Better You

6 Kebiasaan Buruk Ini Membuat Anda Terlihat Lebih Tua

  by: Kezia Calesta       18/6/2017
  • Proses penuaan memang tidak bisa dihindari. Namun dengan memelihara kulit dan menghindari 6 kebiasaan buruk ini, kesehatan dan kecantikan kulit Anda akan bertahan lebih lama!

     

    1. Merokok



    Sebuah studi oleh Journal of Dermatological Science membuktikan bahwa merokok akan mempercepat proses penuaan kulit. Bahan kimianya akan membuat sel kulit kekurangan oksigen, juga mempercepat penurunan kolagen dan mengakibatkan kulit kendur.

     


    2. Alkohol

    Ketika Anda terlalu sering meminum alkohol, vitamin A dan C dalam tubuh yang membuat kulit wajah tetap cerah dan kencang akan menurun drastis. Bahkan, konsumsi alkohol yang terlalu tinggi juga dapat mengakibatkan penyakit rosacea dan kanker kulit. Oh no...

    3. Dendam

    Jangan meremehkan efek dari perasaan dendam yang lama tersimpan! Sebuah studi oleh Journal of Behavioral Medicine menghubungkan naiknya tingkat stres dengan perasaan dendam, yang ternyata menaikkan juga hormon kortisol dan mengakibatkan darah tinggi. Menyimpan perasaan dendam hanya akan berakibat buruk terhadap Anda sendiri - so let it go, let it go...

     

    [ BACA JUGA: Stres Dengan Kehidupan Kantor? Lakukan Ini! ]

     

    4. Sinar Matahari



    Bila kulit Anda sering terpapar oleh sinar ultraviolet dari matahari, sel kulit dan sel darah Anda akan melemah dan menyebabkan degradasi tekstur kulit. Buktinya, Clinical Cosmetic and Investigational Dermatology telah menyatakan bahwa sinar UV adalah penyebab dari 80% penuaan kulit wajah. Always wear sunscreen, ladies!

    5. Kurang Tidur

    Ketika kurang tidur, tubuh Anda tidak bisa memulihkan diri dari sinar UV dan pemicu lingkungan buruk lainnya. Coba untuk mendapatkan 7-9 jam tidur setiap malam, ok?

     

    6. Gula

    Konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya menambah berat badan, tetapi juga mempercepat proses aging dengan membuat kulit cepat kusam dan keriput. Efek tersebut terjadi karena proses glycation, di mana gula menempel dan merusak protein seperti kolagen dan elastin yang dibutuhkan untuk keremajaan kulit.

     

    (Kezia Calesta / SW / Image: doc. Shutterstock / Golubovy / Clickphotos)