Love & Sex

7 Mitos Yang Salah Seputar Hubungan Cinta

  by: Silvya Winny       12/6/2016
  • Belum ada rumus cinta yang memastikan hubungan Anda akan terus ada di level baik-baik saja. Terlebih kalau Anda masih percaya hal-hal ini di tahun 2016 ini! Sekali lagi Cosmo tanya: sebagai pasangan “masa kini” Anda masih mau percaya??

    Mitos #1
    Tak pernah bertengkar
    Semua pasangan yang saat ini sudah masuk ke hitungan tahun saja mengalami banyak pertengkaran, dari persoalan sepele kopi buatannya yang buruk, kekasih selalu lupa kirim Anda SMS menanyakan sedang apa, tapi selalu punya waktu untuk update status di sosmed, dan banyak hal lainnya. Ini yang Cosmo maksud healthy karena Anda punya kesempatan mengeluarkan kekesalan masalah yang menjengkelkan tanpa menahannya di hati. Every couple argues. Kalau Anda tidak, berarti ada yang perlu dibenahi dalam hubungan Anda. “Arguments are healthy. Ini menunjukkan seberapa aman Anda dalam sebuah hubungan, dan bebas membahas soal kelakuan, dan tindakan buruk si dia yang tak Anda suka,” ujar Tracey Cox, pakar cinta favorit Cosmo. Dari hasil penelitian, akan butuh 4-5 kali pertemuan untuk membahas sebuah masalah hingga Anda bisa merasa lebih baik. Boleh dicoba, mungkin?

    Mitos #2
    Harus punya banyak kesamaan?
    Bila dua pribadi sama, lantas apa yang perlu dibagikan? Anda seharusnya bersyukur bila ada perbedaan, karena masih ada area kosong yang belum ia tahu dan gunanya Anda adalah membantunya supaya tahu. See? The art of getting to know each other. Thank goodness, Anda dan kekasih sudah ada di tahun 2016, masa-masa di mana satu perbedaan bisa dibuat jadi kesamaan yang bisa membuat hubungan jadi menyenangkan. Thanks to, kelas memasak, kelas zumba, kelas biking di gym yang makin banyak diisi para wanita, dan masih banyak lagi bala bantuan untuk menyamakan hobi dengan si dia. Ini artinya, banyak waktu yang bisa sama-sama Anda habiskan berdua untuk saling mengisi ruang-ruang kosong tadi!



    Mitos #3
    Seks makin sering, makin baik
    Siapa bilang? Karena rata-rata pasangan yang berhasil, tak selalu menuju “ranjang” setiap ada kesempatan kosong yang mereka miliki. Bagi kebanyakan pasangan yang sudah lama menjalin cinta, seks tak lagi dipandang sebagai kebutuhan nomor satu. Yes, tentu saja seks itu penting, namun akan jauh lebih berharga Anda menghabiskan waktu berdua bersama. Bagaimana bila seksnya benar-benar buruk? Bicarakan dengannya, bukan hanya berharap ia bisa membaca isi pikiran Anda.

    Mitos #4
    Harus menyukai keluarga masing-masing
    Walaupun ibunya baru saja mengomentari potongan rambut Anda yang kekinian itu, tak berarti Anda jadi tidak mengacuhkannya saat bertemu, kan? Anda tidak dipaksa untuk harus menyukai mereka, begitupun sebaliknya. Kalau kesal, itu wajar, tapi pasangan yang solid tetap akan memperlakukan keluarga masing-masing dengan rasa hormat walau mereka (dalam hati) sebenarnya menyimpan benci. Tapi bila ada ucapan keluarganya yang menyakiti, bicarakan saja pada pasangan agar bisa terselesaikan dengan baik tanpa terjadi perang dunia.

    Mitos #5
    Punya rute hubungan yang jelas
    Kencan, pacaran, tunangan, lalu menikah, memiliki anak, punya rumah, sukses dalam karier, dst..... itu yang Cosmo maksud dengan rute yang sangat tipikal. Good, bila Anda melalui hubungan bak dongeng seperti ini. Buat Anda yang tidak? Untuk apa meratap di depan kaca begitu, ah. Ingat, hubungan Anda bukannya mengambang melainkan Anda punya beberapa pertimbangan sebelum menjadikan ia The One. Dan itu sama sekali tidak salah! Anda hanya menjauhkan diri dari keputusan buruk.



    Mitos #6
    Harus terus-terusan bersama
    Please deh, biaya hidup yang makin mahal sekarang pun memangkas jadwal kencan yang tadinya nyaris setiap hari jadi seminggu sekali. Kenapa harus kesal? Toh, teknologi kian memudahkan Anda untuk tetap bisa “bertemu”, kan? Lagipula bertemu hampir setiap saat dan setiap hari bukan jaminan hubungan Anda dan si dia selalu diliputi sunshine 24 jam sehari, kok. Sad? Don't be, honey.

    Mitos #7
    Hubungan yang sehat itu effortless.
    Bisa Cosmo nyatakan ini mitos yang tak boleh Anda percaya. Relationship manapun butuh kerja keras. Maksud kata “kerja” di sini adalah termasuk urusan saling berkompromi, serta meniadakan keras kepalanya Anda saat menemukan sesuatu dalam diri Anda yang perlu diubah. Dengan kata lain, jika Anda ingin hubungan ini tahan lama maka berjuanglah bersama – untuk kebahagiaan tanpa hingga. (Silvya Winny / Image:  Shutterstock / Clickphotos)