Better You

9 Hal yang Terjadi di Tubuh Kalau Berhenti Makan Gula

  by: Hana A. Devarianti       2/6/2018
  • Gula rasanya sudah tak bisa lepas dari menu makanan sehari-hari. Entah itu lewat berbagai menu makanan manis yang lezat (hello, chocolate cupcake!) atau malah dari makanan yang tak terasa manis seperti saus kemasan dan sup cepat saji dalam kemasan (yes ladies, makanan "asin" tersebut biasanya mengandung gula yang tinggi). Padahal, mengonsumsi terlalu banyak gula bisa menyebabkan berbagai dampak negatif, mulai dari suasana hati yang naik turun hingga meningkatkan risiko penyakit, mulai dari tekanan darah tinggi sampai diabetes.


    Tak heran kalau kini banyak yang mulai mengurangi konsumsi gula, bahkan ada juga yang berhenti sama sekali. Tapi, sebenarnya apa sih yang bakal terjadi pada tubuh kalau kamu berhenti mengonsumsi gula? Ahli nutrisi Jenna Hope membeberkan kalau setidaknya ada 9 hal yang akan terjadi pada tubuh kamu.




    1. Kulit kamu kemungkinan jadi lebih sehat

    Ketika mengonsumsi gula, tubuh akan melepaskan insulin yang mana kalau kata Jenna, "Dapat menyebabkan inflamasi yang dapat menimbulkan kerusakan kolagen serta membuat kulit jadi tak elastis." Tidak hanya itu, saat ada terlalu banyak gula dalam tubuh, fungsi kolagen pun akan terganggu. Efeknya, kamu lebih berisiko terkena gangguan kulit serta lebih mudah keriput. Hiii... Semua itu tak akan terjadi kalau kamu menjaga asupan gula.


    2. Kamu tidak akan mudah capek

    "Makanan yang banyak mengandung gula punya indeks glikemik yang tingi," tutur Jenna. Ketika Indeks Glikemik (IG) tinggi, tubuh akan melepaskan darah dalam kecepatan yang tinggi pula, sehingga "menyebabkan lonjakan pada gula darah," kata Jenna. Ini membuat energi tubuh kamu bak roller coaster, cepat naik tapi cepat turun. Sebab, insulin dengan segera akan membawa gula menjauh dari darah dan masuk ke sel.

    Gula darah yang rendah ini membuat kamu mengalami kekurangan energi. Akibatnya, tak butuh waktu yang lama buat kamu untuk ngidam makanan punya kadar gula tinggi lagi. Yup, gula memang bikin level energi tubuh kamu tidak stabil. Makanya gula bukanlah opsi yang tepat untuk "menyuntikkan" energi ke tubuh. Lebih baik konsumsi snack yang tinggi protein dan lemak sehat supaya gula darah lebih terkontrol dan energi pun terjaga.



    3. Berat badan mungkin turun

    Memang tidak selalu terjadi, tetapi berat badan yang turun seringkali bisa menjadi efek samping ketika kamy secara signifikan mengurangi asupan gula Tahukah kamu kalau ternyata gula berisi kalori "kosong" dan ini dapat memancing hormon Ghrelin a.k.a hormon lapar kamu? "Ini dapat menstimulasi rasa lapar, membuat kamu lebih mudah untuk makan berlebih lalu memilih makanan yang tak dapat memuaskan rasa lapar tersebut dalam waktu yang lama," tutur Jenna. 

    Tak hanya itu, saat mengonsumsi gula kamu tanpa sadar telah menambah asupan kalori dalam tubuh. Kalau kamu minum 3 cangkir teh dengan dua gula itu setara akan menambah kalori hingga 92kkal. "Tanpa disadari itu berjumlah sekitar 5% dari total asupan energi yang dibutuhkan," kata Jenna. Nah, dengan mengurangi jumlah konsumsi gula, kamu akan terhindar dari kalori "kosong" juga cenderung tidak over-eating. Dua hal yang sangat berpotensi bikin angka timbangan melonjak. 


    4. Tidur jadi lebih nyenyak

    "Jumlah gula yang tinggi dapat menunda pelepasan melatonin di otak, yang mana penting untuk mengontrol tidur," ujar Jenna. Sedangkan, kurang tidur sendiri dapat meningkatkan kebutuhkan tubuh terhadap gula. "Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan keseimbangan glukosa darah terganggu, ini merangsang keinginan kamu untuk mengonsumsi lebih banyak gula." Ini seperti siklus jahat yang tidak pernah berakhir, darling!


    5. Kamu tidak mudah ngidam

    Sama seperti rasa mudah lelah, ngidam makanan manis sebenarnya bisa terjadi karena kadar gula darah kamu tidak terkendali, di mana gula darah meningkat dan menurun secara drastis dalam waktu yang cepat. "Gula darah rendah akan mendorong kamu untuk segera meningkatkan glukosa, dan akibatnya kamu cenderung lebih ingin mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi," kata Jenna. Ketika gula darah stabil, kamu tidak akan mudah tergoda akan makanan tinggi gula yang sebenarnya tak sehat. 





    6. Pencernaan lebih lancar

    Mereka yang mengonsumsi gula dalam jumlah banyak cenderung mengonsumsi lemak jenuh dan makanan yang rendah serat dalam jumlah banyak pula. Ketika memutuskan untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi gula dalam menu makanan sehari-hari, kamu biasanya akan lebih sering makan buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Alias, makanan yang baik buat usus dan sistem pencernaan.

    "Makanan ini berkontribusi terhadap fungsi usus yang sehat karena membantu meningkatkan jumlah mikrobiota sehat di usus. Pada akhirnya, ini membantu menghilangkan racun yang tidak diinginkan dan membuat kamu lebih sering buang air besar," tutur Jenna.


    7. Kesehatan mental membaik

    Siapa sangka ternyata kesehatan mental kamu dipengaruhi jumlah gula yang dikonsumsi? Menurut Jenna, konsumsi gula tinggi dapat meningkatkan risiko depresi, rasa cemas, dan masalah kesehatan mental lainnya.

    Dan, hubungan antara gula dan rasa cemas sangat jelas, tuturnya. "Meskipun mengonsumsi gula tidak selalu jadi penyebab rasa cemas, tapi efek roller coaster gula yang membuat gula darah serta pelepasan adrenalin dan insulin tidak teratur dapat memancing rasa cemas pada mereka yang telah mengalaminya. Penting untuk dicatat kalau mengubah pola makan tidak akan menyembuhkan rasa cemas tersebut, tetapi dapat membantu mengurangi beberapa gejala yang terkait dengannya."


    8. Suasana hati meningkat

    Suasana hati kamu dipengaruhi oleh hormon, dan gula "menguasai" hormon apa saja yang akan dilepaskan tubuh. Jenna menjelaskan, "Gula telah terbukti menekan hormon yang disebut BDNF, hormon yang diperlukan untuk menghasilkan neuron baru. Seseorang yang rentan dengan low mood memiliki BDNF yang lebih rendah. Melihat hal ini, gula dapat membuat kamu lebih mudah mengalami suasana hati rendah bahkan depresi." Mengurangi konsumsi gula berarti kadar BDNF kamu akan kembali normal. Hasilnya, suasana hati kamu pun akan meningkat. 



    9. Fungsi liver membaik

    "Konsumsi gula yang berlebih (terutama dalam bentuk fruktosa) serta minuman ringan dengan pemanis sangat terkait dengan penyakit lever non-alkoholik," kata Jenna. "Kelebihan fruktosa yang dikonsumsi tidak dapat dicerna lever tanpa glukosa, sehingga fruktosa akan disimpan di sekitar hati." Yup, mengurangi asupan gula dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit lever, yaitu non alcoholic fatty liver.


    Hmmm, bagaimana ladies? Melihat berbagai manfaat baiknya, apakah kamu akan mulai mengurangi konsumsi gula?


    (Artikel disadur dari: cosmopolitan.com/uk. Alih bahasa: Hana Devarianti. Image: DOK. Instagram.com. Perubahan telah dilakukan oleh editor)