiskan banyak sekali uang untuk kamu.

    2. Mereka membuat kamu merasa bersalah karena menginginkan ruang tersendiri atau menciptakan batasan dalam hubungan.

    3. Setiap waktunya mereka ingin mengetahui segala hal tentang kamu. Tetapi nada bertanya mereka jelas bukan sesuatu yang ‘cute’.

    4. Perasaan mereka bisa sangat intens dalam waktu yang cepat.

    5. Mereka membuat rencana yang sangat, sangat jauh dari tanggal dengan tujuan untuk “mengunci” kamu hingga beberapa bulan ke depan.




    (Artikel disadur dari COSMOPOLITAN COSMO US Oktober 2021 dengan judul "The scary, cultish dating trend has gone mainstream" / Penulis Asli: Taylor Andrews

    Laporan tambahan oleh Lauren L’Amie / Alih Bahasa: Giovani Untari/FT / Images: Dok. Cotton Bro from Pexels, Ekaterina Belousova from Pexels, Luis Zambrano from Pexels).