Better You

Pertanyaan Seputar Kanker Serviks, Terjawab!

  by: Salli Sabarrang       14/6/2016
  • Jumlah penderita kanker serviks di Asia Tenggara ternyata masih cukup tinggi dibandingkan di Amerika. Ini karena penyebaran informasi yang terbatas, padahal penyakit ini bisa disembuhkan, apalagi dicegah. Berikut beberapa pertanyaan seputar kanker serviks yang Cosmo jawab khusus untuk Anda!

    Q: Mengapa seseorang yang sexually active lebih rentan terkena kanker serviks?
    A: Memang benar kalau virus HPV (Human Papilloma Onkogenik, virus penyebab kanker serviks) bisa tersebar melalui penetrasi seksual. Tapi ternyata, virus ini juga bisa ditularkan melalui kontak kulit di area genital. Cosmo tidak ingin membuat Anda berhenti melakukan seks selamanya, tapi Anda harus segera melakukan vaksinasi HPV untuk membantu pembentukan antibodi. Sementara papsmear atau IVA adalah pencegahan sekunder untuk mendeteksi apakah ada sel-sel abnormal atau lesi prakanker.

    Q: Tapi tidak semua virus HPV berujung ke kanker serviks?
    A: Benar. Dari dua tipe HPV (high-risk dan low-risk) yang bisa mendorong pertumbuhan sel-sel abnormal, hanya yang tergolong high-risk yang bisa mengakibatkan kanker. HPV tipe 16 dan 18 mesti Anda waspadai karena duo ini menjadi dalang dari 70% kasus kanker serviks.





    Q: Seberapa sering saya harus melakukan papsmear?
    A: Sebaiknya Anda melakukan tes papsmear tiga tahun setelah mulai berhubungan seks, dan lanjutkan pemeriksaan setahun sekali sampai Anda menginjak usia 30 tahun. Nah, setelah melawati usia ini, dan melihat hasil tes Anda pernah keluar normal selama tiga kali berturut-turut, maka lakukan screening dua atau tiga tahun sekali. Never miss an appointment, ladies. (Salli Sabarrang/VP/Image:g-stockstudio/shutterstock/clickphotos)