Better You

5 Tips Meredakan Anxiety Agar Fokus Melakukan Aktivitas

  by: Redaksi       27/5/2022
  • Girls, siapa di sini yang saat sedang melakukan suatu kegiatan, sering merasa cemas? Tak perlu khawatir, ini merupakan hal yang sangat wajar. Pasalnya, cemas merupakan sebuah bentuk emosi karena adanya perasaan tak nyaman, gelisah, atau takut akan sesuatu.

    Namun, jika kamu tiba-tiba merasa cemas yang berlebih padahal tak ada hal atau aktivitas yang memicu kecemasan tersebut, tandanya kamu sedang mengalami gangguan kecemasan atau anxiety. Tentunya ini bisa membuat kamu menjadi sulit berkonsentrasi dalam menjalankan sebuah aktivitas.

    Jika kamu sedang merasakan hal tersebut, Cosmo sudah merangkum beberapa langkah pertama yang bisa membantu meredakan anxiety agar bisa fokus dalam melakukan aktivitas.




    1. Istirahat sejenak





    Hal pertama yang bisa kamu lakukan jika mengalami kecemasan adalah dengan beristirahat sejenak. Cobalah ambil nafas panjang dan hembuskan secara perlahan. Cara ini dapat membantu menghilangkan stres dan membuat tubuhmu menjadi rileks.


    2. Meditasi



    Cobalah untuk melakukan meditasi. Kegiatan ini merupakan salah satu cara yang bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta meningkatkan suasana hati. Manfaatnya pun bisa membuat kita kembali berpikir positif.


    3. Lakukan hal yang disukai




    Kamu juga bisa melakukan beberapa hal yang kamu sukai, seperti menulis jurnal, memasak, atau mendengarkan musik jika rasa cemas menghantuimu. Dengan melakukan hal tersebut akan membantu tubuhmu untuk melepaskan hormon oksitosin, yang merupakan pereda stres.


    4. Berolahraga




    Berolahraga bisa juga membantu meningkatkan mood atau suasana hati. Pasalnya, dengan melakukan olahraga, maka adanya aktivitas fisik yang membantu melepaskan hormon endorfin dapat meningkatkan suasana hati dan perasaan senang. Kamu bisa berolahraga ringan seperti jogging atau workout di rumah.


    5. Cerita pada ahlinya




    Jika kecemasan tersebut sering berulang kali terjadi dan bertambah parah, kamu bisa datang dan menceritakan kepada ahlinya seperti psikolog atau psikiater. Jangan sampai kamu melakukan self diagnose berdasarkan informasi dari orang yang tak berkompeten dan internet.




    (Margaretha Gabriella Ayudityas/Images: Photo by Radu Florin on Pexels, Photo by Andrea Piacquadio on Pexels, Photo by Andrea Piacquadio on Pexels, Photo by Christina Morillo on Pexels, Photo by Alexy Almond on Pexels, Photo by Andrea Piacquadio on Pexels)