Fashion

Fashion Resurrection

  by: Redaksi       28/6/2011
  • Heidi Klum selalu berkata dalam setiap episode Project Runway, “In fashion, one day you're in, the next day you're out.” Kembali bersinar setelah masa terpuruk memang tidak pernah mudah. Tapi ternyata, fashion world adalah dunia yang open-minded. Buktinya, nama-nama berikut kembali menghentak setelah mengalami segelintir masa kelam.

    Phoebe Philo for Celine

    Siapa tak kenal label Celine asal Prancis? Beberapa tahun lalu, luxury brand yang kini terkenal karena garis yang bersih ini, seakan tenggelam di Paris Fashion Week. Ketika LVMH – perusahaan yang menaungi Celine – menggandeng Phoebe Philo sebagai Creative Director, seketika fashion people terkagum-kagum akan kepiawaiannya dalam menghasilkan koleksi yang very Celine tetapi terlihat modern. Rentetan puja-puji dari fashion editors di seluruh dunia pun mengalir untuk Phoebe Philo pada koleksi Spring/Summer 2010. Kini banyak wanita super stylish yang berlomba-lomba mengadopsi gaya khas Celine dengan nuansa putih atau off-white nan sendu, boxy top, serta long vest. Luggage bag-nya disebut-sebut sebagai salah satu “it” bag paling diminati. Yes, Celine fever is everywhere! Dan Phoebe Philo yang menularkan virusnya.



    Graeme Fidler and Michael Herz for Bally

    Terkenal akan koleksi sepatunya yang berkualitas, Bally yang berpusat di Swiss sangat lekat dengan desainnya yang konservatif, klasik, dan tak lekang waktu. Sepeninggal Brian Atwood musim lalu, tiba-tiba Bally melansir koleksi penuh warna untuk musim panas. Ternyata, brand mewah ini telah mengangkat duo desainer baru, yaitu Graeme Fidler dan Michael Herz. Sempat menggawangi Aquascutum, kedua desainer ini hadir memberi sentuhan edgy untuk Bally. Setia dengan tren boxy serta berdesain bersih, Bally meng-upgrade pumps legendarisnya dengan chunky heels kayu berlapis metal. Sementara tas Bally yang biasa lebih ladylike, kini memiliki aura minimalis yang chic! Dalam perkara busana, Fidler dan Herz mengeksplorasi rancangan yang cocok untuk gaya kaum urban. Tak ada lagi busana dengan vibe yang dahulu lebih tepat untuk wanita mature. Celana serta gaun streamline terlihat maskulin namun sensual! Memang kali ini Bally hanya mengeluarkan koleksi dalam jumlah terbatas. Namun Cosmo yakin, untuk musim berikutnya, label ini telah menyiapkan gebrakan yang akan mengkukuhkan kembalinya Bally ke panggung mode sebagai brand yang segar dan patut diperhitungkan!

    Megha Mittal for Escada

    Di era '80an, sepertinya seorang fashionista tentu tidak akan absen mengoleksi rancangan Escada yang seksi dan glamor. Namun beberapa tahun belakangan, brand ini justru lebih dikenal lesat koleksi parfumnya yang flirty serta beraroma manis. Setelah perusahaan ini beralih ke tangan Megha Mittal, Escada mengalami renovasi besar-besaran! Mittal ingin mengembalikan heritage dari Escada dengan rancangan penuh warna cerah, gold detail, serta shoulder pads yang sempurna untuk wanita yang ingin berdandan saat menghadiri business lunch atau night out dengan sahabat. Bahkan untuk memaksimalkan comeback-nya, Escada siap berkolaborasi dengan Jonathan Saunders dan mendesain capsule collection untuk Spring/Summer 2011. Sentuhan Saunders yang edgy penuh warna, akan jadi nuansa yang perlu ditunggu! Mungkin kolaborasi bukan hal sempurna untuk memastikan sebuah label kembali menjadi idola. Tetapi untuk saat ini, bergabungnya Saunders dengan Escada dapat dikatakan sebagai a match made in heaven.

     



    Will They Be Coming Back?

    Ketika tiga brand tadi berhasil bangkit dari masa kelamnya, berikut dua nama besar yang telah mundur dari gemerlap dunia mode. Dapatkan mereka kembali bersinar?

    John Galliano

    Galliano terpaksa harus meninggalkan label Prancis ini setelah puluhan tahun memegang peran paling penting untuk Dior. Akibat kasus tak menyenangkan karena komentar anti-Yahudi dari Galliano, seluruh kerja kerasnya selama ini seakan sirna. Bahkan gara-gara hal itu, sang desainer pun dipecat dari brand John Galliano-nya sendiri! Is this treason? Seluruh dunia mode bersedih akan berakhirnya era Galliano. Tapi seperti yang ditulis oleh Amy O'Dell untuk The Cut di New York Magazine, “The fashion world is notoriously forgiving of bad behavior.” Kini kembalinya John Galliano ke dunia fashion tentu ada dalam urutan tertinggi dalam wish list para fashion people. He's so talented that he will be missed.

    Christophe Decarnin

    Sang successor Balmain ini menyatakan bahwa koleksi Fall/Winter 2011 kemarin adalah koleksi terakhirnya. Membawahi brand ini sejak tahun 2005, Decarnin terkenal karena membawa Balmain ke dalam spotlight! Jaket dengan pagoda shoulder serta celana kulitnya yang fantastis, memastikan Balmain menjadi salah satu item paling diburu oleh fashionista. Rumor yang beredar, Decarnin kelelahan akibat menyiapkan koleksinya, dan sedang beristirahat di mental hospital. Mr. Decarnin, we will patiently wait for you! (Lily Marpaung/Vidi Prima/ES/SW)