Lifestyle

5 Rekomendasi Novel Bertema Pernikahan

  by: Alexander Kusumapradja       1/6/2018
  • Babes, prosesi Royal Wedding antara Pangeran Harry dan Meghan Markle boleh saja berlalu, namun jujur saja Cosmo masih terbawa dalam mood dan atmosfer pernikahan yang megah namun tetap sakral tersebut. Untuk lebih meresapi and enjoy the mood, Cosmo pun memutuskan untuk merangkum beberapa novel terbaik dengan tema pernikahan yang tidak hanya akan menemanimu untuk daydreaming dan mengisi masa liburan yang sebentar lagi akan datang tapi juga memetik pelajaran dari narasinya yang memikat. Ready to take the plunge? 


    Meghan: A Hollywood Princess oleh Andrew Morton (2018)



    Cosmo mulai daftar ini dengan buku tentang the Duchess of Sussex herself. Seperti sudah takdir, waktu muda ternyata Meghan Markle menyimpan buku biografi Putri Diana karya penulis biografi istana Andrew Morton di rak bukunya. Siapa mengira suatu saat dia akan punya buku biografinya sendiri oleh penulis yang sama. Sebagai seorang aktris Amerika biracial dengan status janda, Meghan memang berbeda dari calon pasangan anggota keluarga kerajaan Inggris pada umumnya, namun karisma, pesona yang hangat, serta kiprahnya di bidang humanitarian mengingatkan pada sosok Putri Diana. Untuk buku ini, Morton terbang langsung ke Amerika untuk berbincang dengan kerabat serta teman-teman lama Meghan demi menulis cerita kehidupannya. Mulai dari masa kecilnya di Los Angeles, kariernya di Hollywood, pernikahan pertamanya, pertemuannya dengan Harry di sebuah blind date, hingga juicy details tentang bagaimana Harry dan Meghan merahasiakan hubungan beda benua tersebut dari pers sebelum mengumumkannya secara resmi pada dunia. Sayangnya, biografi ini selesai ditulis sebelum royal wedding berlangsung. Cosmo berharap akan ada buku selanjutnya yang membahas kehidupan Meghan setelah menjadi bagian dari istana. Setuju?   


    A French Wedding oleh Hannah Tunnicliffe (2017)

    Sebuah reuni berkedok pesta ulang tahun mempertemukan kembali 6 sahabat masa kuliah di sebuah rumah bergaya Prancis di tepi pantai Inggris. Di antara letupan tawa dan sampanye, pembicaraan tentang masa lalu menyibak rahasia, dendam lama, cinta segitiga, serta mimpi-mimpi masa muda mereka yang terbengkalai. Di luar 6 sahabat tersebut, seorang juru masak dengan hati hancur ikut terlibat dalam perjalanan emosi yang mengikat mereka dan bermuara pada sebuah pernikahan yang tidak pernah disangka oleh siapapun. 


    I Take You oleh Eliza Kennedy (2015)

    Lily Wilder adalah seorang pengacara sukses di New York dan seorang calon pengantin. Oh, ia pun seorang wanita yang sebetulnya tidak bisa berkomitmen pada hanya satu pria meskipun telah bertunangan dengan seorang arkeologis tampan dan cerdas bernama Will. Sassy dan impulsif, Lily tahu ia menyukai kehadiran Will di sampingnya, namun untuk ke jenjang pernikahan? Ia pun mencari jawaban untuk pertanyaan tersebut dengan caranya sendiri yang sembrono, liar, namun melegakan. You either despise her or rooting for her. 


    Movie Star by Lizzie Pepper oleh Hilary Liftin (2015)



    Kita semua tahu pernikahan bintang Hollywood umumnya tak seindah yang kita bayangkan. Begitu pun yang dialami oleh Lizzie Pepper, seorang aktris kesayangan Amerika yang menikah dengan sesama bintang Hollywood, Rob Mars. Pernikahan keduanya disebut sebagai pernikahan Hollywood paling sempurna dan menjadi berita utama di semua media cetak. Namun, ketenaran, kecantikan fisik, dan kekayaan materi saja ternyata tak cukup untuk mempertahankan pernikahan mereka yang dipenuhi hari-hari penuh kekosongan dan komitmen yang tidak pada tempatnya. Perceraian menjadi langkah selanjutnya, dan Lizzie pun siap menceritakan kronologisnya–dari sudut pandangnya sendiri, termasuk tentang rasa sepinya menghabiskan liburan seorang diri di sebuah villa mewah dan kehidupan suaminya yang aktif terlibat dalam sebuah sekte. Mengingatkanmu pada cerita tentang Katie Holmes dan Tom Cruise? Well, because it is fictional story about them.  


    Girls in White Dresses oleh Jennifer Close (2011)

    Memasuki masa dewasa, tiga wanita muda bernama Isabella, Mary, dan Lauren merasa semua orang di sekitar mereka seperti berlomba-lomba menikah. Hampir setiap minggu, mereka datang ke bridal shower dan resepsi pernikahan. Larut dalam euforia membuka kado, mengenakan gaun, dan menyesap sampanye. Namun ketika pulang ke rumah, mereka dihadapkan kembali dengan masalah hidup mereka masing-masing tentang keluarga, karier, persahabatan, dan tentu saja percintaan. Membaca novel ini akan mengingatkanmu bahwa pernikahan bukan ajang lomba siapa yang paling cepat tapi kapan hatimu benar-benar siap.


    (Image: Gleb TV©123RF.com, foto buku: dok. Goodreads.com)