Lifestyle

Mencari Pencerahan di ARTJOG 2018

  by: Kezia Calesta       11/6/2018
  • ARTJOG is back! Pada tanggal 4 Mei hingga 4 Juni lalu, art exhibition terbesar di Yogyakarta hadir kembali di Jogja National Museum dengan tema "Enlightenment" untuk membuat kamu semakin jatuh cinta dengan dunia seni. Di tahunnya yang ke-10, ARTJOG 2018 mendatangkan berbagai karya seni, instalasi, serta performance arts oleh 54 seniman Indonesia dan mancanegara.




    Opening Ceremony ARTJOG 2018



    VIP Preview – Hendra ‘Blangkon’ Priyadhani


    Salah satu karya yang menarik perhatian Cosmo adalah Healing Garden (Yogyakarta) oleh Hiromi Tango. Selain menampilkan karyanya, seniman Jepang yang telah tinggal di Australia selama 20 tahun tersebut juga menggelar performance dan workshop membuat bunga kertas yang berhasil memikat banyak sekali pengunjung!




    Mella Jaarsma, seniman partisipan dan juga juri YAA 2018, turut menampilkan proyek pertunjukkan karyanya Binds & Blinds. Mella bahkan mengajak para pengunjung untuk ikut mengumpulkan potret pusar mereka!



    Di ruang yang lain, berlangsung obrolan di balik karya bersama Ryan Francis Reyes (Tim Kuratorial dari Ronald Ventura Studio). Ronald Ventura merupakan Special Presentation ARTJOG 2018. “Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri Ryan bisa hadir di pembukaan ARTJOG tahun ini,” ungkap Ignatia Nilu, tim kurator ARTJOG.




    Human Study 10 oleh Ronald Ventura


    Sementara itu, di lantai tiga tersaji sebuah pertunjukan tari oleh Nimas Dwi dan Muslimin Bagus Pranowo.



    Wanita, Wanita, Dan Perempuan oleh Muslimin Bagus Pranowo


    Pada acara pembukaan ARTJOG, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Didik Purwadi selaku Asisten Keistimewaan DIY. “Seni itu panjang, sedangkan hidup itu pendek. Kehidupan kesenian itu tak ada matinya. Kiranya ungkapan itu sangat masih relevan menggambarkan perjalanan ARTJOG sebagai event seni rupa tahunan yang bukan sekadar membuka peluang pasar seni, akan tetapi lebih dari itu, sebagai sebuah peristiwa budaya yang mengacu pada perkembangan seni terkini di Indonesia dan di dunia.”


    Hal ini disepakati oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf. “ARTJOG juga merupakan sebuah peristiwa seni yang didedikasikan untuk membangun jejaring seni rupa kontemporer tingkat lokal dan juga sebagai pasar seni global. Melalui event besar ini, kita ingin membuktikan bahwa karya seni Indonesia patut pula diberi kesempatan untuk diapresiasi dalam skala global,” ungkapnya. Yes, Cosmo setuju 100%! Jangan lupa untuk hadir di ARTJOG tahun depan, ya.



    Penyerahan cinderamata kepada Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia).


    (Image: doc. ARTJOG 2018)