Love & Sex

Bye Drama! Ini Cara Jitu Mengenalkan Pacar ke Orangtua

  by: Hana A. Devarianti       14/6/2018
  • Dalam menjalin hubungan, terkadang bagian tersulitnya bukanlah melangkah ke tahap saling berkata “I do”, tapi saat harus mengenalkan si dia ke keluarga. Pasangan boleh saja sudah cocok jadi Mr. Right di mata kamu, tapi keluarga bisa berkata lain. Walaupun, “Keluarga dapat memberikan support, tapi dalam beberapa situasi mereka yang membuat hubungan merenggang,” kata Mais Malkawi, life coach dan personal development trainer di maislifecoach.com.


    Namun, hubungan percintaan tak selamanya musti kandas karena harus memilih antara si dia atau keluarga. Read this good news: para ahli telah berbagi pada Cosmo soal bagaimana agar kamu tidak akan lagi berada di posisi itu.




    1. Tunjukkan kalau kamu dan si dia adalah tim yang solid

    Entah itu dengan dapat menyelesaikan konflik dengan baik atau saling mendukung karier satu sama lain, tunjukkan pada orangtua kalau kamu dan pasangan dapat menaklukkan tantangan bersama dan tetap saling menghargai. Itulah yang dikatakan oleh Anne Jackson, certified relationship dan development coach dari onelifecoachingme.com. Sehingga, orangtua dapat memahami bahwa kamu dan si dia adalah pasangan hidup yang mampu menghadapi masalah apapun.


    2. Focus on the good

    Buru-buru bicara soal kekurangan si dia ke keluarga? Not a good move, dear. Mungkin maksudnya ingin menurunkan ekspektasi keluarga tentang sang kekasih, tapi hal ini malah bikin keluarga jadi fokus akan hal-hal yang bisa bikin mereka ilfeel alias ilang feeling. Lebih baik, ceritakan pada orangtua mengapa kamu jatuh cinta dengan dia. “Bantu orangtua melihat apa yang membuatnya spesial. Entah itu kepribadiannya, kecerdasannya, ambisinya, caranya menunjukkan kasih sayang, atau mungkin selera humornya yang selau mengundang tawa,” kata Dr Vassiliki Simoglou, psikolog konseling di Dubai.

    Yang tak kalah penting, perlihatkan pada orangtua bagaimana pasangan memperlakukan kamu. “Kalu dia membuat kamu merasa disayangi, dapat melengkapi dan membantu kamu berkembang, dia sudah pasti cocok dijadikan pendamping hidup dan itulah kualitas yang diinginkan setiap orangtua,” tuturnya.


    3. Temukan persamaan

    Mengenalkan pasangan dengan latar belakang budaya dan sosial yang berbeda tentu saja tricky. Tapi, menurut coach dan relationship expert, Khaled Ghorab, hal ini sebenarnya bisa jadi kesempatan bagi si dia untuk dapat merebut hati orangtua. Caranya? Buat orangtua melihat dia lebih dari sekadar latar belakangnya, tetapi dari value yang dia pegang.
    Khaled menyarankan untuk mengundang pasangan serta keluarganya ke acara adat keluarga kamu. Ini akan memberi sinyal pada orangtua kalau si dia ingin belajar dan memahami budaya keluarga. Keseriusannya tersebut akan membuat orangtua bisa menerima si dia, dan perlahan menyayanginya layaknya anak sendiri.


    4. Draw on previous experiences



    Pernah berselisih pendapat dengan orangtua? Well, kalau begitu ingat-ingat kembali bagaimana dulu konflik dapat terselesaikan dengan baik. Malkawi menuturkan kalau hal ini dapat membantu kamu menyusun strategi tentang apa saja yang bisa dan tidak bisa meyakinkan orangtua untuk menerima perubahan. Termasuk, mengubah perasaan tak suka orangtua terhadap si dia.


    5. Bicarakan baik-baik

    Kemungkinannya kamu dan keluarga akan beradu mulut saat mereka tidak menerima pasangan. Akan tetapi, Matleena Vanhanen, psikolog konseling di MapleTree Center, mengatakan kamu dan keluarga harus tetap saling menghargai pendapat. “Penting untuk saling mendengarkan satu sama lain,” kata Matleena. Karena ketika keluarga didengarkan, mereka juga akan lebih terbuka terhadap pilihan kamu.


    6. Take your time

    Don’t expect instant results, ladies. Sebagai gantinya, berlatihlah untuk sabar, ujar Lisa Laws, life and relationship counsellor di Uni Emirat Arab. “Waktu akan membuat keluarga kamu terbiasa dengan kehadiran si dia juga dengan hubungan yang sedang dijalani.”

    Ingatlah bahwa dalam setiap hubungan, tak terkecuali hubungan pasangan dengan keluarga, butuh waktu dan komunikasi yang baik agar dapat berjalan mulus. “Menciptakan situasi di mana setiap orang dapat menjadi diri sendiri, namun di saat yang bersamaan saling menghormati perbedaan, akan melahirkan hubungan yang sehat dan penuh kasih sayang di antara orang-orang yang paling berarti bagi kamu,” ujar Lisa.


    Saat keluarga tak mau menerima si dia...

    Bukan hal yang mudah ketika tidak mendapat restu keluarga. Kamu akan merasa stuck, antara ingin bersama dengan love of your life atau menjaga keharmonisan dengan orangtua. Di pihak lain, dia dapat merasa tersinggung dan sakit hati karena tidak diterima dengan baik oleh keluarga. Resha Erheim, counsellor di LifeWorks Foundation, mengatakan kalau hubungan dapat berakhir jika Anda dan si dia tidak bisa menjembatani perbedaan dengan rasa kasih sayang dan keinginan untuk saling mengerti. Diskusikan dengan terus-terang pada pasangan akan situasi ini. Sampaikan apa yang dirasakan lalu cobalah untuk sama-sama berkompromi. Karena, seperti yang dituturkan oleh Rehsa, “Hanya dengan menghadapinya secara terbuka dan saling menghargai lah, kamu dan pasangan dapat menemukan jalan keluar.”


    (Artikel ini sebelumnya diterbitkan di Cosmopolitan Juni 2018 dengan judul Get Ready… Saatnya Si Dia Bertemu Keluarga Anda! Penulis: Hana Devarianti/FT. Image: Cathy Yeulet©123RF.com)